Minggu, 5 Februari 2023

Se-Jabar Hanya Depok Zona Merah

- Sabtu, 22 Agustus 2020 | 09:11 WIB
RILIS : Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam konferensi pers bersama Kasad Jendral Andhika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/08). FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Masyarakat Depok memang sudah antipati dengan Virus Korona alias (Covid-19). Dibalik masa bodonya warga Depok itu, akhirnya menghasilkan resiko tinggi. Depok yang sempat merasakan zona merah, kemudian orange dan terbaru kembali zona merah, Jumat (21/08). Parahnya lagi, se-Jawa Barat (Jabar) hanya Depok beresiko tinggi. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyebut, Kota Depok masuk zona merah Virus Korona. Bahkan, Depok jadi satu-satunya kawasan zona merah Virus Korona di Jawa Barat. “Kami laporkan wilayah Jabar mayoritas risiko sedang dan rendah, hanya Depok yang merah. Kami mohon dukungan untuk menguatkan di zona merah,” sebut Ridwan Kamil dalam konferensi pers usai menerima kunjungan Kasad, dan Wakapolri di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/08). Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyebutkan, di Jawa Barat masih terdapat 12 zona oranye, 14 zona kuning, 1 zona merah. Sebelumnya, Depok dikabarkan sempat berada di zona orange. “Depok kemarin sempat zona oranye. Makanya PSBB di Bodebek diperpanjang. Kami konsisten terus,” ungkapnya. Hingga saat ini tercatat sudah 189 ribu tes PCR di Jabar yang telah dilakukan. Pihaknya meminta bantuan untuk menambahan alat tes PCR ataupun bantuan keuangan. “Tes PCR sudah 189 ribu, saya sampaikan kepada pak Kasad. Tapi kalau pake presentase kami masih kecil, kalau ada barangnya atau anggarannya kami mohon bantuan,” beber Kang Emil. RILIS : Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam konferensi pers bersama Kasad Jendral Andhika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/08). FOTO : ISTIMEWA   Menurutnya, pengetesan sudah tertinggi kedua setelah Jakarta. Namun, sering dilihatnya harus pakai presentase, karena penduduk besar, 50 juta, presentase jadi terlihat kurang maksimal. “Kami memohon kepada Kasad untuk memberikan dukungan dalam bentuk PCR atau anggaran, agar kami bisa mengetes melalui lembaga swasta yang menyediakan, karena kapasitas laboratorium kami yang jumlahnya 20 lab, kapasitas sudah maksimal di angka 15-20 ribu per minggu. Padahal idelanya di angka 40 ribu,” terangnya. Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono dalam kesempatan tersebut menyatakan, kesediaannya membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat menangani penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. Terutama di Kota Depok yang kembali menjadi zona merah atau zona risiko tinggi penyebaran Covid-19. "Hal-hal yang bisa kami lakukan tentunya kami akan lakukan, seperti Pak Gubernur tadi meminta kepada kita, Depok, nanti kami akan upayakan membantu ya, melalui tentunya Kapolda dan Pangdam DKI," kata Gatot. Jendral Bintang Tiga ini mengatakan, akan membantu Pemprov Jabar dalam hal sosialisasi dan pendisiplinan masyarakat, untuk melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Jawa Barat. RILIS : Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam konferensi pers bersama Kasad Jendral Andhika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/08). FOTO : ISTIMEWA   "Termasuk juga kegiatan-kegiatan sosialisasi dalam hal penggunaan masker tadi, yang baru 50 persen, nanti kita akan dorong juga membantu. Hal-hal lainnya nanti akan kita kerjakan bersama-sama, tentunya apa yang kita dapatkan tadi itu menjadi bahan kegiatan ke depannya," tandasnya. (hmi/net)   Jurnalis : Fahmi Akbar Editor : Pebri Mulya

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Mimbar Jumat: Panggilan Kemuliaan

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:21 WIB

Pengajar Agama Mesum di Depok Dibui 18 Tahun

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:25 WIB

Dicurangi Wasit, Depok City Juara II Soeratin Jabar 

Kamis, 2 Februari 2023 | 07:05 WIB

176 Faskes Se-Depok Dilarang Minta Duit

Rabu, 1 Februari 2023 | 08:15 WIB
X