RADARDEPOK.COM – Tak ada angin tak ada hujan. Perumahan Bukit Sawangan Indah (BSI), Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, diterpa banjir, Senin (25/3).
Tak tanggung tanggung, banjir yang melanda di perumahan tersebut menyebabkan setidaknya delapan RT yang terdampak. Jika ditotalkan, terdapat setidaknya kurang lebih 400 rumah warga yang terendam banjir.
Wakil Ketua RT3/5 Perumahan Bukit Sawangan Indah, Bandono menjelaskan, banjir yang terjadi di Perumahan Bukit Sawangan Indah tersebut, bukanlah banjir yang disebabkan karena hujan, melainkan air banjir kiriman dari Bogor.
Baca Juga: Menu Sahur Praktis, Tumis Telur Sosis, Enak dan Mudah
“Air mulai naik itu sekitar pukul 24:00 WIB. Namun tak berangsur lama air surut. Namun, air kembali naik kembali ke jalan itu sekitar pukul 02:30 WIB, dan pukul 03:30 WIB itu air sudah mulai masuk ke rumah rumah warga,” jelas Bandono kepada Radar Depok, Senin (25/3).
Bandono memperkirakan, ketinggian maksimal air yang menggerayangi sejumlah wilayah Perumahan Bukit Sawangan Indah, mencapai pinggang orang dewasa atau sekitar 80 sentimeter, hal itu menyebabkan aktivitas di lingkungan menjadi lumpuh seketika.
“Rumah warga yang terdampak banjir di sini ada delapan RT. Terdiri dari RT10/5, RT12/5, Rt5/5, RT4/5, RT3/5, RT2/5, RT6/5, dan RT8/5,” ungkap Bandono.
Baca Juga: Mulai Harga Rp 35 Ribu Aja, Tempat Bukber di Depok Ini Bisa Jadi Incaran dan Free Takjil
Satu RT di Perumahan Bukit Sawangan Indah ditotalkan ada 50 Kepala Keluarga (KK), tutur Bandono, dan jika dikalikan KK tersebut dengan delapan RT yang terdampak, artinya yang terkena dampak banjir di RW5 tersebut mencapai kurang lebih 400 rumah.
“Banjir mulai berangsur surut sekitar pukul 09:30 WIB, setelah kami sedot dengan dua alat pompa pengendali banjir sejak pukul 03:30 WIB, ketika debit air sedang tinggi-tingginya,” jelas Bandono.
Sementara itu, warga RT3/5 Perumahan Bukit Sawangan Indah, Waryono mengungkapkan, Banjir yang terjadi di Perumahan Bukit Sawangan Indah ini bukan lah yang pertama kalinya terjadi.
Baca Juga: Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Sidak Rutan Depok, Ini Hasilnya
Menurut Waryono, banjir setinggi 80 sentimeter tersebut termasuk banjir dengan ketinggian yang tak sebanding, jika dibandingkan dengan banjir yang terjadi sebelum-sebelumnya.
"Sebelum pandemi Covid 19 itu banjir pernah mencapai 1,5 meter atau seleher orang dewasa. Dari tahun ketahun, banjir yang kerap terjadi di sini selalu kiriman dari Bogor. Karena ketika tidak hujan saja di sini malah banjir," tutur Waryono.
Waryono mengatakan, banjir yang terjadi Senin (25/3) ini tidak hanya mengakibatkan banyak sampah yang bergelimpangan. Pasalnya, warga sekitar juga menemukan adanya ular piton sebanyak tiga ekor. Dua diantaranya berhasil ditangkap, sedangkan satu ekornya lagi lolos.