ekbis-hiburan

Akhir Pekan, IHSG Berpeluang Sentuh Level 7.300

Jumat, 29 Desember 2023 | 10:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level tertinggi di mana indeks naik 0,56% atau 40,922 poin ke level 7.286,838.di pasar spot.

RADARDEPOK.COM - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pekan ini.

Dipengaruhi realisasi harga pengeluaran konsumsi alias personal consumption expenditures (PCE) Amerika Serikat (AS) yang turun. Sehingga mendorong tingkat suku bunga acuan yang lebih rendah.

Di pekan akhir tahun ini, analis pasar modal Hans Kwee memproyeksi IHSG berpeluang menguat dengan support di level 7.092 sampai 7.173. Serta, resistance di 7.300 hingga 7.377.

Baca Juga: Fungsi dan Cara Merawat Cover Knalpot Sepeda Motor agar Awet dan tetap Terlihat Baru

“PCE, ukuran tekanan inflasi pilihan The Federal Reserve (The Fed) kembali mengalami penurunan ke 3,2 persen (year-on-year/YoY),” katanya kepada Jawa Pos tadi malam.

Secara tahunan, PCE dalam tiga bulan terakhir melemah. Pada bulan sebelumnya tercatat 3,5 persen. Sedangkan realisasi PCE September 2023 sebesar 3,7 persen. Meski, perkiraan konsensus pasar menyebutkan pengeluaran konsumsi AS di 2024 akan tetap tinggi.

Selain itu, pemerintah AS merevisi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2023 ke level 4,9 persen dari perkiraan sebelumnya di 5,2 persen.

Baca Juga: Mengenal Fungsi dan Jenis Standar Sepeda Motor, jadi Komponen Penting Keselamatan

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Negeri Paman Sam. Sehingga mendorong The Fed untuk menurunkan Fed funds rate ke depan.

Hans memperkirakan, The Fed kemungkinan akan menurunkan suku bunganya pada Mei 2024. Lebih lambat dibandingkan harapan pasar di Maret 2024.

“The Fed juga hanya mungkin menurunkan bunga acuan 75 sampai 100 bps (basis poin) tahun depan di bawah harapan pasar 125 hingga 150 bps,” ungkap dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti itu.

Baca Juga: Edukasi Safety Riding, AHM ajak Emak emak dan Perempuan Berkendara Aman di Jalan

Perekonomian Eropa yang melambat juga memberikan ruang lebih besar kepada European Central Bank (ECB) untuk lebih dovish.

Begitu pula dari Asia, ekonomi Tiongkok diperkirakan masih dalam tren perlambatan tahun depan. Hanya tumbuh 4,2 persen akibat krisis sektor properti.

Dari dalam negeri, ekonomi Indonesia nampaknya masih akan tetap tumbuh di level 5 persen tahun depan.

Halaman:

Tags

Terkini