Minggu, Maret 7, 2021
Beranda blog Halaman 2

Dianggap Ilegal, Berikut 5 Keputusan dalam KLB Partai Demokrat di Sumut

0

RADARDEPOK.COM – Penetapan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum (ketum) Partai Demokrat menjadi salah satu dari lima keputusan dalam Kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat (PD).

KLB Demokrat  yang disebut-sebut ilegal dan inkonstitusional tersebut, digelar di The Hill Hotel and Resort, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kegiatannya dibuka pada Jumat (5/3) pukul pukul 14.44 WIB yang ditandai dengan mengetuk palu sebanyak 3 kali.

Sejumlah tokoh hadir dalam KLB Demokrat ini. Mereka di antaranya, Marzuki Alie, Hencky Luntungan, Max Sopacua, Darmizal dan Jhoni Allen Marbun.

Berikut 5 keputusan yang ditetapkan dalam KLB Demokrat:

  • Menetapkan Moeldoko Sebagai Ketum

Moeldoko ditetapkan sebagai ketum dalam waktu 51 menit setelah KLB Demokrat dibuka, tepatnya pukul 15.35 WIB. Penetapan Moeldoko sebagai ketum berdasarkan hasil voting yang dilakukan dalam KLB.

Ada yang menarik dalam proses pemilihan ketum dalam KLB ini. Mengapa menarik? Sebab, voting dilakukan dengan cara berdiri.

Ya, saat voting dilakukan, mereka yang memilih Moeldoko diminta berdiri. Selain Moeldoko, ada satu calon ketum lagi, yakni Marzuki Alie.

“Tadi ada dua nama, tenang, ada dua nama, ada Pak Moeldoko, dan ada Pak Marzuki Alie, tepuk tangan untuk keduanya. Saya minta untuk (yang memilih) Pak Moeldoko berdiri,” kata Jhoni, saat proses voting.

“Pak Marzuki Alie berapa orang? Oke kita bisa lihat, berarti lebih banyak Pak Moeldoko,” lanjut Jhoni.

Mayoritas peserta KLB Demokrat tampak lebih banyak berdiri untuk Moeldoko daripada Marzuki Alie. KLB Demokrat akhirnya memutuskan memilih Moeldoko menjadi Ketum Partai Demokrat.

“Kongres Luar Biasa Partai Demokrat menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan, memutuskan, menetapkan pertama, dari calon kedua tersebut atas voting berdiri, maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025,” ucap Jhoni.

Namun Moeldoko tak hadir di lokasi KLB Demokrat. Dalam KLB, salah seorang peserta menyempatkan menelepon Moeldoko.

Dalam pembicaraan lewat telepon itu Moeldoko menyatakan menerima keputusan KLB yang menetapkannya sebagai Ketum Demokrat.

“Dengan demikian, saya menghargai dan menghormati keputusan Saudara untuk kita terima menjadi ketua umum,” tutur Moeldoko.

  • Menetapkan Marzuki Alie Sebagai Ketua Dewan Pembina

Salah satu keputusan yang diketuk dalam KLB Demokrat di Deli Serdang adalah menetapkan Marzuki Alie sebagai Ketua Dewan Pembina PD. Marzuki Alie diketahui hadir dalam KLB, meskipun sempat diminta untuk tidak hadir saat bertemu sejumlah elit PD di Bandara Kualanamu.

“Keputusan KLB Partai Demokrat tentang penetapan Ketua Dewan Pembina. Dengan Rahmat Tuhan Yang Mahakuasa, KLB Partai Demokrat menimbang dst, mengingat dst, memperhatikan dst. Memutuskan, menetapkan penatapan Kedua Dewan Pembina PD 2021/2025, Bapak Dr Marzuki Alie,” sebut Jhoni Allen Marbun.

  • Mengembalikan AD/ART sesuai Kongres Bali 2005

Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) hasil Kongres V PD di Jakarta sempat menjadi ‘batu sandungan’ penyelenggaraan KLB. Sebab, berdasarkan AD/ART yang disahkan dalam kongres ke-5 mengatur bahwasanya penyelenggaraan KLB harus disetujui oleh ketua majelis tinggi partai.

Mungkin, karena itu dalam KLB Demokrat di Deli Serdang ditetapkan bahwa AD/ART PD dikembalikan sesuai kesepakatan dalam Kongres Bali 2005.

“Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat kembali pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Kongres Bali tahun 2005 dengan penyesuaian terhadap undang-undang,” ucap Jhoni Allen Marbun.

  • Menganulir Pemecatan 7 Kader

DPP Partai Demokrat sebelumnya memang telah memutuskan memecat 7 kadernya. Mereka yang dipecat, yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya, serta satu lagi adalah Marzuki Alie.

Untuk Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya, dipecat karena dianggap sebagai aktor gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD). Sedangkan Marzuki dinilai telah menebar kebencian dan permusuhan kepada Demokrat.

Nah, dalam KLB Demokrat di Deli Serdang keputusan DPP memecat 7 orang itu dianulir.

“Menetapkan menganulir/membatalkan surat DPP PD terhadap pemberhentian, pemecatan pada kader Demokrat tahun 2020/2021. Terlampir nanti lampirannya akan disebutkan mulai dari Jawa Tengah katakanlah, termasuk dengan 7 orang yang kemarin,” jelas Jhoni.

Itulah 5 keputusan yang ditetapkan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang pada Jumat (5/3/2021). KLB Demokrat ini kemudian dianggap ilegal, inkonstitusional dan dagelan oleh Ketum Demokrat hasil Kongres 2020 Jakarta.

  • Menghilangkan Jabatan Majelis Tinggi

Penghapusan jabatan majelis tinggi merupakan tindak lanjut dari keputusan mengembalikan AD/ART sesuai Kongres Bali 2005. Meski demikian, untuk jabatan Mahkamah Partai, Dewan Kehormatan dan Dewan Pakar tetap ada.

“Dilaksanakan sesuai kebutuhan organisasi. Antara lain, adanya Mahkamah Partai, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar. Menghilangkan Majelis Tinggi, setuju?” ujarnya.

“Setuju,” ujar peserta. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

 

PN Depok Bersih-bersih Demi Wujudkan WBK dan WBBM

0

RADARDEPOK.COM – Pengadilan Negeri (PN) Depok Kelas I B mulai berbenah diri. Tak ingin di lembaganya terjadi suap, korupsi, pungli dan gratifikasi. Jumat (5/3), PN Depok ingin mewujudkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Keseriusan PN Depok disaksikan langsung Walikota Depok Mohammad Idris dan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Depok.

