Rabu, 8 Februari 2023

Kenalkan Olahraga Parkour di Depok

- Jumat, 5 Juli 2019 | 09:27 WIB
ENERJIK: Anggota komunitas Kongaroo Depok, berfoto bersama di sela-sela latihan mereka, beberapa waktu lalu. Foto : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK RADARDEPOK.COM, DEPOK- Depok disebut juga sebagai kotanya komunitas. Puluhan bahkan ratusan komunitas telah berdiri di kota ini. Mulai dari komunitas seni, budaya, musik, reptil, hingga komunitas pecinta olahraga Parkour. Mereka menamakan diri Komunitas Kongaroo Depok. Laporan: Indra Abertnego Siregar Kongaroo merupakan sebuah komunitas bagi orang–orang yang menyukai olahraga yang cukup ekstrem, yaitu Parkour. Alasan ekstrem, olahraga ini cara nya dengan melompat-lompat gedung tinggi, dan membutuhkan skill yang tinggi pula. Seperti tersaji di film action terkenal berjudul District 13. Ketua Kongaroo Depok, Raden Pranaya Didva Ramadhan mengatakan, komunitas Kongaroo pertama kali dibentuk pada tahun 2008 silam. Kongaroo memiliki filosofi tersendiri dibalik namanya. “Kongaroo itu terlaihir dari dua kata yaitu Kong artinya kuat, dan Kangguru itu meloncat – loncat jadi kami gabung menjadi Kongaroo karena kami suka meloncat – loncat dan tentunya kuat seperti nama komunitas kami,” kata pria yang akrab disapa Aden ini. Menurutnya, komunitas tersebut dibuat dengan tujuan untuk menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga parkourasi atau yang biasa disebut dengan parkour. “Tujuan kami sama seperti komunitas Parkour lain di Indonesia yaitu menyebarkan olahraga ini,” ujarnya. Dia menjelaskan, Parkour bukanlah olahraga asli Indonesia, melainkan olahraga dari luar yaitu Prancis yang dicipatkan oleh David Belle yang terinspirasi dari ayahnya yaitu Raymond Belle. “Parkour ini ditemukan saat David Belle menekuni kegiatan haling rintang yang namanya Parcours du combatant,” bebernya. Setiap berkegiatan, biasanya para anggota rutin melakukan beberapa gerakan – gerakan dalam Parkour seperti Vaulting yaitu gerakan melompati rintangan, running yaitu berlari, jumping atau melompat, dan landing atau mendarat setelah melakukan lompatan. “Vaulting terbagi ke dalam beberapa gerakan seperti safety, speed, lazy, monkey, kongn kash,dash, dan reverse,” tuturnya. (bersambung)

Editor: redaksi01

Tags

Terkini

TP PKK Kelurahan Kukusan Perangi Stunting

Selasa, 7 Februari 2023 | 22:46 WIB

Serunya Virtual Natu – Run Universitas Indonesia

Selasa, 7 Februari 2023 | 20:31 WIB

Ini Upaya Kader Kukusan Depok Cegah Stunting

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:22 WIB

PN Depok Janji Konsisten Jauhi Suap dan Gratifikasi

Selasa, 7 Februari 2023 | 18:56 WIB

Panglima TNI Pimpin Upacara Alih Kodal PPRC TNI

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:25 WIB

Dinkes Bersama PERSAGI Periksa Gizi Anak di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:45 WIB

PKK Kelurahan Cimpaeun Dorong Posyandu Lebih Kreatif

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:25 WIB

16 Pesantren di Depok Punya Produk Sendiri

Selasa, 7 Februari 2023 | 09:10 WIB
X