Senin, 6 Februari 2023

Putri: Saya Tidak Menghendaki Pembunuhan Yosua, Bacakan Pleidoi, Mengaku Korban Pelecehan Seksual

- Kamis, 26 Januari 2023 | 06:20 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi  bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (25/1/2023). FOTO:MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS (JAWA POS)
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (25/1/2023). FOTO:MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS (JAWA POS)

RADARDEPOK.COM – Di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin (25/1) Putri Candrawathi membacakan pleidoi berjudul Surat dari Balik Jeruji: Jika Tuhan Mengizinkan Saya Kembali Memeluk Putra-Putri Kami. Nota pembelaan itu dia tulis di Rumah Tahanan Kejaksaan Agung (Rutan Kejagung) sel nomor 2.

Putri menepis semua dakwaan serta tuntutan yang dialamatkan kepada dirinya dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Polisi Yosua Hutabarat. Kepada majelis hakim, istri Ferdy Sambo itu menegaskan bahwa dirinya merupakan korban pelecehan seksual. Pelakunya, menurut dia, adalah Yosua. ”Orang yang selalu kami perlakukan dengan sangat baik, yang kami anggap keluarga,” ujarnya.

Putri mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada 7 Juli 2022. Persis bertepatan dengan hari jadi pernikahan Putri dan Sambo yang ke-22. Sehari setelahnya, 8 Juli 2022, peristiwa berdarah terjadi di rumah dinas kepala Divisi Propam Polri, kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Yosua ditembak dan meninggal di tempat. Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Putri turut serta melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua. Putri dituntut hukuman delapan tahun penjara.

Baca Juga: Lima U-turn di GDC Depok Ditutup, Ada Satu yang Batal

Di depan majelis hakim, Putri menyatakan tidak memahami tuduhan yang ditujukan kepada dirinya. Sebaliknya, dia mengungkapkan bahwa kebahagiaannya bersama Sambo dan keluarga telah direnggut pada 7 Juli tahun lalu. ”Yang lebih sulit saya terima, pelakunya adalah orang yang kami percaya. Orang yang kami tempatkan sebagai bagian dari keluarga dan bahkan kami anggap anak,” beber dia.

Peristiwa yang disebut Putri sebagai tindak pelecehan seksual itu membuat dirinya trauma mendalam. Dia takut dan malu. Hingga dia menceritakan peristiwa tersebut kepada Sambo. ”Saya hancur dan malu sekali saat harus menceritakan kejadian kelam tersebut,” ujarnya.

Putri menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu peristiwa penembakan Yosua. Sebab, dia tengah beristirahat di dalam kamar ketika peristiwa itu terjadi. Putri tegas menyatakan tidak pernah menginginkan, menghendaki, merencanakan, atau melakukan perbuatan bersama-sama untuk menghilangkan nyawa Yosua. ”Saya sepenuhnya tidak mengetahui suami saya akan datang ke Duren Tiga 46, lokasi di mana saya sedang beristirahat melakukan isolasi dan menunggu hasil tes PCR,” bebernya.

Baca Juga: Menyelami Wahana Berbahaya Tong Setan di Depok (2-Habis) : Taruhkan Nyawa Demi Rupiah, Senang Jika Ramai Sawer

Lebih lanjut, Putri menyatakan tidak tahu-menahu peristiwa penembakan Yosua dan menolak disebut berganti baju menggunakan pakaian seksi oleh jaksa. Dia menepis tuntutan jaksa yang menyebut dirinya telah berselingkuh dengan Yosua. Menurut Putri, tuntutan itu adalah fitnah. Pun, dengan informasi yang menyatakan bahwa dirinya berselingkuh dengan mantan anak buahnya di rumah, Kuat Ma’ruf.

Arman Hanis, penasihat hukum Putri, mengatakan bahwa kliennya harus dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan. ”Menyatakan terdakwa Putri Candrawathi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana atau tindak pidana pembunuhan secara bersama-sama,” beber dia.

Halaman:

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prabowo Muji Presiden Jokos Widodo Setinggi Langit

Senin, 6 Februari 2023 | 16:15 WIB

62 Ribu Jamaah Haji Lansia, Kemenag Siapkan ini?

Senin, 6 Februari 2023 | 15:40 WIB

Geis Chalifah Ungkap Anies Baswedan Taat Janji

Senin, 6 Februari 2023 | 12:53 WIB

Fikih Berubah

Senin, 6 Februari 2023 | 08:03 WIB

Abad Fikih

Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:33 WIB
X