Senin, 30 Januari 2023

Waspada DBD di Depok Melonjak, Oktober 309 Kasus

- Kamis, 11 November 2021 | 21:40 WIB

RADARDEPOK.COM, DEPOK - Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) mulai meningkat di Kota Depok. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) pada Oktober 2021, tercatat ada 309 kasus. Jumlah ini naik dibandingkan bulan sebelumnya, sebanyak 212 kasus.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Depok, Umi Zakiati mengatakan, jika dilihat pada grafiknya, kasus DBD terjadi kenaikan pada bulan Oktober Hal tersebut beriringan dengan pergantian musim.


"Pergantian cuaca berpengaruh pada penyebaran atau tumbuh kembang jentik-jentik nyamuk aedes aegypti. Untuk itu masyarakat diminta waspada," ujarnya kepada Radar Depok, Kamis (11/11).


Menurutnya, faktor penyebab lainnya atas kenaikan kasus DBD adalah kepekaan dan kepedulian masyarakat dinilai kurang. Dalam kebersihan lingkungan, khususnya Pemberantasan Saran Nyamuk (PSN).


"Pemahaman dan kemauan masyarakat masih ada yang kurang. PSN dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan," bebernya.


Menurut Umi, pihaknya sudah melakukan monitoring terhadap laporan kasus dari puskesmas, RS, juga fasilitas layanan kesehatan swasta. Dengan tujuan kasus DBD di Depok dapat terus terpantau.


Kami terus melakukan penanganan kasus DBD. Selain juga sudah menginstruksikan puskesmas dan RS untuk menangani pasien DBD sesuai kewenangan dan standar operasional prosedur (SOP),” ucapnya


Mantan Kepala UPTD Puskesmas Cimanggis ini merinci, selama dua bulan, Kecamatan Pancoranmas menduduki peringkat tertinggi kasus DBD, yaitu 51 kasus pada September dan 58 kasus di Oktober 2021.


Disusul peringkat kedua adalah Kelurahan Beji yang menyabet peringkat kedua dengan 30 kasus di September dan 53 kasus pada Oktober 2021. Sedangkat, peringkat ketiga pada September yaitu Kecamatan Tapos sebanyak 24 kasus, dan Oktober diduduki Kecamatan Cilodong dengan Kecamatan Cilodong yakni 32 kasus.


"Kecamatan terendah pertama pada September adalah Kecamatan Bojongsari, 2 kasus, serta Oktober Kecamatan Cinere, 4 kasus. Untuk tahun ini sampai dengan terakhir ada 2 kasus meninggal," tuturnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Apel Akbar di Depok, 11 Ribu Warga NU Jaga Toleransi

Senin, 30 Januari 2023 | 01:54 WIB

Smartfen WOW 100% Depok Dukung Digitalisasi UMKM

Senin, 30 Januari 2023 | 01:47 WIB

Ketua PKK Kelurahan Cimpaeun Dilantik

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:29 WIB

Walikota Sebut Angklung Lebih Baik Daripada Lato-Lato

Sabtu, 28 Januari 2023 | 00:12 WIB

PresGo Camp Asah Kemampuan Siswa SD

Jumat, 27 Januari 2023 | 21:02 WIB

Sukatani Bakal Jalankan 54 Pembangunan di 2023

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:45 WIB

Kakak Beradik jadi Korban Kebakaran di Bojonggede

Jumat, 27 Januari 2023 | 02:16 WIB

Imigrasi Depok Tingkatkan Pelayanan

Jumat, 27 Januari 2023 | 01:59 WIB
X