Selasa, 7 Februari 2023

Debat Publik Paslon Pilkada Depok : Saling Serang Gagasan

- Senin, 23 November 2020 | 07:00 WIB
Suasana debat publik paslon Pilkada Depok tahun 2020. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tampil perdana pada debat publik, kedua Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Depok saling 'serang' ide dan gagasan, Minggu (22/11). Debat yang disiarkan langsung tersebut, mengambil tema Tata Kelola Pemerintahan, Pelayanan Publik dan Hukum di Kota Depok Dalam Era Kebiasaan Baru. Paslon nomor urut 1 Pradi Supriatna dan Afifah Alia, serta Paslon nomor urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono tampil agresif dalam setiap menjawab pertanyaan. Begitu pun ketika menanggapi pertanyaan lawannya. Debat yang berlangsung hampir dua jam tersebut pembahasannya menjadi lebih menarik. Di antaranya, Cawalkot nomor urut 1, Pradi Supriatna menjelaskan soal angkutan massal. Ia menyebutkan, Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor, fakta yang terjadi saat itu sudah membuat bersama-sama rencana terkait dengan terintegrasinya angkutan massal. Namun demikian, beberapa wilayah sudah on going terkait LRT, dan Kota Depok belum. “Ini mudah-mudahan ke depan, terkait hal ini kami akan terus berkomunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat,” terang Pradi. Selain itu lanjut Pradi, dalam mengatasi persoalan kemacetan pihaknya akan meluaskan jalan-jalan yang ada, tapi komit kepada rencana tata ruang. Dan ingin konektivitas antar wilayah, tidak hanya bertumpuk pada tengah kota saja. Ia pun akan melibatkan berbagai stakeholder terutama para ahli dan akademisi untuk hal seperti ini. “Saya yakin masyarakat Depok dari periode tiga, empat, sampai lima tahun ini akan merasakan apa yang kami kerjakan di masa periode kami,” ucap Pradi. Kemudian Afifah menambahkan, tahun pertama pastinya akan melakukan perencanaan, di tahun ke dua akan dimulai eksekusinya, di tahun ketiga, keempat, dan kelima semoga masyarakat Kota Depok sudah merasakan apa yang sudah dieksekusi. “Intinya adalah Pemkot Depok harus segera menyediakan lahan untuk bisa menyerap anggaran dari pusat dan provinsi,” tutur Afifah. Pernyataan Paslon nomor urut 1 tersebut kemudian ditanggapi oleh Paslon nomor urut 2. Mohammad Idris mengatakan, baginya tidak hanya atau baru merencanakan, tapi ia sudah melakukan sebelumnya. Suasana debat publik paslon Pilkada Depok tahun 2020. FOTO : ISTIMEWA   Pertama, tentang studi angkutan massal berbasis rel, dengan menghasilkan empat koridor. Ini sudah dilakukan, bekerjasama dengan BPTJ dalam studi lanjutan angkutan massal berbasis rel pada tahun ini. Juga JR Connection dari GDC ke Jakarta dan JA Connection dari Terminal Terpadu dan Cinere ke Bandara Soekarno Hatta. Penataan shelter ojek online pun sudah dilakukan. Manajemen rekayasan lalulintas dengan Sistem Satu Arah (SSA) atas restu dan kesepakatan dari Kementerian Perhubungan. Lalu kanalisasi kendaraan roda dua dan empat bekerjasama dengan Polres di Jalan Margonda Raya khususnya. “Dan juga yang terakhir, kami sudah membentuk Dewan Transportasi Kota. Jadi bukan perencanaan lagi, ini sudah dilakukan dan akan kami lanjutkan,” tutur Idris. Idris melanjutkan, karena memang prestasi-prestasi yang sudah diraih di antaranya jumlah CTS dengan lima CCTV yang ada di traffic light. Ia juga mengaku telah mendapatkan Wahana Tata Nugraha tahun 2019 atas penilaian kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan. “Kami juga meraih penghargaan dari Polda yaitu Road Safety Partnership action,” ujar Idris. Pernyataan Idris tersebut ditanggapi Pradi. Pradi mengatakan, pada saat mendapatkan Wahana Tata Nugraha, karena itu sifatnya ekspose dari 524 kabupaten/kota se-Indonesia dan kebetulan yang ekspose adalah dirinya di Kementerian Perhubungan bersama dengan kepolisian saat itu. “Saya dengan Dishub Kota Depok, ekspose perencanaan ini dan hasilnya luar biasa. Kami mendapatkan angka seratus tanpa cacat,” ujar Pradi. Namun demikian menurut Pradi, hendaknya komunikasi yang efektif antara Kota Depok sebagai daerah penyangga ibu kota tentunya tidak bisa lepas dari ibu kota dan pemerintah pusat. “Nah, ini kami beberapa kali