Senin, 6 Februari 2023

139.709 Pekerja Depok di Bom Rp2,4 Juta

- Senin, 10 Agustus 2020 | 09:27 WIB
ILUSTRASI PEKERJA : Pekerja beraktifitas pada salah satu mall di Kota Depok, dengan menggunakan masker dan pelindung wajah. Pemerintah pusat berencana akan memberikan bantuan kepadda pekerja yang mempunyai gaji dibawah 5 juta rupiah. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Pekerja atau karyawan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan di Kota Depok, siap-siap dapat hadiah dari pemerintah. Program subsidi gaji bagi pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta ini, kabarnya akan dicairkan mulai September mendatang. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Manto Jorghi mengatakan, Pemerintah Kota Depok akan segera berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok. Menurutnya, bantuan program subsidi diberikan kepada tenaga kerja, yang bukan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun BUMN. Pegawai atau pekerja yang berhak menerima bantuan hanya yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. "Kami akan segera berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait jumlah pegawai yang tergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Manto Jorghi kepada Radar Depok, Minggu (9/8). Manto menjelaskan, apabila melihat dari data 2019 data dari BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok, sebanyak 125.161 jiwa dari Pekerja Penerima Upah. Sementara, Pekerja Bukan Penerima Upah sebanyak 14.548 jiwa. Guna memvalidasi data pekerja yang akan mendapatkan bantuan tersebut, dibutuhkan data yang akurat. Manto mengungkapkan, saat ini Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia sedang mematangkan aturan atau regulasinya yang akan dilaksanakan terkait pemberian program tersebut. Namun, apabila menyimak pengarahan dari Kementerian, dalam waktu dekat setelah pihak BPJS Ketenagakerjaan sudah melakukan validasi data, data terebut akan diserahkan ke Kementerian Keuangan RI. "Data yang sudah di terverifikasi akan di serahkan ke Kementerian Keuangan RI, guna diproses dan ditransfer ke rekening pekerja," terang Manto. ILUSTRASI PEKERJA : Pekerja beraktifitas pada salah satu mall di Kota Depok, dengan menggunakan masker dan pelindung wajah. Pemerintah pusat berencana akan memberikan bantuan kepadda pekerja yang mempunyai gaji dibawah 5 juta rupiah. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK   Terkait data tersebut, pihak BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok tak merespon pertanyaan yang dilontarkan Radar Depok. Sementara sebelumnya, pemerintah akan menjalankan program subsidi gaji bagi pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berharap, program yang akan berjalan September ini mampu menjaga daya beli dan kesejahteraan pekerja. Jumlah pekerja swasta yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta sebanyak 13,8 juta pekerja. Data ini berasal dari BPJS Ketenagakerjaan yang akan terus divalidasi untuk memastikan tepat sasaran dan meminimalkan terjadinya duplikasi. “Pemerintah berharap subsidi ini dapat menjaga daya beli dan kesejahteraan pekerja yang terdampak Covid-19," kata Ida dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8). Ida menerangkan, subsidi gaji sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan atau total Rp2,4 juta ini, akan diberikan setiap dua bulan sekali. Dengan begitu, dalam satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2 juta. Menurut Ida, pembayaran yang dilakukan sebanyak dua kali untuk memastikan daya beli dan konsumsi tetap terjaga. Ini juga upaya mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. ILUSTRASI PEKERJA : Pekerja beraktifitas pada salah satu mall di Kota Depok, dengan menggunakan masker dan pelindung wajah. Pemerintah pusat berencana akan memberikan bantuan kepadda pekerja yang mempunyai gaji dibawah 5 juta rupiah. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK   Sementara itu, syarat pekerja yang menerima subsidi ini adalah pekerja swasta di luar PNS dan pegawai BUMN. Pekerja penerima subsidi harus pekerja yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan, atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan. "Penerima subsidi gaji adalah pekerja yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan," kata Ida. Adapun, Ida mengatakan, subsidi gaji ini merupakan perluasan stimulus bantuan sosial yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, Kementerian Keuangan dan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk menjalankan program subsidi ini, Kementerian Keuangan telah menganggarkan dana sekitar Rp 33,1 triliun. Stimulus ini juga diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar terhindar dari resesi. (rd/dic)   Jurnalis : Dicky Agung Prihanto Editor : Pebri Mulya

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Video Syur Mirip Rezky Aditya Masuk Babak Baru

Senin, 6 Februari 2023 | 12:39 WIB

Pak Zulhas di Depok HET MinyaKita Jebol Rp2.000

Senin, 6 Februari 2023 | 07:30 WIB

Mimbar Jumat: Panggilan Kemuliaan

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:21 WIB

Pengajar Agama Mesum di Depok Dibui 18 Tahun

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:25 WIB

Dicurangi Wasit, Depok City Juara II Soeratin Jabar 

Kamis, 2 Februari 2023 | 07:05 WIB

176 Faskes Se-Depok Dilarang Minta Duit

Rabu, 1 Februari 2023 | 08:15 WIB
X