Selasa, 7 Februari 2023

Ternyata Pemerintah Masih Memiliki Rp 1 Triliun untuk Penanggulangan Bencana

- Kamis, 9 Desember 2021 | 12:30 WIB
RADARDEPOK.COM - Pemerintah mengaku, masih memiliki anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk membiayai dampak bencana alam. Rencananya, beberapa uang tersebut akan digunakan untuk penanganan erupsi Gunung Semeru.

“Di dalam mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita selalu ada cadangan untuk bencana, yang selama ini kita cadangkan di dalam cadangan bendahara umum negara,” jelas Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, namun untuk penyaluran ke dampak erupsi Gunung Semeru, masih menunggu laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial (Kemensos).

Sebab, dalam setiap bencana alam, BNPB akan mengakomodir rekonstruksi kejadian, rehabilitasi, termasuk evakuasi. Sementara ranah Kemensos yakni memberikan bantuan sosial untuk korban bencana alam.

“Anggarannya akan langsung disampaikan dari BNPB dan Kemensos, itu akan dihitung, bencana dalam biayanya tergantung dari bencananya, apakah akan diberikan ke perseorangan atau seperti apa. Atau kalau seperti gempa bumi umpamanya ada tunjangan membantu rumah yang rusak,” ujar Menkeu.

Baca Juga : Gerakan Anak Negeri Keliling Kampung Periksa Kesehatan Terdampak Semeru

Di sisi lain, Menkeu Sri Mulyani menyampaikan, pemerintah pusat juga sedang mengecek ketersediaan anggaran di pemerintah Kabupaten Lumajang. Tujuannya agar penggunaan uang negara dapat efisien.

“Yang kedua saya juga sudah cek ke Dirjen Perimbangan Keuangan kondisi dari APBN di Lumajang. Karena pemda juga punya anggaran yang kita juga sudah transfer. Apakah mereka punya dan kita cek masih ada anggaran meski sudah di akhir tahun,” kata Sri Mulyani.

Adapun Menkeu Sri Mulyani menyampaikan realisasi anggaran penanganan bencana sampai dengan akhir November 2021 mencapai Rp 2,7 triliun. Angka tersebut setara dengan 72,97 persen dari total pagu sebesar Rp 3,7 triliun.

Total anggaran tersebut digelontorkan untuk berbagai pelayanan seperti biaya rawan bencana di kabupaten atau kota, kesiap-siagaan bencana, penyelamatan dan evakuasi korban, serta penanggulangan rehabilitasi bencana baik di bidang pertanian dan perkotaan.

“Yang besar adalah untuk penyelamatan dan evakuasi korban mencapai Rp 1,6 triliun, dan rehabilitasi korban Rp 1,1 triliun,” kata Menkeu Sri Mulyani.

Menkeu memastikan pemerintah pusat tetap siap siaga mendanai bencana alam meski saat ini sudah berada di periode akhir tahun. Hal ini mengingat, pada Desember-Februari biasanya banyak terjadi hujan dan tanah longsor.

“Yang penting haru siapkan, tentu kita tidak berharap kalau biasanya Desember-Februari banyak hujan kemudian tanah longor banjir. Mudah-mudahan tidak terjadi gempa bumi dan tsunami,” kata Sri Mulyani.

Dia menambahkan, pihaknya memberikan keleluasaan khusus bagi anggaran bencana alam.

“Meski sudah tutup tahun, tidak berarti kita sudah tutup buku, jadi kita tetap standby siaga,” pungkas dia. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

 

https://www.youtube.com/watch?v=xcimNapsg7w

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Banten Gempa, Depok Kena Goyangnya Tapi Tipis-tipis

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:58 WIB

Alhamdulillah, 2.080 Honorer Kota Depok Terima SK

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:53 WIB

Sehari Dua Nyawa Melayang Secara Tragis di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:20 WIB

Video Syur Mirip Rezky Aditya Masuk Babak Baru

Senin, 6 Februari 2023 | 12:39 WIB

Pak Zulhas di Depok HET MinyaKita Jebol Rp2.000

Senin, 6 Februari 2023 | 07:30 WIB

Mimbar Jumat: Panggilan Kemuliaan

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:21 WIB

Pengajar Agama Mesum di Depok Dibui 18 Tahun

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:25 WIB
X