komunikasi yang solid, kucuran-kucuran terkait kemudahan mendapatkan transportasi publik ini betul-betul bisa terealisasi,” ucap Pradi. Kemudian debat berlanjut pada pertanyaan untuk Paslon nomor urut 2, tentang birokrasi. Pertanyaan yang dilontarkan pembawa acara yaitu inovasi, strategi, dan kebijakan apa yang akan diciptakan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan ramah informasi teknologi? Suasana debat publik paslon Pilkada Depok tahun 2020. FOTO : ISTIMEWA   Menjawab pertanyaan itu, Idris menuturkan, harus sama-sama mengetahui, menyadari bahwa adanya kesenjangan antara jumlah ASN yaitu 6.595 harus melayani 2,4 juta warga. Artinya, rasionya adalah satu ASN harus melayani 370 warga. Beda dengan misalnya Kota Bandung, ASN sudah satu banding seratus dalam melayani warga. Sehingga memang pihaknya akan terus meningkatkan permohonan kepada MenPAN-RB untuk meningkatkan diangkatnya ASN Kota Depok, khususnya tenaga-tenaga teknis. “Alhamdulillah kinerja dari OPD-OPD yang ada di Kota Depok ini penilaian dari inspektorat dan juga dari KPK bahwa penilaian kinerja sekarang sudah mendapat nilai predikat B, yang seharusnya tahun ini bisa BB. Tetapi memang karena Covid-19, kami akan targetkan tahun depan berpredikat BB, ini yang kami inginkan,” tegas Idris. Idris menilai, prestasi ASN saat ini sangat luar biasa sekali, mereka bisa melayani masyarakat dengan jumlah yang sekian dengan kelemahan dan kekurangan yang ada. Maka ia akan meningkatkan dan membangun platform westle blowing system. Nantinya masyarakat bisa mengadukan langsung lewat gadgetnya, jika ada tindakan-tindakan yang kurang menyenangkan di kalangan masyarakat. Pernyataan tersebut kemudian dilanjutkan Imam. “Warga Depok tahukah bahwa kami sudah punya Depok Single Window. Nanti ke depan kami akan perdalam lagi untuk aplikasi tersebut. Jadi seluruh warga Depok cukup dalam pelayanan lewat handphone saja,” lanjut Imam. Sementara itu, Afifah menanggapi. Ia menyarankan Idris bahwa harus turun ke masyarakat, harus merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Afifah mengatakan, di Kota Depok pembuatan KTP saja menjadi hal yang sulit. “Dan tadi kalau pak Idris bilang bahwa mungkin perizinannya belum lengkap, kami kalau mengajukan perizinan akan dapat tanda terima kalau perizinanya sudah lengkap. Tetapi kami tidak pernah tahu berapa lama perizinan itu akan selesai. Karena Pemkot Depok tidak pernah mencantumkan berapa lama perizinan, berapa biaya perizinan, dan tidak ada telpon pengaduan. Aplikasi-aplikasi yang dibuat tidak banyak, tapi implementasinya belum ada,” ucap Afifah. Jadi ke depannya lanjut Afifah, pihaknya akan menempatkan orang pada tempatnya the righ man and the right place sangat penting. Karena saat ini Pemkot Depok belum menempatkan ASN pada tempatnya. Contohnya adalah untuk pembuatan jalan, masih tidak sesuai dengan standar jalan. Saluran ada di kiri jalan miring ke kanan. Trotoar yang baru dikerjakan sudah rusak, membuat jembatan tanpa saluran air. “Jadi, saran saya turun terus ke masyarakat, jangan hanya bangga dengan penghargaan-penghargaan. Sementara masyarakat Kota Depok merasakan hal yang sangat berbeda,” kata Afifah. Suasana debat publik paslon Pilkada Depok tahun 2020. FOTO : ISTIMEWA   Pernyataan Afifah tersebut langsung ditanggapi Idris. Idris mengatakan, yang lebih luar biasa lagi jangan sampai ada orang mencederai kerja-kerja ASN di Pemerintah Kota Depok. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kota Depok tahun 2019 ini kategori baik 76,99. “Artinya IKM dengan melayani satu banding 360 orang, tetapi IKM nya itu sampai mencapai 76,99, lebih tinggi dari IKM dari kota-kota di Jabodetabek, bisa dilihat perbandingannya,” ujar Idris. Imam pun ikut menimpali. Menurutnya, mungkin Afifah mengalami pelayanannya pada waktu 12 tahun yang lalu, mungkin. Karena waktu itu ceritanya seperti itu. Sekarang sudah sangat jauh berbeda pelayanannya sudah mantap. “ASN Kota Depok sudah secara baik, dan kedepan kami kembangkan dengan Depok Single Window. Mari bersama-sama membangun Kota Depok,” pungkasnya. (rd/gun)   Jurnalis : M. Agung HR Editor : Pebri Mulya

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X