Selasa, 7 Februari 2023

Pelaku Pembunuhan Beli Keramik di Loakan

- Senin, 23 November 2020 | 07:12 WIB
DITANGKAP : Pelaku pembunuhan J ditangkap Polrestro Depok di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis (19/11). FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Ada fakta-fakta baru bagaimana J menghabisi nyawa kakak kandungnya Dendi, di ubin kontrakan RT1/3 Gang Kopral Dalam, Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan Depok. Pengakuan J, Dendi  dibunuh saat sedang tidur pasca memarahi J gegara meminta berencana menikah. Kepala sebelah kiri Dendi dihajar pakai tabung gas 3Kg, kemudian dada, lalu kemaluan korban disikut sekitar tiga kali. Merasa belum meninggal, akhirnya J membekap Dendi menggunakan bantal. Setela tewas, J yang baru berusia belasan tahun ini kebingungan harus berbuat apa. Keesokan harinya, J menggali lubang menggunakan cangkul untuk mengubur Dendi di kamar kontrakan selama satu hari. Sementara, keramik yang dibongkar ada yang dibuang ke atap rumah. Saat menggali J menyamarkan bunyi galian, sambil menyalakan musik dengan suara cukup besar. Lalu korban dikubur di dalam lubang tersebut. “Saya mencoba membuka keramik yang ada di dapur untuk dipindahkan ke kamar, karena keramiknya berbeda ukuran dengan yang di kamar akhirnya mengurungkan niatnya memasang keramik itu di kamar,” katanya kepada Radar Depok. Pada hari ketiga setelah aksi keji tersebut, kemudian pelaku mencari keramik berwarna putih dengan ukuran yang sama di tukang loakan. Lalu pelaku menutup lubang di dalam kamar dengan keramik itu. “Setelah mengubur mayat Dandi di kontrakan tersebut, pelaku pergi ke kampungnya di kawasan Kecamatan Nanggung,” jelasnya. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Depok, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana menjelaskan, tersangka menitipkan kunci kepada pemilik kontrakan, dan kabur ke luar kota. "Si J menitipkan kunci pada 15 November ke Sukiswo dan Nunung," ujarnya kepada Radar Depok, Mkinggu (22/11). Kecurigaan pemilik kontrakan bermula karena warna lantai yang berbeda. Akhirnya, memilih membongkar dan menggali bersama tetangga. "Pemilik kontrakan saat jam 3 sore sedang membersihkan kontrakan itu," bebernya. DITANGKAP : Pelaku pembunuhan J ditangkap Polrestro Depok di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis (19/11). FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK   Setelah dilakukan penggalian, tercium bau tak sedap. Penggalian dilanjutkan hingga setengah meter sampai ditemukan dengkul sedang terlipat. Lantas pemilik kontrakan langsung melapor ke Bhabinkantibmas, yang kemudian dilaporkan ke polsek terdekat. Pihak polsek pun langsung segera melakukan kroscek lapangan, dan langsung menghubungi inafis polres untuk dilakukan evakuasi dan pemasangan police line. "Kurang lebih penggalian membutuhkan waktu tiga setengah jam. Karena proses pengangkatan yang lumayan rumit, khawatir timbul luka baru akibat evakuasi jenazah. Jam 11 malam jenazah terangkat," paparnya. Adapun ditemukan plafon rumah yang bolong serta jejak kaki di tembok ke arah atas. "Kita curiga keatas ternyata ada tanah yang diletakkan di loteng. Kemungkinan sisa galian," ucapnya. Pengakuan tersangka masih didalami penyidikan. Dimungkinkan adanya kekerasan, termasuk pembelian keramik dan proses membunuhnya seperti apa. Terpisah, Kepala Desa (Kades) Bantarkaret Kecamatan Nanggung Khotib menuturkan, kejadian itu terjadi diwilayah RT1/8. "Kamis (19/11) sore pelaku berhasil diringkus, bekerjasama dengan Muspika Nanggung dan Tim Polda Jabar," tuturnya kepada Metropolitan (Grup Radar Depok) saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon malam kemarin. Khotib membenarkan, pelaku membunuh dua orang. Baik di Depok dan di Nanggung. "Yang di Depok itu kakak kandungnya. Yang disini (di Nanggung, red) temannya. Adapun informasi ini penuturan dari pelaku setelah ditangkap," jelasnya. Sementara, kata Khotib, pelaku ditangkap setelah rekannya bernama Hoer sudah diringkus sebelumnya. "Jadi J ini melakukan aksi pembunuhan tidak sendiri. Tapi berdua dengan Hoer temannya dari Jakarta," terangnya. DITANGKAP : Pelaku pembunuhan J ditangkap Polrestro Depok di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis (19/11). FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK   Ia menceritakan, korban yang ditemukan di kebun Desa Bantarkaret tersebut sudah dikubur sejak dua bulan lalu. Namun, dengan adanya kejadian di Kota Depok, informasi selama ini yang tidak pasti berhasil terungkap dari penjelasan J. "Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Adapun, J ini berkisar berusia 18 tahun. Untuk motif pembunuhannya saya belum tahu secara pasti," bebernya. Kendati begitu, sambungnya, J sempat meminjam motor korban. Dan tidak tahu kenapa bisa sampai dibunuh. "Ya mungkin karena faktor ekonomi. Karena palaku ini kesehariannya berjualan cilok," bebernya. Sedangkan, mengapa ia menghabisi nyawa kakak kandungnya sendiri di Kota Depok kemungkinan besar pelaku tidak menginginkan informasi pembunuhan di Nanggung di ketahui oleh kakaknya. "Kemungkinan karena takut ketahuan oleh saudaranya. Akhirnya nyawa kakaknya pun melayang dihabisi kedua pelaku di Kota Depok," imbuhnya. "Adapun korban yang ditemukan di Bantarkaret langsung dibawa pihak kepolisian ke RS Polri Kramatjati untuk dilangsungkan otopsi," tuntasnya. (cr2/net)   Jurnalis : Daffa Syaifullah Editor : Pebri Mulya

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Banten Gempa, Depok Kena Goyangnya Tapi Tipis-tipis

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:58 WIB

Alhamdulillah, 2.080 Honorer Kota Depok Terima SK

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:53 WIB

Sehari Dua Nyawa Melayang Secara Tragis di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:20 WIB

Video Syur Mirip Rezky Aditya Masuk Babak Baru

Senin, 6 Februari 2023 | 12:39 WIB

Pak Zulhas di Depok HET MinyaKita Jebol Rp2.000

Senin, 6 Februari 2023 | 07:30 WIB

Mimbar Jumat: Panggilan Kemuliaan

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:21 WIB

Pengajar Agama Mesum di Depok Dibui 18 Tahun

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:25 WIB
X