Ketua PN Depok, Syamsul Arief menerangkan, ini bisa terwujud dengan kerjasama yang baik di jajaran Pengadilan, hal ini demi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. “Nanti akan kita benahi semuanya, sarana dan prasarana, semua untuk memaksimalkan pelayanan. Agar semua merasa nyaman,” terangnya kepada Harian Radar Depok, Jumat (5/3) .

Pelayanan terbaik tersebut, kata dia, berdasarkan Permenpan RI Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Dia mengatakan, sebagai bagian dari instansi pemerintah, tentunya harus melaksanakan pembangunan Zona Integritas, dengan ini menyatakan bahwa PN mendukung penuh Daerah menuju Zona Integritas.

“Ini lebih pada pengakuan, bukan predikat atau apapun. Yang arahnya kepada sistem kerja lebih baik dan berkelanjutan. Dengan penguatan pengawasan serta meningkatkan fungsi pelayanan di lembaga pengadilan tanpa suap, korupsi, pungli dan gratifikasi,” tegasnya.

Syamsul mengungkapkan, ketika PN Depok ingin mendapatkan predikat Zona Integritas. Maka, Pimpinan serta  jajaran harus mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM. Melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di PN Depok.

Saat ini, sambungnya, pelayanan di PN Depok sudah baik, dalam menuju Zona Integritas. Maka, harus bekerja lebih baik lagi dari sebelumnya agar lembaga Pengadilan yang tanpa suap, korupsi, pungli dan gratifikasi dapat terwujud di lingkungan PN Depok.

Dilokasi yang sama, Walikota Depok, Mohammad Idris meyampaikan, ini sebagai bentuk nyata jika Depok terus menuju Kota yang berkualitas dalam melayani serta mensejahterahkan masyarkat dalam berbagai sektor.

“Pastinya ini harus terus didukung untuk kebaikan pelayanan di Depok. Bersama kita ciptakan Depok yang lebih baik lagi,” tandas orang nmomor satu di Depok itu. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar

Lebih Dekat dengan Ecovillage Tirtajaya (3-Habis) : Garap Buat Masker dari Kemenkes Sampai Gandeng UMKM

0

RADARDEPOK.COM – Alat pelindung diri (APD) menjadi tren di masa pandemi. Awalnya paparan Virus Korona mewabah di tanah air. Masker menjadi salah satu proteksi diri yang paling sulit dicari. Baik di supermarket maupun di apotek sekalipun.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

Merambah dari yang awalnya sebuah komunitas. Kini, Ecovillage Green Tirtajaya mengembangkan sayapnya ke dunia Ekonomi Bisnis. Selain popok dari dipapers bekas, mereka juga punya produk unggulan lainnya. Tentunya menggunakan barang daur ulang dengan memanfaatkan limbah masyarakat sekitar. Seperti kerajinan dari koran bekas, maupun minyak jelantah.

Pada November 2020, Komunitas tersebut mendapati tawaran untuk mengerjakan suatu proyek besar. Yakni membuat masker bagi para petugas medis yang terbuat dari kain. Mendengar hal tersebut, dengan berdiskusi sejenak akhirnya menyepakati untuk mengerjakannya.

Dalam prosesnya. Bantuan dari beberapa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Depok tak luput dari bagian. Yang harus mereka kerjakan adalah 150 ribu masker. Akhirnya, ratusan masker itu dibagikan proyek pembuatannya.

Selain membagikan tugas, Ecovillage Green Tirtajaya turut bekerjasama dengan satu konveksi yang terletak di Jalan Jawa No45, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. Selama enam minggu lamanya, akhirnya masker berwarna putih itu jadi. Dan diberikan kepada Kementerian Kesehatan untuk didistribusikan bagi tenaga kesehatan yang ada di seluruh Indonesia.

“Kami mendapat proyek pengerjaan masker untuk tenaga medis dari Kemenkes sekitar September 2020. yang dikerjakan itu 150 ribu masker dengan tenggang waktu enam minggu. Dan dibagi ke 11 UMKM di Kota Depok,” ungkap Ketua Ecovillage Green Tirtajaya, Endah.

Kemudian, proyek selanjutnya datang dari Dinas Koperasi Usaha Mikro (DKUM) di November 2020. sebanyak 100 ribu masker perlu dibuat. Pengerjaannya pun dibagi kepada 10 UMKM. Namun, dalam prosesnya, ada pelaku usaha yang tidak bisa menyanggupi target. Akhirnya Ecovillage Tirtajaya mengerjakan lebih dari target. Jangka waktu yang diberikan oleh dinas terkait adalah empat puluh hari. Waktu yang terbilang singkat.

Permintaan demi permintaan pembuatan masker terus berdatangan. Di kesempatan lain, Satgas Covid-19 Kelurahan Tirtajaya juga mempercayakan pembuatan masker kain kepada mereka. Dengan desain logo Kota Depok disebelah kanan. Dan tulisan Satgas Covid-19 Kelurahan Tirtajaya di sebelah kiri.

Selain mengerjakan pesanan. Mereka juga menjual beberapa kreasi masker yang unik, cantik dan menggemaskan bagi para perempuan. Warna dan motif yang dipakai bisa memikat sepasang mata untuk membelinya. Bahkan kini, masker buatan mereka bisa ditemukan di gerai UMKM dari Sukma Craft yang berada di Kantor Kecamatan Sukmajaya. (rd/daf)

Editor : Fahmi Akbar

Dua Pohon Tumbang di Depok

0

RADARDEPOK.COM – Masyarakat Kota Depok diminta terus waspada dengan cuaca yang tak menentu saat ini. Jumat (5/3) sore, hujan disertai angin kencang yang melanda kawasan Depok membuat dua pohon besar tumbang, di Kecamatan Cimanggis. Alhamdulillahnya, saat kejadian tidak ada korban jiwa.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Damkar Kota, Denny Romulo Hutahuruk mengatakan, pada jam yang sama dua pohon tumbang, waktunya sekitar pukur 15:30 WIB. Hal ini disebabkan hujan yang disertai angin kencang. “Semua petugas sudah ada di lokasi untuk mengevakuasi. Tidak ada korban jiwa, hanya saja mengganggu arus lalu lintas,” ungkapnya kepada Harian Radar Depok, kemarin (5/3).

Pohon tumbang yang terjadi pertama di Jalan Radar Auri, Kecamatan Cimanggis, sekira pukul 15:30 WIB. Tak lama kejadian itu, petugas kembali menerima informasi, di Jalan Raya Gandul tepatnya Komplek BPK, Kecamatan Cinere, pohon tumbang sekitar pukul 15:40 WIB.

