satelit

Pemerataan Pembangunan Fokus Musrenbang Kelurahan Cipayung Depok, Begini Alasannya!

Selasa, 4 Februari 2025 | 10:30 WIB
Foto bersama Musrenbang Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung,Kota Depok, di GOR SMK Al- Muhtadin, Senin (3/2). (AGNESYA WIANDA/RADAR DEPOK)

RADARDEPOK.COM-Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2025 RKPD 2026 dengan tema ‘Penguatan Trilogi Pondasi Transformasi, yaitu Transformasi Sosial, Ekonomi, Dan Tata Kelola Yang Inklusif Untuk Mewujudkan Depok Yang Maju, Sejahtera, Dan Berkelanjutan’ di GOR SMK Al- Muhtadin, Kelurahan Cipayung, Senin (3/2).

Lurah Cipayung, Muhammad Syaiful Nazan menjelaskan, tujuan utama Musrenbang untuk meratakan pembangunan di setiap RW dengan tetap memperhatikan prioritas kebutuhan masing-masing wilayah.

“RW harus lebih memahami pentingnya pemerataan pembangunan. Meskipun ada keterbatasan dalam mengakomodasi semua kebutuhan, kita harus memastikan bahwa prioritas yang ditetapkan benar-benar bermanfaat,” jelas Muhammad Syaiful Nazan kepada Radar Depok, Senin (3/2).

Muhammad Syaiful Nazan mengingatkan, pentingnya kepatuhan terhadap prosedur administrasi agar pengajuan dan pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan dengan tertib dan transparan.

“Dana berbasis RW sebesar Rp300 juta harus dimanfaatkan dengan baik sesuai mekanisme yang berlaku melalui proposal kegiatan,” ujar Muhammad Syaiful Nazan.

Baca Juga: Iri Dengan Wilayah Barat dan Timur, Warga Cipayung Dorong Pemkot Depok Bikin Alun-Alun Tengah

Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PDIP, dapil Sawangan, Bojong Sari, Cipayung, Yuni Idriyany menjelaskan, anggaran Rp300 juta per RW merupakan terobosan baru dari janji politik walikota terpilih yang bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.

“Ini merupakan kabar gembira bagi para RW. Sebelumnya, banyak RW merasa kurang mendapatkan keadilan dalam alokasi anggaran. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan pembangunan lebih merata,” jelas Yuni Idriyany.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Babay Suhaeni mengatakan, program dana RP 300 juta per RW yang diinisiasi walikota terpilih memberikan dampak positif bagi pembangunan di tingkat RW.

Namun, Babay Suhaeni menyarankan agar ada fleksibilitas dalam pengadaan alat kesenian dan pilihan material untuk pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Pembangunan Fisik Kelurahan Ratu Jaya Wujudkan Perubahan Depok Maju, Begini Kata Camat Cipayung

“Ada beberapa hal yang menjadi koreksi dan keinginan Pak RW. Misalnya masalah alat kesenian, jangan dipatok untuk hadroh atau marawis, tetapi juga dapat memilih alat musik tradisional lainnya seperti gamelan dan angklung,” kata Babay Suhaeni.

Babay Suhaeni menyoroti, pentingnya kebebasan bagi RW dalam menentukan metode pembangunan infrastruktur, seperti saluran air agar lebih efisien dan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

"Para RW juga meminta kejelasan terkait alokasi anggaran, termasuk berapa persen yang dialokasikan untuk pembangunan fisik. Mereka berharap birokrasi dalam penggunaan dana ini tidak terlalu rumit," tandas Babay Suhaeni. ***

Tags

Terkini