Selasa, 7 Februari 2023

HAN Jadi Pemicu Zero Stunting di Kota Depok

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 09:42 WIB
RADARDEPOK.COM - Pemerintah Kota Depok menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dengan tagline #anakterlindungidimasapandemi. Slogan tersebut diharapkan menjadi pemicu seluruh sektor guna mewujudkan Depok Zero Stunting, kendati masih di masa Covid-19. Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan momentum ini bukan hanya menjadi seremoni rutin saja. Tetapi juga, sebagai jembatan Pemkot Depok menuju kota ramah anak. Menurut Idris, pada peringatan HAN Kota Depok 2021, dia juga ingin implementasi penyelesaian terhadap anak dapat diselesai jauh lebih baik. Seperti penyelesaian masalah stunting yang kerap dialami anak. "Tema HAN Kota Depok kali ini adalah anak terlindungi, Indonesia maju dengan tagline hastag anak terlindungi dimasa pandemi. Yang kami harapkan tidak menjadi slogan saja, lalu ada keluarga keren tanpa stunting," ujar Idris kepada Radar Depok, Kamis (19/8). Dalam hal ini, lanjut Idris, dinas terkait yakni Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK), harus selalu bersinergi dengan pejabat wilayah setempat. Agar Depok mencapai predikat Zero Stunting. "Makannya kita ingin zero stunting di Kota Depok, zero stunting pada periode kedepan ini harus zero bener-bener, lurah camat ikut serta semuanya, termasuk pendataan-pendataan dari lurah," jelasnya. Di lokasi yang sama, Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Kota Depok, Elly Farida mengapersiasi, atas terselenggarannya acara HAN dan Hari Keluarga Nasional tingkat Kota Depok. Terlebih penyelenggaraan acara tersebut tidak berselang lama dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). "Ini menjadi lebih bermakna dan spesial sekali, anak-anak tersebut kita beri ruang dan tempat untuk berkreasi dan melakukan berbagai hal yang patut kita ajungi jempol kepada mereka semua," ucapnya. Dalam rangkaian acara ini, turut dilakukan pelantikan kepada 11 Bunda Forum Anak Daerah (FAD) tingkat kecamatan dan 63 Bunda FAD tingkat kelurahan secara daring. Elly menyebut, Bunda FAD merupakan program dari pemerintah pusat, yang mewajibkan setiap kecamatan memilikinya. Dengan program ini, diharapkan dapat ikut mendukung terwujudnya Depok sebagai Kota Layak Anak. "Diharapakan Kota Layak Anak akan menjadi satu kesatuan, manakala ibu-ibu di pemerintahan paling bawah, yaitu di kelurahan pun juga memiliki sense, care, dan peduli bahwa ini tanggung jawab kita semua," tuturnya. Kemudian, Pemkot Depok meluncurkan program Depok Sahabat Anak Indonesia yang ditujukan kepada anak-anak kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya akibat Covid-19. Adapula pengumuman tiga perlombaan tingkat kota, yaitu Lomba Ekspansi Anak Individu yang dijuarai Ardian P.D Rapshody, Lomba Ekspansi Kelompok dimenangkan The Muluks Reborn, serta FA Kecamatan Sukmajaya yang menjuarai lomba video kreatif antar FA tingkat kecamatan. (daf/rd) Jurnalis : Daffa Syaifullah Editor : Fahmi Akbar 

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Terkini

Panglima TNI Pimpin Upacara Alih Kodal PPRC TNI

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:25 WIB

Dinkes Bersama PERSAGI Periksa Gizi Anak di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:45 WIB

PKK Kelurahan Cimpaeun Dorong Posyandu Lebih Kreatif

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:25 WIB

16 Pesantren di Depok Punya Produk Sendiri

Selasa, 7 Februari 2023 | 09:10 WIB

Polisi Buru Penganiaya Anak Kandung di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:30 WIB

Akulturasi Cina Sumbang Keragaman Budaya Indonesia

Senin, 6 Februari 2023 | 22:21 WIB

RW14 Bojongsari Depok Galakan PHBS

Senin, 6 Februari 2023 | 19:14 WIB

Kelurahan Mampang Depok Siap Songsong Pemilu 2024

Senin, 6 Februari 2023 | 11:00 WIB
X