“Pastinya kita berkoordinasi dengan aparat setempat lainnya seperti TNI Polri serta lapisan masyarakat setempat, untuk membantu arus lalu lintasdan evakuasi sehingga dapat tertangi dengan cepat,” kata.

Ada sekitar sembilan personel yang terjun ke setiap lokasi. Dari UPT Cinere yang mengevakuasi Jalan Gandul menerjunkan lipersonil, lalu untuk mengavukasi di Jalan Radar Auri menerjunkan empat personil UPT Cimanggis. “Semua seragam lengkap, bawa perlengkapan. Kemanan paling penting,” tambahnya.

Masyarakat yang dimiliki atau disekelilingnya terdapat pohon besar atau lebat, ada baiknya untuk segera di rapihkan demi kenyamanan maupun kenyamanan. Petugas dapat membatu masyarakat dalam melakukan hal tersebut. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar

Setahun, PMI Depok Muntahkan Disinfektan ke-978 Titik

0

RADARDEPOK.COM –  Setahun pandemi Covid-19 melanda tanah air begitu juga di Kota Depok. Palang Merah Indonesia (PMI) Depok pun terus sekuat tenaga mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut. Tercacat, sepanjang tahun 2020 lalu PMI sudah menyemprot 978 titik disinfektan di Kota Depok.

“Iya alhamdulilah kami masih bisa melakukan itu, itu tugas utama kami. Upaya nyata dan gotong royong terus dilakukan,” tegas Kepala Markas PMI Depok, Imron Maulana kepada Radar Depok, Jumat (5/3)

Disampikan Imron, jumlah tersebut berdasarkan surat yang pengajuan ke PMI, yang tentunya dilakukan secara bertahap. Namun lingkungan tang terindikasi positif akan diprioritaskan. Selnajutnya fasos fasum. “Ada 30 relawan yang diterjunkan, setiap hari sekitar 3 sampai 5 lokasi. Dimulai dari pukul 09:00 hingga 17:00 WIB selama pandemi,” beber Imron.

Selain itu, bentuk antisipasi dalam mencegah penyebaran covid 19 juga dengan menyerahkan seperangkat  alat kebersihan untuk masyaarakat yang berisikan masker, handsanitazerz serta sabu pencuci tangan. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar

Anggaran Perbaikan Infrastruktur Pondok Petir Kurang

0

RADARDEPOK.COM, PONDOK PETIR – Musayawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, sudah selesai digelar. Pada pelaksanaan Musrenbang tahun 2021 ini, anggaran untuk fisik mendapatkan porsi yang lebih sedikit dibanding anggaran non fisik.

Ketua LPM Kelurahan Pondok Petir, Rahmat Hidayat mengatakan, tahun 2021 ini Kelurahan Pondok Petir mendapatkan dana sebesar Rp1 miliar. “Tahun ini, kami kebagian Rp1 miliar,”ucap Rahmat, Jumat (3/2).

Dia mengungkapkan, dengan anggaran tersebut belum mencukupi kebutuhan perbaikan infrastuktur disana. “Tentunya tak cukup, karena ada banyak item yang mau kita perbaiki,”terangnya.

Lebih lanjut, sambung dia, saat ini ada beberapa item yang sangat membutuhkan perbaikan seperti, peningkatan dan perawatan jalan lingkungan, perbaikan dan peningkatakan drainase, turab tebing Kali Angke, ruang publik seperti taman bermain dan lapak UMKM.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di sini,”bebernya.

Maka dari itu, untuk menutupi kekurangan anggaran itu, mereka menggunaan skala prioritas dalam melakukan perbaikan fisik.

Kami kolaborasikan dengan stakeholder dan Sswadaya masyarakat, dan coba mengajukan usulan melalui pokir aspirasi anggota DPRD kota, provinsi maupun pusat untuk menutupi kekurangan anggaran ini,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro

Milad ke-21 Salimah Kota Depok : Rayakan Secara Sederhana, Berkotribusi dan Berbagi

0

Hari Jumat adalah hari istimewa bagi umat Muslim. Tak ingin ketinggalan meraih berkah di hari yang mulia, segenap pengurus Pimpinan Cabang Persaudaran Muslimah (Salimah) Bojongsari turut serta merayakan milad ke-21 lebih awal bersama Pimpinan Pusat (PP) Salimah, serentak se-Indonesia di wilayah masing-masing.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Perayaan milad Salimah Tahun ini tampak berbeda. Tak ada pengajian akbar ataupun makan bersama. Meski masih dalam kondisi pandemi, Salimah tetap berkontribusi dan berbagi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sebagai wujud syukur kepada Sang Khalik atas segala anugerahNya selama perjalanan 21 tahun Salimah, PC Salimah Bojongsari membagikan 50 paket nasibox untuk dhuafa di lima kelurahan, serta 35 paket sembako untuk Tokoh dan jamaah Majlis Ta’lim di dua kelurahan di Kecamatan Bojongsari, serta 20 bingkisan untuk santri tahfidz Bojongsari.

Alhamdulillah, kami masih bisa berbagi kepada saudara kami walu kondisi saat ini sedang tak menentu, akibat pandemi Covid-19,”kata PC Salimah Bojongsari, Siti Zulaeka, Jumat (5/3).

Tiga hari lagi, tepatnya 8 Maret 2021, usia Salimah genap 21 tahun. Bagi mayoritas pemuda dan pemudi masa kini, 21 tahun adalah usia yang indah untuk menikah. Saat kaki semakin tegak dan tegar melangkah. Saat hati semakin lapang menikmati syukur dan sabar. “Salimah kini sudah dewasa, dan akan memberikan kontribusi yang lebih untuk masyarakat,”bebernya.

Itulah yang menjadi harapan Salimah. Semoga dengan izin Allah SWT Salimah menjadi semakin kuat, semakin hangat di tengah masyarakat, semakin peduli perempuan, anak dan keluarga Indonesia. “Kami berharap, kami terus bertambah kuat dan semakin istiqomah,” pungkasnya. (*)

Editor : Junior Williandro

Polsek Sawangan Terus Rapid Masyarakat

0

RADARDEPOk.COM, BOJONGSARI – Pelaksanaan Rapid Antigen terus dikerjakan jajaran Polsek Sawangan. Hal ini dilakukan guna menekan wabah Covid-19 di wilayah hukum Polsek Swangan.

