Kamis, 9 Februari 2023

Innalillahi, Satu Balita Depok Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 07:29 WIB
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Ade Supriatna
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Ade Supriatna

RADARDEPOK.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, sepertinya harus aktif dan sering-sering koordinasi dengan rumah sakit (RS) di DKI Jakarta. Kamis (20/10), kasus gagal ginjal akut ternyata sudah menghilangkan satu nyawa balita di Depok. Balita berusia 3,8 tahun di Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Cipayung dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, akibat terjangkit gagal ginjal akut.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Ade Supriatna memastikan, balita itu dinyatakan meninggal dunia akibat terjangkit gagal ginjal akut. Hal itu didapatinya setelah mendapatkan informasi yang akurat dari warga yang kebetulan dekat dengan orangtua balita tersebut. "Kemarin (Rabu,19 Oktober 2022)  ada warga Depok (balita) yang meninggal di RSCM dengan kasus tersebut (gagal ginjal akut)," ungkapnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (20/10).

Menurut Ade, balita yang mengalami gagal ginjal akut itu dalam waktu cepat mengalami kondisi memburuk. Pasalnya, dalam tujuh hari setelah dinyatakan mengalami gagal ginjal akut, balita itu terpaksa merenggang nyawa.

https://www.youtube.com/watch?v=7DMgG406aAU

Sejauh ini, beber dia, belum ada Rumah Sakit (RS) di Kota Depok yang melayani atau menerima pasien dengan gejala tersebut. Seluruh pasien yang menunjukan gejala gagal ginjal akut akan dirujuk ke RSCM Jakarta. Padahal sepengetahuan Ade, banyak kasus serupa yang terjadi di RSCM Jakarta.  "Belum, rujukannya ke RSCM. Iya terdekat ke RSCM," kata Ade.

Dengan tegas, Ade meminta, Dinkes Kota Depok menerapkan surat edaran dari Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) bernomor SR.01.05/III/3461/2022 . "Ada dua hal yang cukup penting, pertama penanganan cepat ketika ditemukan pasien dengan gejala spesifik, dari mulai faskes sampai merujuk ke RS rujukan dialisasi anak ada 14 RS rujukan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawaty mengelak, berdasarkan pengakuannya, sejauh ini belum ada anak di Kota Depok  yang terjangkit penyakit mematikan tersebut. "Belum ada laporan," tuturnya.

Mary menjelaskan, beberapa gejala dari penyakit gagal ginjal akut misterius antara lain demam atau memiliki riwayat demam selama tujuh hingga 14 hari dan riwayat Covid-19. Kemudian, diikuti dengan penurunan air kencing, air kencing berwarna keruh, dan hipertensi. "Kalau ada kecurigaan seperti itu, maka harus secepatnya dikonsulkan ke dokter anak. Lalu, ke rumah sakit, nanti akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pintanya.

https://www.youtube.com/watch?v=f4z7NGKI0pg

Sebagai langkah antisipasi, dia meminta, seluruh masyarakat tetap waspada dengan melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).  "Belum ada yang bisa memastikan apa penyebabnya, yang terpenting masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat dan jika ada gangguan kesehatan segera ke fasilitas kesehatan," tegas Mary.

Terpisah, Pemprov DKI Jakarta melaporkan penambahan jumlah kasus gagal ginjal akut misterius di DKI Jakarta bertambah menjadi 71 orang. Adapun, 85 persen di antaranya diidap oleh bayi di bawah lima tahun (balita).

"Data sementara yang sudah masuk dan kita olah dari Januari sampai 19 Oktober kemarin itu ada 71 kasus yang terlaporkan. 60 Kasus atau 85 persen adalah usia balita dan 11 kasus atau 15 persen adalah usia 5-18 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Labkesda DKI Jakarta di Rawasari, Jakarta Pusat, Kamis (20/10).

Widyastuti menyampaikan, hingga saat ini, sebanyak 40 kasus gagal ginjal akut misterius dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan 16 kasus tengah menjalani perawatan. "Status terakhirnya 40 meninggal. 16 Perawatan, sedang dirawat saat ini dan jenis kelamin sebagian besar laki-laki," ujarnya.

Lebih lanjut Widyastuti memerinci dari 71 kasus, 35 orang berdomisili di DKI Jakarta. Sedangkan sisanya di luar Jakarta. "Kemudian wilayah domisili dari 71 kasus tadi 35 berdomisili di DKI Jakarta, 9 Banten, Jawa Barat 16 kasus dan di luar Jabodetabek 7 kasus," tandasnya. (ger/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly 

Editor : Fahmi Akbar 

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Terkini

Banten Gempa, Depok Kena Goyangnya Tapi Tipis-tipis

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:58 WIB

Alhamdulillah, 2.080 Honorer Kota Depok Terima SK

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:53 WIB

Sehari Dua Nyawa Melayang Secara Tragis di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:20 WIB

Video Syur Mirip Rezky Aditya Masuk Babak Baru

Senin, 6 Februari 2023 | 12:39 WIB

Pak Zulhas di Depok HET MinyaKita Jebol Rp2.000

Senin, 6 Februari 2023 | 07:30 WIB
X