Kamis, 9 Februari 2023

PKS Minta Awasi Pelaksanaan DMO CPO

- Senin, 7 Februari 2022 | 23:25 WIB
Wakil Ketua FPKS DPR RI Mulyanto. Dok. DPR RI
Wakil Ketua FPKS DPR RI Mulyanto. Dok. DPR RI

RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Wakil Ketua FPKS DPR RI Mulyanto minta Pemerintah bentuk tim pengawas. Tim ini bertugas mengawasi pelaksanaan DMO CPO sekaligus menindak perusahaan CPO dan minyak goreng yang terbukti terlibat kartel.


Mulyanto minta Pemerintah jangan segan menindak siapapun yang terbukti mengacaukan sistem produksi dan distribusi minyak goreng. Karena perbuatan mereka telah menyengsarakan masyarakat.
"Tim terdiri dari Kementerian terkait, Kepolisian dan Kejaksaan. Tim ini harus kuat karena berhadapan dengan kartel yang ditenggarai mempunyai jaringan luas," tegas Mulyanto kepada wartawan, Senin (7/2).
Anggota Komisi VII DPR RI ini minta Pemerintah untuk konsisten dan tegas dalam menerapkan kebijakan DMO CPO ini. Jangan sampai mencla-mencle dan terkesan takut kepada taipan minyak sawit.
"Hari ini masih banyak laporan masyarakat, bahwa minyak goreng curah sulit ditemui di pasaran. Untuk itu Pemerintah mengawasi rantai distribusi CPO dan minyak goreng ini untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan DMO tersebut,” katanya.
Pria yang akrab disapa Pak Mul ini menambahkan berkaca dari pengalaman DMO batubara, Pemerintah perlu melakukan evaluasi bulanan dan penerapan denda fee kompensasi yang signifikan bagi pengusaha nakal. Bahkan bila perlu dijatuhkan sanksi tegas berupa pencabutan izin ekspor atau izin produksi.
Menurutnya, kompetisi antara bahan bakar (biofuel) dan bahan makanan (minyak goreng) terhadap CPO ini dapat dicegah dengan kebijakan DMO ini. Apalagi kedua komoditas tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang harganya harus dijaga stabil.
"DMO ini kan sebentuk sharing the pain dari para pengusaha sawit yang selama ini menikmati untung dari CPO untuk pembangunan nasional termasuk ketahanan energi. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kuota CPO untuk memenuhi kebutuhan pasar minyak goreng dan biofuel domestik secara bersama-sama,” ucapnya.
“Apalagi kita telah berkomitmen untuk terus mengembangkan biofuel dalam rangka menekan impor BBM, reduksi karbon dan mengurangi defisit transaksi berjalan,” tutupnya. (rmol/rd)


Editor : Ricky Juliansyah

Editor: Ricky Juliansyah

Tags

Terkini

Pemilu 2024, Jumlah Dapil dan Kursi Naik

Rabu, 8 Februari 2023 | 11:51 WIB
X