Kapolsek Sawangan, AKP Rio Mikael Lumban Tobing mengatakan, kegiatan rapid antigen ini merupakan agenda rutin yang dilakukan mereka. Sasaranya ialah warga masyarakat yang ada di Kecamatan Sawangan, Bojongsari, khususnya di lokasi Kampung Tangguh Jaya (KTJ), yang menjadi lokasi binaan mereka.

Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap minggu, tempatnya pindah – pindah, dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya,” kata AKP Rio, Jumat (5/3).

Dia mengungkapkan, pada kesempatan ini, rapid antigen ini dilakukan di Posko KTJ RW 11, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari. “Pada kegiatan ini, ada 25 orang warga yang ikut dirapid,” bebernya.

Ia menjelaskan, dari hasil rapid yang diterima pada kesempatan tersebut, seluruh peserta dinyatakan non reaktif.

Kami bersyukur semua peserta dalam keadaan sehat dan non reaktif,” ucapnya.

Kata dia, dalam kesempatan itu pihaknya juga membagikan masker sebanyak 50 lembar kepada warga yang ada di sana, serta tak lupa mereka memberikan imbauan terkait protokol kesehatan.

Kami terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mentaati protokol kesehatan, agar tidak terinveksi Covid-19,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro

10 Pelaku UMKM di Mekarjaya dapat Gerobak Wakaf

0

RADARDEPOK.COM, MEKARJAYA – Aksi Cepat tanggap (ACT) melalui Global Wakaf memberikan bantuan berupa gerobak usaha kepada 10 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terjerat keterbatasan modal.

Diharapkan penerima manfaat dapat mengelola sebaik mungkin untuk mendorong perkembangan ekonomi ditengah pandemi. Proses serah terima jabatan dilakukan di Kantor Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.

Head of Voulenteer ACT Kota Depok, Rigalli Igal menjelaskan bantuan kali ini merupakan program wakaf untuk para pelaku usaha yang memiliki kesulitan. Maka dari itu, ACT bersama donatur menyerahkan 10 unit gerobak agar bisa dipergunakan sebagai kendaraan jual beli. Selain itu, pendampingan usaha kepada para pelaku UMKM turut diberikan.

Pada situasi pandemi beberapa UMKM beralih ke daring. Tetapi tidak dapat dipungkiri ada yang meningkat dan terpuruk. Untuk itulah kami mengadakan bantuan,” jelasnya kepada Radar Depok, Jumat (5/3).

Ia melanjutkan, selain pengadaan gerobak wakaf, pihaknya akan memberikan beberapa bantuan lainnya. Terdapat 50 bantuan yang akan digulirkan secara berkala selama enam bulan. Seperti pendampingan usaha, bantuan dana, dan lainnya. “Semua bantuan itu tidak sekaligus,” tuturnya.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Mekarjaya, Darmawansyah mengatakan bantuan dari ACT tersebut dapat dimanfaatkan dan memajukan usahanya. Mengingat pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat pelaku usaha terdampak sehingga melemahkan ekonomi keluarga.

Kami berterima kasih kepada para donatur dan ACT yang sudah mengalokasikan bantuan. Sekiranya dapat dimanfaatkan kepada pelaku usaha dan membuat usahanya maju,” tutupnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro

Intip 3T Penyebaran Covid-19 di KSTJ RW12 Cipayung : Rapid dan Swab, Dua Orang Reaktif

0

Satu tahun keberadaan Covid-19, membuat semua stakeholder bahu membahu dalam menangani penyebaran korona di lingkungan. Mulai dari tingkat lingkungan oleh pengurus RT/RW hingga tiga pilar. Salah satunya dengan penerapan praktik Tracing, Testing dan Treatment (3T) dengan rapid tes dan swab antigen.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

RADARDEPOK.COM, Terik matahari sangat menyengat kala itu. Tampak beberapa motor terparkir di depan sebuah bangunan berwarna putih. Disitu terpampang jelas “Kantor Sekretariat RW12” di Jalan Bulak Timur 3, Kelurahan/Kecamatan Cipayung.

Beberapa petugas berseragam cokelat juga tengah sibuk menyiapkan sesuatu. empat meja juga disusun sedemikian rupa didalam sebuah ruangan. Tas medis berukuran besar pun dibuka, berisikan alat-alat pendeteksi korona.

Pukul 09:00 WIB, terdengar langkah dari kejauhan. Satu persatu warga mulai berdatangan dan mengisi identitas diri di meja pendaftaran. Setelahnya mereka diminta untuk menunggu gilirannya masing-masing. Bila sudah masuk giliran, maka namanya akan disebutkan oleh petugas medis dari Polsek Pancoranmas.

Seiring berjalannya waktu, dua pria berseragam batik khas Aparatur Sipil Negara (ASN) pun datang, didampingi orang nomer satu di Polsek Pancoranmas dengan lambang satu bunga sudut lima pada kerah bajunya. Mereka adalah Plt Camat Cipayung yang baru, Hasan Nurdin beserta Lurah Cipayung, Suhadi.

Kegiatan ini merupakan rapid tes dan swab yang menjadi program dari Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ) dari Polsek Panmas. Mudah-mudahan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat dan bermanfaat guna mendeteksi Covid-19,” ucap Plt Camat Cipayung, Hasan Nurdin.

Hingga adzan zuhur berkumandang, sebanyak 45 orang telah mengikuti rangkaian kegiatan itu. Sebagian besarnya dinyaakan negatif dari paparan Covid-19. sisanya akan dilakukan Treatment oleh Satgas KSTJ beserta jajaran Polsek Pancoranmas.

dua orang dinyatakan positif dan langsung dilakukan penanganan,” pungkas Ketua RW12 Cipayung, Muhamad Yamin. (*)

Editor : Junior Williandro

Dianggap Ilegal, Berikut 5 Keputusan dalam KLB Partai Demokrat di Sumut

KLB partai demokrat di Sumut
Suasana KLB Partai Demokrat yang digelar di The Hill Hotel and Resort, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

RADARDEPOK.COM – Penetapan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum (ketum) Partai Demokrat menjadi salah satu dari lima keputusan dalam Kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat (PD).

KLB Demokrat  yang disebut-sebut ilegal dan inkonstitusional tersebut, digelar di The Hill Hotel and Resort, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kegiatannya dibuka pada Jumat (5/3) pukul pukul 14.44 WIB yang ditandai dengan mengetuk palu sebanyak 3 kali.

