Selasa, 31 Januari 2023

Stunting Abadijaya Depok Turun 152 Kasus, Simak Caranya

- Jumat, 25 November 2022 | 23:29 WIB
KERJANYATA : Mendukung Program Pemerintah Kota Depok menjadi kota ramah anak Kelurahan Abadijaya merealisasikan D'sunting Menara, dengan program Berjamaah itu penting, Jum'at (25/11). WILDAAPRIYANI/RADARDEPOK
KERJANYATA : Mendukung Program Pemerintah Kota Depok menjadi kota ramah anak Kelurahan Abadijaya merealisasikan D'sunting Menara, dengan program Berjamaah itu penting, Jum'at (25/11). WILDAAPRIYANI/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM-Dalam rangka mensukseskan program Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Kota Ramah Anak (D’Sunting Menara), Kelurahan Abadijaya rutin melaksanakan kegiatan  Bersama jum'at berkah Penuntasan Stunting (Berjamaah itu Penting), Jum'at (25/11).

Lurah Abadijaya, Sodik Murdiono mengatakan, guna menuntaskan angka stunting yang mencapai 152 balita di kelurahan ini, kami menggunakan cara dan strategi yang berbeda.

"Februari sampai Agustus mencapai 152 balita stunting. Maka dari itu, kami membuat sebuah konsep untuk menuntaskan stunting di Abadijaya," jelasnya Kepada Harian Radar Depok, Jum'at (25/11).

Kelurahan Abadijaya terdapat 29 Rukun Warga (RW), yang dominasi dengan balita stunting yaitu RW/1, RW/2, RW/28, dan RW/29.

Melihat keefektifan dari program yang dilakukan, Sodik Murdiono menargetkan Desember close dan evaluasi. Program kedepannya yaitu Deklarasi RW Zero Stunting.

"Alhamdulillah, selama 4 bulan ini angka 152 turun menjadi 45 balita. Kegiatan ini rutin dilakukan pada bulan Agustus-November di hari Jum'at. Target kami Desember close dan evaluasi, seberapa efektif dan seberapa hasil dari progres yang dilakukan. Kalau memang ini paling efektif, maka Januari kedepan kami akan coba teruskan," ujarnya.

Lanjutnya, dalam kegiatan ini menggerakan stakeholder, RW, kader, dan masyarakat yang biasa membuat gerakan Jum'at berkah.

"Kami mengajak dan merangkul masyarakat untuk peduli juga terhadap balita stunting. Selain gerakan berjamaah itu penting, kader, rw terus mendata, memberikan penyuluhan, dan memberikan pemahaman orang tua.

Penyebab Stunting pada anak dapat disebabkan oleh beragam faktor, seperti tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang normal anak, kurangnya asupan nutrisi saat di dalam kandungan dan setelah lahir, serta pola asuh.

"Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya memperhatikan kesehatan ibu hamil, pola asuh, pernikahan muda. Maka dari itu, program kota sudah dilakukan dan diinformasikan lewat RT dan RW, yaitu sekolah Pra Nikah, melalui tim PKK,” ungkapnya.

Dengan harapan, kasus Stunting dan gizi buruk di Kelurahan Abadijaya bisa tuntas, dan mampu merealisasikan program D’Sunting Menara lewat program Berjamaah itu penting. (mg7)

Jurnalis : Wilda Apriyani

Editor : Arnet Kelmanutu

Editor: Febrina

Tags

Terkini

Dapat 52 Suara, Abi Ketua Katar Gandul Depok

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:10 WIB

Harjamukti Laksanakan Program Kampung Caraka

Senin, 30 Januari 2023 | 23:08 WIB

Pokja Sehat Cimpaeun Atasi Stunting

Senin, 30 Januari 2023 | 23:05 WIB

Depok Jaya Ambisi Bebas Banjir

Senin, 30 Januari 2023 | 22:24 WIB

Jalan Pramuka Mampang Tercemar Sampah

Senin, 30 Januari 2023 | 22:09 WIB

Begini Cara Curanmor Beraksi di Grogol Depok

Senin, 30 Januari 2023 | 19:11 WIB

Ketua PKK Kelurahan Cimpaeun Dilantik

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:29 WIB

Sukatani Bakal Jalankan 54 Pembangunan di 2023

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:45 WIB

Lapangan PSP Sawangan Resmi Bersoperasi

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:47 WIB

Upaya BKM dan LKM Sukseskan Program Pemerintah

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:40 WIB

Pokja Kelurahan Sehat Kecamatan Tapos Dikukuhkan

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:32 WIB

108 Warga Sawangan Terima Sertifikat PTSL

Rabu, 25 Januari 2023 | 22:42 WIB
X