Kamis, 9 Februari 2023

KPM BLT di RW03 Sawangan Depok Disoal, Kenapa Ya

- Jumat, 16 September 2022 | 08:50 WIB
BANTUAN : Salah satu warga RW3 Sawangan ketika menerima BLT BBM di Posyandu Anggrek RW3, Jalan Abdul Wahab, Gang Poncol, RT2/3, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kamis (15/09). ALDY RAMA/RADAR DEPOK
BANTUAN : Salah satu warga RW3 Sawangan ketika menerima BLT BBM di Posyandu Anggrek RW3, Jalan Abdul Wahab, Gang Poncol, RT2/3, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kamis (15/09). ALDY RAMA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disalurkan dari Kementrian Sosial (Kemensos) melalui Pos Indonesia mendapat kritik dari pengurus lingkungan RW3 Sawangan, saat membagikan BLT BBM di Posyandu Anggrek RW3, Jalan Abdul Wahab, Gang Poncol, RT2/3, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan.


Karena, BLT BBM yang diberikan kurang tepat sasaran. Bahkan, beberapa data yang didapat masih ditemukan warga yang mampu, bahkan sangat mampu. Pasalnya, bantuan yang diberikan seharusnya dikhususkan bagi warga yang kurang mampu.


Ketua RW3 Sawangan, Mochamad Sadikin mengungkapkan, BLT BBM yang diberikan dari Kemensos melalui Pos Indonesia, terdapat beberapa data KPM yang kurang tepat sasaran. Artinya, beberapa daftar yang tercantum sebagai penerima manfaat merupakan orang yang mampu.


“Sementara, kami selaku pengurus lingkungan sebagai perantara hanya menjalankan tugas untuk menyalurkannya melalui Pos Indonesia kepada warga yang sudah terdaftar dari Kemensos,” ungkap Qnoey sapaan akrabnya kepada Radar Depok, Kamis (15/09).


Qnoey melanjutkan, banyak warga yang tidak mendapatkan BLT BBM tersebut melakukan protes, secara langsung maupun sindiran lewat status Whatsapp.


“Protes warga yang dilontarkan berupa ungkapan perihal warga yang sudah mampu bisa mendapatkan bantuan tersebut, sedangakan mereka yang kurang mampu tidak mendapatkannya,” ucapnya.


Qnoey mengatakan, data yang tercantum dari kemensos yang diperoleh dari kelurahan sebanyak 171 KPM, dengan pemberian uang tunai Rp500 ribu untuk satu KPM.


“Warga yang ingin mendapatkan BLT BBM cukup mengajukan KTP asli yang bersangkutan. Bagi KPM yang berhalangan hadir, dapat menunjukkan KTP dan foto copy Kartu Keluarga (KK) sebagai bukti perwakilan dari penerima yang berhalangan hadir,” ungkapnya.




-
MENUNJUKKAN : Salah satu warga yang menunjukkan uang tunai BLT BBM senilai Rp500 ribu, Kamis (15/09). ALDY RAMA/RADAR DEPOK

Terkait data yang kurang tepat sasaran, ucap Qnoey, diharapkan pihak Kemensos maupun pihak terkait memberikan kesempatan bagi pengurus lingkungan RT/RW, untuk mengevaluasi data warga yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut agar tepat sasaran.

Halaman:

Editor: Ricky Juliansyah

Tags

Terkini

TP PKK Kelurahan Kukusan Perangi Stunting

Selasa, 7 Februari 2023 | 22:46 WIB

Ini Upaya Kader Kukusan Depok Cegah Stunting

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:22 WIB

Panglima TNI Pimpin Upacara Alih Kodal PPRC TNI

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:25 WIB

Dinkes Bersama PERSAGI Periksa Gizi Anak di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:45 WIB

PKK Kelurahan Cimpaeun Dorong Posyandu Lebih Kreatif

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:25 WIB

RW14 Bojongsari Depok Galakan PHBS

Senin, 6 Februari 2023 | 19:14 WIB

Kelurahan Mampang Depok Siap Songsong Pemilu 2024

Senin, 6 Februari 2023 | 11:00 WIB
X