Sejumlah tokoh hadir dalam KLB Demokrat ini. Mereka di antaranya, Marzuki Alie, Hencky Luntungan, Max Sopacua, Darmizal dan Jhoni Allen Marbun.

Berikut 5 keputusan yang ditetapkan dalam KLB Demokrat:

  • Menetapkan Moeldoko Sebagai Ketum

Moeldoko ditetapkan sebagai ketum dalam waktu 51 menit setelah KLB Demokrat dibuka, tepatnya pukul 15.35 WIB. Penetapan Moeldoko sebagai ketum berdasarkan hasil voting yang dilakukan dalam KLB.

Ada yang menarik dalam proses pemilihan ketum dalam KLB ini. Mengapa menarik? Sebab, voting dilakukan dengan cara berdiri.

Ya, saat voting dilakukan, mereka yang memilih Moeldoko diminta berdiri. Selain Moeldoko, ada satu calon ketum lagi, yakni Marzuki Alie.

“Tadi ada dua nama, tenang, ada dua nama, ada Pak Moeldoko, dan ada Pak Marzuki Alie, tepuk tangan untuk keduanya. Saya minta untuk (yang memilih) Pak Moeldoko berdiri,” kata Jhoni, saat proses voting.

“Pak Marzuki Alie berapa orang? Oke kita bisa lihat, berarti lebih banyak Pak Moeldoko,” lanjut Jhoni.

Mayoritas peserta KLB Demokrat tampak lebih banyak berdiri untuk Moeldoko daripada Marzuki Alie. KLB Demokrat akhirnya memutuskan memilih Moeldoko menjadi Ketum Partai Demokrat.

“Kongres Luar Biasa Partai Demokrat menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan, memutuskan, menetapkan pertama, dari calon kedua tersebut atas voting berdiri, maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025,” ucap Jhoni.

Namun Moeldoko tak hadir di lokasi KLB Demokrat. Dalam KLB, salah seorang peserta menyempatkan menelepon Moeldoko.

Dalam pembicaraan lewat telepon itu Moeldoko menyatakan menerima keputusan KLB yang menetapkannya sebagai Ketum Demokrat.

“Dengan demikian, saya menghargai dan menghormati keputusan Saudara untuk kita terima menjadi ketua umum,” tutur Moeldoko.

  • Menetapkan Marzuki Alie Sebagai Ketua Dewan Pembina

Salah satu keputusan yang diketuk dalam KLB Demokrat di Deli Serdang adalah menetapkan Marzuki Alie sebagai Ketua Dewan Pembina PD. Marzuki Alie diketahui hadir dalam KLB, meskipun sempat diminta untuk tidak hadir saat bertemu sejumlah elit PD di Bandara Kualanamu.

“Keputusan KLB Partai Demokrat tentang penetapan Ketua Dewan Pembina. Dengan Rahmat Tuhan Yang Mahakuasa, KLB Partai Demokrat menimbang dst, mengingat dst, memperhatikan dst. Memutuskan, menetapkan penatapan Kedua Dewan Pembina PD 2021/2025, Bapak Dr Marzuki Alie,” sebut Jhoni Allen Marbun.

  • Mengembalikan AD/ART sesuai Kongres Bali 2005

Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) hasil Kongres V PD di Jakarta sempat menjadi ‘batu sandungan’ penyelenggaraan KLB. Sebab, berdasarkan AD/ART yang disahkan dalam kongres ke-5 mengatur bahwasanya penyelenggaraan KLB harus disetujui oleh ketua majelis tinggi partai.

Mungkin, karena itu dalam KLB Demokrat di Deli Serdang ditetapkan bahwa AD/ART PD dikembalikan sesuai kesepakatan dalam Kongres Bali 2005.

“Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat kembali pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Kongres Bali tahun 2005 dengan penyesuaian terhadap undang-undang,” ucap Jhoni Allen Marbun.

  • Menganulir Pemecatan 7 Kader

DPP Partai Demokrat sebelumnya memang telah memutuskan memecat 7 kadernya. Mereka yang dipecat, yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya, serta satu lagi adalah Marzuki Alie.

Untuk Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya, dipecat karena dianggap sebagai aktor gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD). Sedangkan Marzuki dinilai telah menebar kebencian dan permusuhan kepada Demokrat.

Nah, dalam KLB Demokrat di Deli Serdang keputusan DPP memecat 7 orang itu dianulir.

“Menetapkan menganulir/membatalkan surat DPP PD terhadap pemberhentian, pemecatan pada kader Demokrat tahun 2020/2021. Terlampir nanti lampirannya akan disebutkan mulai dari Jawa Tengah katakanlah, termasuk dengan 7 orang yang kemarin,” jelas Jhoni.

Itulah 5 keputusan yang ditetapkan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang pada Jumat (5/3/2021). KLB Demokrat ini kemudian dianggap ilegal, inkonstitusional dan dagelan oleh Ketum Demokrat hasil Kongres 2020 Jakarta.

  • Menghilangkan Jabatan Majelis Tinggi

Penghapusan jabatan majelis tinggi merupakan tindak lanjut dari keputusan mengembalikan AD/ART sesuai Kongres Bali 2005. Meski demikian, untuk jabatan Mahkamah Partai, Dewan Kehormatan dan Dewan Pakar tetap ada.

“Dilaksanakan sesuai kebutuhan organisasi. Antara lain, adanya Mahkamah Partai, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar. Menghilangkan Majelis Tinggi, setuju?” ujarnya.

“Setuju,” ujar peserta. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

 

PN Depok Bersih-bersih Demi Wujudkan WBK dan WBBM

pn
SINERGI : Ketua Pengadilan Negeri Depok, SyamsulArief bersama Walikota Depok, Muhammad Idris bersama Forkopimda Depok lainnya saat menandatangi PN Depok, dalam Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), di Kantor PN Depok, Kawasan Boulevard GDC, Jumat (5/3). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pengadilan Negeri (PN) Depok Kelas I B mulai berbenah diri. Tak ingin di lembaganya terjadi suap, korupsi, pungli dan gratifikasi. Jumat (5/3), PN Depok ingin mewujudkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Keseriusan PN Depok disaksikan langsung Walikota Depok Mohammad Idris dan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Depok.

Ketua PN Depok, Syamsul Arief menerangkan, ini bisa terwujud dengan kerjasama yang baik di jajaran Pengadilan, hal ini demi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. “Nanti akan kita benahi semuanya, sarana dan prasarana, semua untuk memaksimalkan pelayanan. Agar semua merasa nyaman,” terangnya kepada Harian Radar Depok, Jumat (5/3) .

