Minggu, 5 Februari 2023

Nakal, Pelaku Usaha di Jalan Margonda Masih Gunakan Air Tanah

- Kamis, 12 Mei 2022 | 23:32 WIB
ILUSTRASI : Suasana Kota Depok di Jalan Raya Margonda. Pemerintah membeberkan masih banyak pelaku usaha di kawasan tersebut yang menggunakan air tanah. ARNET/RADAR DEPOK
ILUSTRASI : Suasana Kota Depok di Jalan Raya Margonda. Pemerintah membeberkan masih banyak pelaku usaha di kawasan tersebut yang menggunakan air tanah. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK - Pemerintah harus melakukan langkah tegas dengan pebisnis di kawasan Jalan Margonda Raya, pasalnya pengunaan air tanah masih marak dilakukan sehingga penggunaan air jaringan perpipaan masih terbilang minim.


"Kami sudah lakukan strategi dengan membuat kebijakan disinsentif dan insentif, yang membuat nilai pajak air tanah lebih besar daripada tarif air jaringan perpipaan," ungkap Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Wahid Suryono.


Kebijakan tersebut atas ide dari Pemprov Jabar, Depok, hingga PDAM Tirta Asasta untuk memaksimalkan pelaku usaha yang membandel dengan tetap menggunakan air tanah.


Sebab, lanjut Wahid, menggunakan air jaringan perpipaan dapat menyelamatkan kesehatan masyarakat serta lingkungan akibat air dipermukaan terua disedot.


Jadi dengan adanya kebijakan dari strategi tersebut, hitungannya akan lebih murah dengan berlangganan pada air perpipaan dibandingkan menggunakan air tanah karena ada pajak besar yang harus dibayar.


"Jadi disinsentif untuk pajak, insentif untuk air dari perpipaan. Jadinya tarif air perpipaan lebih murah. Ini diharapkan akan mendorong minat orang-orang dari dunia usaha untuk beralih menggunakan air perpipaan," harapnya.


Menurut Wahid, pajak air tanah itu kewenangannya ada di Pemprov Jawa Barat yang bergantung dari pemakaian. Efek dari kebijakan disinsentif-insentif sudah mulai terlihat setelah salah satu perusahaan di Jalan Raya Bogor beralih ke air perpipaan.


Selain dari regulasi pajak air tanah, Wahid mengatakan, Pemkot Depok juga berinvestasi ke PDAM Tirta Asasta yang sudah berstatus perseroda untuk mendorong perluasan jaringan perpipaannya.


Cara terakhir yang disampaikan Wahid agar penggunaan air jaringan perpipaan semakin masif adalah usaha dari internal PDAM sendiri untuk bekerja sama dengan pihak swasta yang hendak membangun usaha.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

1.090 Pengunjung Serbu Vaskin di Balaikota Depok

Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:45 WIB

HUT KE-4 Iwapi Bojongsari Meriah

Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:05 WIB

27 Ribu Lubang Makam di Depok Telah Terisi

Sabtu, 4 Februari 2023 | 10:10 WIB

Warga Pasput Kompak Bersihkan Kali

Sabtu, 4 Februari 2023 | 09:55 WIB

Polsek Sukmajaya Ajak Curhat RW7 Kalibaru

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:39 WIB

27 PJU Mau Terangi Grand Depok City

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:15 WIB

Waspadai KLB Campak Karena Tidak Imunisasi

Jumat, 3 Februari 2023 | 10:00 WIB

Tim Beruang Jawara Fourfeo Kemirimuka

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:25 WIB

Manasik Haji Tingkatkan Edukasi Agama Anak Sejak Dini

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:00 WIB
X