RADARDEPOK.COM-Gerakan Relawan Untuk Supian Suri (Geruss) melakukan konsolidasi dengan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah sebagai Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota untuk mengeluarkan Depok dari permasalahan yang pelik.
Konsolidasi yang berlangsung di Kantor DPC PKB Kota Depok, yang saat ini dialih fungsikan sebagai Posko Pemenangan Chandra Rahmansya, di Jalan Siliwangi, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Senin (20/8/2024).
Baca Juga: Misi Budaya, Kemenlu Kirim Ayodya Pala Tampil INA-LAC 2024 di Peru
Ketua Geruss Eny Yuliastiny Mochammad menegaskan, konsolidasi ini menjelaskan betapa pentingnya warga Kota Depok membuka mata dan telinga terhadap berbagai permasalahan yang belum terselesaikan oleh pemerintahan petahana.
Sehingga dengan begitu, Geruss menuntut perubahan nyata demi masa depan Depok yang lebih baik dalam Pilkada Depok 2024.
“Masalah-masalah seperti sampah, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan polemik lainnya di Depok sudah terlalu lama berlarut-larut tanpa penyelesaian yang memadai. Ini bukan lagi sesuatu yang bisa ditolerir, dan harus segera dituntaskan,” tegas Eny Yuliastiny.
Dirinya menyoroti, warga Depok telah terjebak dalam lingkaran permainan politik selama 20 tahun, di mana harapan masyarakat, terutama generasi muda, telah dirusak kepentingan kelompok tertentu. Dan permainan politik semacam itu harus dihentikan.
Baca Juga: Gerak Cepat, Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Lahan UIII Depok Memasuki Persiapan Tahap Akhir
Menurutnya, seorang pemimpin di ranah eksekutif harus memiliki kualitas leadership yang jelas dan kuat demi kepentingan masyarakat, bukan sekadar untuk kepentingan kelompok tertentu.
Eny Yuliastiny, mencontohkan masalah sampah yang menjadi momok bagi masyarakat, banyaknya anak-anak miskin yang kehilangan harapan karena tidak mampu membayar biaya sekolah, pasar yang regulasinya bermasalah, dan ketidakjelasan pengaturan anggaran CSR perusahaan sebagai bukti dari ketidakmampuan kepemimpinan petahana dalam memenuhi kebutuhan warganya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti konsep politik uang yang jelas terlihat dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) sebelumnya. Dan ini harus menjadi pekerjaan rumah besar bagi KPU dan Bawaslu agar dapat diberantas dalam Pilkada Depok November mendatang.
Baca Juga: Film Horor yang Akan Segera Hadir di Bioskop dengan Kengerian Saat Terjebak di Pulau Misterius!
“Jika KPU dan Bawaslu tidak mampu menuntaskan masalah ini, GERUSS siap menjadi garda terdepan untuk mengangkat kasus ini dan membawa oknum-oknum yang terlibat ke ranah hukum,” tegas Eny Yuliastiny.
Sebagai langkah preventif, ia mengajak seluruh relawan pendukung pasangan calon Supian Suri dan Chandra Rahmansyah untuk membentuk tim advokasi hukum.
Tim ini bertujuan untuk mengawal jalannya Pilkada Depok serta mengawasi kinerja KPU dan Bawaslu, sehingga praktik politik uang dapat dicegah secara maksimal.