Pelayanan terbaik tersebut, kata dia, berdasarkan Permenpan RI Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Dia mengatakan, sebagai bagian dari instansi pemerintah, tentunya harus melaksanakan pembangunan Zona Integritas, dengan ini menyatakan bahwa PN mendukung penuh Daerah menuju Zona Integritas.

“Ini lebih pada pengakuan, bukan predikat atau apapun. Yang arahnya kepada sistem kerja lebih baik dan berkelanjutan. Dengan penguatan pengawasan serta meningkatkan fungsi pelayanan di lembaga pengadilan tanpa suap, korupsi, pungli dan gratifikasi,” tegasnya.

Syamsul mengungkapkan, ketika PN Depok ingin mendapatkan predikat Zona Integritas. Maka, Pimpinan serta  jajaran harus mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM. Melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di PN Depok.

Saat ini, sambungnya, pelayanan di PN Depok sudah baik, dalam menuju Zona Integritas. Maka, harus bekerja lebih baik lagi dari sebelumnya agar lembaga Pengadilan yang tanpa suap, korupsi, pungli dan gratifikasi dapat terwujud di lingkungan PN Depok.

Dilokasi yang sama, Walikota Depok, Mohammad Idris meyampaikan, ini sebagai bentuk nyata jika Depok terus menuju Kota yang berkualitas dalam melayani serta mensejahterahkan masyarkat dalam berbagai sektor.

“Pastinya ini harus terus didukung untuk kebaikan pelayanan di Depok. Bersama kita ciptakan Depok yang lebih baik lagi,” tandas orang nmomor satu di Depok itu. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar

Lebih Dekat dengan Ecovillage Tirtajaya (3-Habis) : Garap Buat Masker dari Kemenkes Sampai Gandeng UMKM

boks daffa
PRODUK: Komunitas Ecovillage Green Tirtajaya saat mengerjakan proyek dari Kementerian Kesehatan untuk membuat 150 ribu masker bersama konveksi di daerah Kelurahan Jatimulya pada September lalu. IST

RADARDEPOK.COM – Alat pelindung diri (APD) menjadi tren di masa pandemi. Awalnya paparan Virus Korona mewabah di tanah air. Masker menjadi salah satu proteksi diri yang paling sulit dicari. Baik di supermarket maupun di apotek sekalipun.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

Merambah dari yang awalnya sebuah komunitas. Kini, Ecovillage Green Tirtajaya mengembangkan sayapnya ke dunia Ekonomi Bisnis. Selain popok dari dipapers bekas, mereka juga punya produk unggulan lainnya. Tentunya menggunakan barang daur ulang dengan memanfaatkan limbah masyarakat sekitar. Seperti kerajinan dari koran bekas, maupun minyak jelantah.

Pada November 2020, Komunitas tersebut mendapati tawaran untuk mengerjakan suatu proyek besar. Yakni membuat masker bagi para petugas medis yang terbuat dari kain. Mendengar hal tersebut, dengan berdiskusi sejenak akhirnya menyepakati untuk mengerjakannya.

Dalam prosesnya. Bantuan dari beberapa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Depok tak luput dari bagian. Yang harus mereka kerjakan adalah 150 ribu masker. Akhirnya, ratusan masker itu dibagikan proyek pembuatannya.

Selain membagikan tugas, Ecovillage Green Tirtajaya turut bekerjasama dengan satu konveksi yang terletak di Jalan Jawa No45, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. Selama enam minggu lamanya, akhirnya masker berwarna putih itu jadi. Dan diberikan kepada Kementerian Kesehatan untuk didistribusikan bagi tenaga kesehatan yang ada di seluruh Indonesia.

“Kami mendapat proyek pengerjaan masker untuk tenaga medis dari Kemenkes sekitar September 2020. yang dikerjakan itu 150 ribu masker dengan tenggang waktu enam minggu. Dan dibagi ke 11 UMKM di Kota Depok,” ungkap Ketua Ecovillage Green Tirtajaya, Endah.

Kemudian, proyek selanjutnya datang dari Dinas Koperasi Usaha Mikro (DKUM) di November 2020. sebanyak 100 ribu masker perlu dibuat. Pengerjaannya pun dibagi kepada 10 UMKM. Namun, dalam prosesnya, ada pelaku usaha yang tidak bisa menyanggupi target. Akhirnya Ecovillage Tirtajaya mengerjakan lebih dari target. Jangka waktu yang diberikan oleh dinas terkait adalah empat puluh hari. Waktu yang terbilang singkat.

Permintaan demi permintaan pembuatan masker terus berdatangan. Di kesempatan lain, Satgas Covid-19 Kelurahan Tirtajaya juga mempercayakan pembuatan masker kain kepada mereka. Dengan desain logo Kota Depok disebelah kanan. Dan tulisan Satgas Covid-19 Kelurahan Tirtajaya di sebelah kiri.

Selain mengerjakan pesanan. Mereka juga menjual beberapa kreasi masker yang unik, cantik dan menggemaskan bagi para perempuan. Warna dan motif yang dipakai bisa memikat sepasang mata untuk membelinya. Bahkan kini, masker buatan mereka bisa ditemukan di gerai UMKM dari Sukma Craft yang berada di Kantor Kecamatan Sukmajaya. (rd/daf)

Editor : Fahmi Akbar

Dua Pohon Tumbang di Depok

bencana
EVAKUASI : Sejumlah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok saat membersihkan pohon yang tumbang di salah satu daerah di Kota Depok. DAMKAR FOR RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Masyarakat Kota Depok diminta terus waspada dengan cuaca yang tak menentu saat ini. Jumat (5/3) sore, hujan disertai angin kencang yang melanda kawasan Depok membuat dua pohon besar tumbang, di Kecamatan Cimanggis. Alhamdulillahnya, saat kejadian tidak ada korban jiwa.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Damkar Kota, Denny Romulo Hutahuruk mengatakan, pada jam yang sama dua pohon tumbang, waktunya sekitar pukur 15:30 WIB. Hal ini disebabkan hujan yang disertai angin kencang. “Semua petugas sudah ada di lokasi untuk mengevakuasi. Tidak ada korban jiwa, hanya saja mengganggu arus lalu lintas,” ungkapnya kepada Harian Radar Depok, kemarin (5/3).

Pohon tumbang yang terjadi pertama di Jalan Radar Auri, Kecamatan Cimanggis, sekira pukul 15:30 WIB. Tak lama kejadian itu, petugas kembali menerima informasi, di Jalan Raya Gandul tepatnya Komplek BPK, Kecamatan Cinere, pohon tumbang sekitar pukul 15:40 WIB.

