Kamis, 9 Februari 2023

Ngaji 3 Hari 3 Malam Tanpa Putus

- Sabtu, 1 Juli 2017 | 08:16 WIB
PEMBUKAAN: Suasana pembukaan pengajian 3 hari 3 malam, tradisi perayaan Hari Raya Idul Fitri di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari. Foto:Ade/Radar Depok Tradisi Hari Raya Idul Fitri Kelurahan Curug, Bojongsari Sungkeman dengan kedua orang tua, halal bi halal ke sanak saudara hingga ziarah ke makam keluarga, merupakan beberapa tradisi turun temurun yang dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri. Namun, di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, ada satu tradisi unik dalam merayakannya, yakni dengan membaca Al-Qur'an 3 hari 3 malam tanpa putus. LAPORAN: ADE RIDWAN YANDWIPUTRA Hari Raya Idul Fitri atau banyak orang menyebutnya dengan Hari Lebaran, merupakan hari kemenangan bagi setiap umat muslim diberbagai belahan dunia. Setelah berjuang menahan hawa nafsu selama sebulan penuh di Bulan Ramadan. Dalam merayakannya pun ada tradisi-tradisi turun temurun yang masih diwarisi hingga sekarang. Seperti sungkeman dengan kedua orang tua, halal bi halal ke sanak saudara, hingga ziarah ke makam keluarga yang telah pergi mendahului. Seluruh aktifitas tersebut sering dilihat saat lebaran tiba. Namun, ada satu tradisi yang unik di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari dalam merayakan bulan kemenangan tersebut. Makam-makam diwilayah Kelurahan Curug terlihat padat saat lebaran hari kedua tiba. Kepadatan tersebut diikuti dengan alunan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan beberapa Qoriah secara bergantian selama 3 hari 3 malam secara berturut-turut tanpa putus Ketua RW07, Kelurahan Curug Zainudin mengatakan, tradisi ngaji 3 hari 3 malam tersebut sudah merupakan tradisi turun temurun diwilayah Kelurahan Curug yang dilakoni warga sekitar. “Memang setiap Idul Fitri ada pengajian di semua makam di Kelurahan Curug. Salah satunya di Makam Poncol, RW07. Saya juga kurang tahu, kapan awal mula dan ceritanya, karena dari dulu emang begitu,” katanya. Zainudin mengungkapkan pengajian dimulai sejak Lebaran hari kedua yakni tanggal 26 Juni dan berakhir tanggal 29 Juni atau lebaran hari kelima. Mekanisme pengajiannya, yakni secara estafet dari Qoriah satu dengan yang lainnya. “Ngajinya sendiri-sendiri, setiap Qoriah dapat kesempatan 1 kali ngaji selama 1 jam, kemudian digantikan Qoriah lain yang jumlahnya ada 25 Qoriyah,” lanjutnya. Selama satu Qoriyah sedang mengaji di ruang khusus yang disediakan di saung yang terletak di makam tersebut, Qoriyah lainnya menunggu diluar sambil mempersiapkan diri untuk menerima giliran membaca Al Qur'an. Pembacaan ayat Suci Al-Qur'an selama 3 hari 3 malam tersebut tujuannya, lanjut Zainudin, guna mendoakan para sanak saudara yang telah mendahului meninggalkan kewajibannya di dunia. Lebih jauh Zainudin mengatakan, sistem pemilihan Qoriah yakni ditunjuk oleh panitia yang telah dibentuk beberapa hari sebelum Lebaran tiba. “Penunjukkan Qoriyah sudah menjadi tanggungjawab panitia pokoknya diambil dari warga sekitar RW07,” katanya. Tahun ini para Qoriyah berhasil menghatamkan sebanyak 3 kali dan menurut Zainudin jumlah khatam Quran tersebut tidak tentu tergantung kecepatan sang Qoriyah dalam membacakan dan melantunkan ayat suci alquran. “Pokoknya harus selesai 3 hari 3 malam,” katanya. (*)

Editor: redaksi01

Terkini

TP PKK Kelurahan Kukusan Perangi Stunting

Selasa, 7 Februari 2023 | 22:46 WIB

Ini Upaya Kader Kukusan Depok Cegah Stunting

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:22 WIB

Panglima TNI Pimpin Upacara Alih Kodal PPRC TNI

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:25 WIB

Dinkes Bersama PERSAGI Periksa Gizi Anak di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:45 WIB

PKK Kelurahan Cimpaeun Dorong Posyandu Lebih Kreatif

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:25 WIB

RW14 Bojongsari Depok Galakan PHBS

Senin, 6 Februari 2023 | 19:14 WIB

Kelurahan Mampang Depok Siap Songsong Pemilu 2024

Senin, 6 Februari 2023 | 11:00 WIB
X