Rabu, 29 Maret 2023

Revisi UU Parisiwata : Ikuti Perkembangan Zaman hingga Gairahkan Perekonomian

- Selasa, 31 Januari 2023 | 19:31 WIB
SAPAWARGA : Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Nuroji bersama Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno dalam Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng Industri Kreatif Berbasis Lingkungan di Kampung Kreatif Laskaru, Jagakarsa, Jakarta Selatan. DOK.NUROJI
SAPAWARGA : Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Nuroji bersama Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno dalam Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng Industri Kreatif Berbasis Lingkungan di Kampung Kreatif Laskaru, Jagakarsa, Jakarta Selatan. DOK.NUROJI

RADARDEPOK.COM-Melihat perkembangan zaman dengan teknologi yang semakin canggih, DPR RI tengah menggodok Undang Undang pariwisata pada Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Nuroji dihadapan masyarakat saat melangsungkan Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng Industri Kreatif Berbasis Lingkungan di Kampung Kreatif Laskaru, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Saya pikir ini harus direvisi, sudah ketinggalan zaman di era teknoogi seperti ini,” ungkapnya yang mendapingi Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, kemarin.

Menurut Nuroji, aturan tersebut sudah tak sesuai atau relevan dengan situasi dan regulasi yang ada saat ini sehingga diperlukan evaluasi untuk menyesuaikan perkembangan industri pariwisata.

"Perubahan untuk pariwisata berkelanjutan, kami sedang menggodok itu dan merumuskan dalam RUU-nya, yang dimaksud pariwisata berkelanjutan itu apa," papar Nuroji.

Beberapa isu lain, lanjut Nuroji, yang urgent adalah peran atau sinergi antarpemerintah untuk memajukan pariwisata lokal.

"Tadi juga sempat dikeluhkan juga saat diskusi tadi. Itu juga menjadi salah satu perubahan UU pariwisata itu," lanjutnya.

Menurut wakil rakyat dari Dapil Jabar VIII (Kota Depok-Kota Bekasi) ini, isu tersebut berkaitan dengan agenda sekarang dilaksanakan, seperti lingkungan, pariwisata dan budaya yang menjadinsatu kesatuan yang harus disinergikan.

"Membangun pariwisata itu tidak hanya satu sektor, tidak hanya dari sisi alamnya saja, tapi harus di lihat juga harus disinergikan dengan budaya, tapi konservasi budaya itu sangat penting," paparnya.

Dirinya mengungkapkan, beberapa waktu lalu Kemenparekraf juga membantu Betawi Ngoempoel Creative Center untuk mengeksplorasi sejarah dan Budaya Depok bagi generasi muda.

"Salah satunya budaya Gong Si Bolong. Gong Si Bolong ini juga berkaitan dengan Kali Krukut, jadi dua tema itu sangat tepat untuk diambil dan dijadikan ajang kontes yang tepat untuk anak-anak kita," katanya.

Hal itu, Nuroji menambahkan, merupakan salah satu isu yang sedang digodok di DPR RI, bagaimana isu-isu konservasi pariwisata tidak saling berbenturan.

"Seperti isu Borobudur kemarin, jika dikunjungi banyak orang akan terjadi kerusakan, jadi untuk mengurangi jumlah pengunjung, pemerintah menaikkan harga tiket masuknya," imbuh Nuroji.

Menurut Nuroji, menaikkan tiket masuk untuk melindungi dan mengonservasi tempat pariwisata, baik budaya dan alam bukan solusi yang tepat.

Halaman:

Editor: Arnet Kelmanutu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nasdem Cilodong Depok Makin Solid, Ini Caranya

Minggu, 19 Maret 2023 | 21:52 WIB

Heri Setiono Mancing Bareng Sambut Ramadan 

Minggu, 19 Maret 2023 | 19:20 WIB
X