“Pastinya kita berkoordinasi dengan aparat setempat lainnya seperti TNI Polri serta lapisan masyarakat setempat, untuk membantu arus lalu lintasdan evakuasi sehingga dapat tertangi dengan cepat,” kata.

Ada sekitar sembilan personel yang terjun ke setiap lokasi. Dari UPT Cinere yang mengevakuasi Jalan Gandul menerjunkan lipersonil, lalu untuk mengavukasi di Jalan Radar Auri menerjunkan empat personil UPT Cimanggis. “Semua seragam lengkap, bawa perlengkapan. Kemanan paling penting,” tambahnya.

Masyarakat yang dimiliki atau disekelilingnya terdapat pohon besar atau lebat, ada baiknya untuk segera di rapihkan demi kenyamanan maupun kenyamanan. Petugas dapat membatu masyarakat dalam melakukan hal tersebut. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar

Setahun, PMI Depok Muntahkan Disinfektan ke-978 Titik

pmi
CEGAH COVID : Relawan PMI saat melakukan penyemprotan di salah satu lingkungan masyarkat Kota Depok, dalam mengantisipasi Covid-19. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM –  Setahun pandemi Covid-19 melanda tanah air begitu juga di Kota Depok. Palang Merah Indonesia (PMI) Depok pun terus sekuat tenaga mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut. Tercacat, sepanjang tahun 2020 lalu PMI sudah menyemprot 978 titik disinfektan di Kota Depok.

“Iya alhamdulilah kami masih bisa melakukan itu, itu tugas utama kami. Upaya nyata dan gotong royong terus dilakukan,” tegas Kepala Markas PMI Depok, Imron Maulana kepada Radar Depok, Jumat (5/3)

Disampikan Imron, jumlah tersebut berdasarkan surat yang pengajuan ke PMI, yang tentunya dilakukan secara bertahap. Namun lingkungan tang terindikasi positif akan diprioritaskan. Selnajutnya fasos fasum. “Ada 30 relawan yang diterjunkan, setiap hari sekitar 3 sampai 5 lokasi. Dimulai dari pukul 09:00 hingga 17:00 WIB selama pandemi,” beber Imron.

Selain itu, bentuk antisipasi dalam mencegah penyebaran covid 19 juga dengan menyerahkan seperangkat  alat kebersihan untuk masyaarakat yang berisikan masker, handsanitazerz serta sabu pencuci tangan. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar

Anggaran Perbaikan Infrastruktur Pondok Petir Kurang

lpm pondok petir
TINJAU INFRASTRUKTUR : Pengurus LPM Kelurahan Pondok Petir, sedang meninjau kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, PONDOK PETIR – Musayawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, sudah selesai digelar. Pada pelaksanaan Musrenbang tahun 2021 ini, anggaran untuk fisik mendapatkan porsi yang lebih sedikit dibanding anggaran non fisik.

Ketua LPM Kelurahan Pondok Petir, Rahmat Hidayat mengatakan, tahun 2021 ini Kelurahan Pondok Petir mendapatkan dana sebesar Rp1 miliar. “Tahun ini, kami kebagian Rp1 miliar,”ucap Rahmat, Jumat (3/2).

Dia mengungkapkan, dengan anggaran tersebut belum mencukupi kebutuhan perbaikan infrastuktur disana. “Tentunya tak cukup, karena ada banyak item yang mau kita perbaiki,”terangnya.

Lebih lanjut, sambung dia, saat ini ada beberapa item yang sangat membutuhkan perbaikan seperti, peningkatan dan perawatan jalan lingkungan, perbaikan dan peningkatakan drainase, turab tebing Kali Angke, ruang publik seperti taman bermain dan lapak UMKM.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di sini,”bebernya.

Maka dari itu, untuk menutupi kekurangan anggaran itu, mereka menggunaan skala prioritas dalam melakukan perbaikan fisik.

Kami kolaborasikan dengan stakeholder dan Sswadaya masyarakat, dan coba mengajukan usulan melalui pokir aspirasi anggota DPRD kota, provinsi maupun pusat untuk menutupi kekurangan anggaran ini,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro

Milad ke-21 Salimah Kota Depok : Rayakan Secara Sederhana, Berkotribusi dan Berbagi

boks salimah
RAYAKAN MILAD : Pengurus PC Samilah Bojongsari, berfoto bersama dalam momen perayaan Milad Salimah ke-21. IST

Hari Jumat adalah hari istimewa bagi umat Muslim. Tak ingin ketinggalan meraih berkah di hari yang mulia, segenap pengurus Pimpinan Cabang Persaudaran Muslimah (Salimah) Bojongsari turut serta merayakan milad ke-21 lebih awal bersama Pimpinan Pusat (PP) Salimah, serentak se-Indonesia di wilayah masing-masing.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Perayaan milad Salimah Tahun ini tampak berbeda. Tak ada pengajian akbar ataupun makan bersama. Meski masih dalam kondisi pandemi, Salimah tetap berkontribusi dan berbagi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sebagai wujud syukur kepada Sang Khalik atas segala anugerahNya selama perjalanan 21 tahun Salimah, PC Salimah Bojongsari membagikan 50 paket nasibox untuk dhuafa di lima kelurahan, serta 35 paket sembako untuk Tokoh dan jamaah Majlis Ta’lim di dua kelurahan di Kecamatan Bojongsari, serta 20 bingkisan untuk santri tahfidz Bojongsari.

Alhamdulillah, kami masih bisa berbagi kepada saudara kami walu kondisi saat ini sedang tak menentu, akibat pandemi Covid-19,”kata PC Salimah Bojongsari, Siti Zulaeka, Jumat (5/3).

Tiga hari lagi, tepatnya 8 Maret 2021, usia Salimah genap 21 tahun. Bagi mayoritas pemuda dan pemudi masa kini, 21 tahun adalah usia yang indah untuk menikah. Saat kaki semakin tegak dan tegar melangkah. Saat hati semakin lapang menikmati syukur dan sabar. “Salimah kini sudah dewasa, dan akan memberikan kontribusi yang lebih untuk masyarakat,”bebernya.

Itulah yang menjadi harapan Salimah. Semoga dengan izin Allah SWT Salimah menjadi semakin kuat, semakin hangat di tengah masyarakat, semakin peduli perempuan, anak dan keluarga Indonesia. “Kami berharap, kami terus bertambah kuat dan semakin istiqomah,” pungkasnya. (*)

Editor : Junior Williandro

Polsek Sawangan Terus Rapid Masyarakat

rapid polsek sawangan
RAPID ANTIGEN : Seorang peserta rapid antigen sedang disreecing oleh petugas medis. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOk.COM, BOJONGSARI – Pelaksanaan Rapid Antigen terus dikerjakan jajaran Polsek Sawangan. Hal ini dilakukan guna menekan wabah Covid-19 di wilayah hukum Polsek Swangan.

Kapolsek Sawangan, AKP Rio Mikael Lumban Tobing mengatakan, kegiatan rapid antigen ini merupakan agenda rutin yang dilakukan mereka. Sasaranya ialah warga masyarakat yang ada di Kecamatan Sawangan, Bojongsari, khususnya di lokasi Kampung Tangguh Jaya (KTJ), yang menjadi lokasi binaan mereka.

Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap minggu, tempatnya pindah – pindah, dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya,” kata AKP Rio, Jumat (5/3).

Dia mengungkapkan, pada kesempatan ini, rapid antigen ini dilakukan di Posko KTJ RW 11, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari. “Pada kegiatan ini, ada 25 orang warga yang ikut dirapid,” bebernya.

Ia menjelaskan, dari hasil rapid yang diterima pada kesempatan tersebut, seluruh peserta dinyatakan non reaktif.

Kami bersyukur semua peserta dalam keadaan sehat dan non reaktif,” ucapnya.

Kata dia, dalam kesempatan itu pihaknya juga membagikan masker sebanyak 50 lembar kepada warga yang ada di sana, serta tak lupa mereka memberikan imbauan terkait protokol kesehatan.

Kami terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mentaati protokol kesehatan, agar tidak terinveksi Covid-19,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro

10 Pelaku UMKM di Mekarjaya dapat Gerobak Wakaf

act beri bantuan
HORE : Serah terima gerobak wakaf dari ACT melalui Global Wakaf kepada pelaku usaha di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Jumat (5/3). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, MEKARJAYA – Aksi Cepat tanggap (ACT) melalui Global Wakaf memberikan bantuan berupa gerobak usaha kepada 10 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terjerat keterbatasan modal.

Diharapkan penerima manfaat dapat mengelola sebaik mungkin untuk mendorong perkembangan ekonomi ditengah pandemi. Proses serah terima jabatan dilakukan di Kantor Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.

Head of Voulenteer ACT Kota Depok, Rigalli Igal menjelaskan bantuan kali ini merupakan program wakaf untuk para pelaku usaha yang memiliki kesulitan. Maka dari itu, ACT bersama donatur menyerahkan 10 unit gerobak agar bisa dipergunakan sebagai kendaraan jual beli. Selain itu, pendampingan usaha kepada para pelaku UMKM turut diberikan.

Pada situasi pandemi beberapa UMKM beralih ke daring. Tetapi tidak dapat dipungkiri ada yang meningkat dan terpuruk. Untuk itulah kami mengadakan bantuan,” jelasnya kepada Radar Depok, Jumat (5/3).

Ia melanjutkan, selain pengadaan gerobak wakaf, pihaknya akan memberikan beberapa bantuan lainnya. Terdapat 50 bantuan yang akan digulirkan secara berkala selama enam bulan. Seperti pendampingan usaha, bantuan dana, dan lainnya. “Semua bantuan itu tidak sekaligus,” tuturnya.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Mekarjaya, Darmawansyah mengatakan bantuan dari ACT tersebut dapat dimanfaatkan dan memajukan usahanya. Mengingat pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat pelaku usaha terdampak sehingga melemahkan ekonomi keluarga.

Kami berterima kasih kepada para donatur dan ACT yang sudah mengalokasikan bantuan. Sekiranya dapat dimanfaatkan kepada pelaku usaha dan membuat usahanya maju,” tutupnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro

Intip 3T Penyebaran Covid-19 di KSTJ RW12 Cipayung : Rapid dan Swab, Dua Orang Reaktif

boks rapid tes
DETEKSI : Rapid tes dan swab antigen dari Polsek Pancoran Mas kepada warga RW12 Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Kamis (4/3). IST

Satu tahun keberadaan Covid-19, membuat semua stakeholder bahu membahu dalam menangani penyebaran korona di lingkungan. Mulai dari tingkat lingkungan oleh pengurus RT/RW hingga tiga pilar. Salah satunya dengan penerapan praktik Tracing, Testing dan Treatment (3T) dengan rapid tes dan swab antigen.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

RADARDEPOK.COM, Terik matahari sangat menyengat kala itu. Tampak beberapa motor terparkir di depan sebuah bangunan berwarna putih. Disitu terpampang jelas “Kantor Sekretariat RW12” di Jalan Bulak Timur 3, Kelurahan/Kecamatan Cipayung.

Beberapa petugas berseragam cokelat juga tengah sibuk menyiapkan sesuatu. empat meja juga disusun sedemikian rupa didalam sebuah ruangan. Tas medis berukuran besar pun dibuka, berisikan alat-alat pendeteksi korona.

Pukul 09:00 WIB, terdengar langkah dari kejauhan. Satu persatu warga mulai berdatangan dan mengisi identitas diri di meja pendaftaran. Setelahnya mereka diminta untuk menunggu gilirannya masing-masing. Bila sudah masuk giliran, maka namanya akan disebutkan oleh petugas medis dari Polsek Pancoranmas.

Seiring berjalannya waktu, dua pria berseragam batik khas Aparatur Sipil Negara (ASN) pun datang, didampingi orang nomer satu di Polsek Pancoranmas dengan lambang satu bunga sudut lima pada kerah bajunya. Mereka adalah Plt Camat Cipayung yang baru, Hasan Nurdin beserta Lurah Cipayung, Suhadi.

Kegiatan ini merupakan rapid tes dan swab yang menjadi program dari Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ) dari Polsek Panmas. Mudah-mudahan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat dan bermanfaat guna mendeteksi Covid-19,” ucap Plt Camat Cipayung, Hasan Nurdin.

Hingga adzan zuhur berkumandang, sebanyak 45 orang telah mengikuti rangkaian kegiatan itu. Sebagian besarnya dinyaakan negatif dari paparan Covid-19. sisanya akan dilakukan Treatment oleh Satgas KSTJ beserta jajaran Polsek Pancoranmas.

dua orang dinyatakan positif dan langsung dilakukan penanganan,” pungkas Ketua RW12 Cipayung, Muhamad Yamin. (*)

Editor : Junior Williandro