pendidikan

Penerapan Sistem Komputerisasi Perpus, SDN Mekarjaya 21 Didampingi Diskarpus Depok

Sabtu, 29 September 2018 | 09:55 WIB
SANI/RADAR DEPOK
LITERASI: Kepala SDN Mekarjaya 21, Nana Marlina (dua atas) bersama dengan Kepala Diskarpus Kota Depok, Siti Chaerijah Auriah saat penerapan program System Otomasi Smart Library Dhusa Under Sea, Jumat (28/9). DEPOK - SDN Mekarjaya 21 menjadi sasaran dari program Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, yakni Pendampingan dan Pembinaan Perpustakaan Sekolah. SDN yang berada di Jalan Semar Raya, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, pustakawannya akan diberikan beberapa pemahaman tentang pengelolaan perpustakaan. Kepala SDN Mekarjaya 21, Nana Marlina mengatakan, program dari Diskarpus Kota Depok bukan tentang pengadaan barang atau kelengkapan perpustakaan sekolah tetapi, lebih kepada jasa. Jadi, pustakawan sekolahnya akan diberikan pembinaan tentang bagaimana mengelola perpustakaan dengan sistem komputerisasi. “Nama Program yang kami terapkan, yakni System Otomasi Smart Library Dhusa Under Sea,” ucapnya kepada Radar Depok. Nana menjelaskan, ini berkaitan dengan program literasi di sekolah\. Jadi, tidak hanya mengajak siswa dan guru untuk membaca, tetapi juga ingin menerapkan sistem yang baik, agar siswa dan guru bisa lebih mudah untuk meminjam koleksi buku di perpustakaan sekolah. Sekarang ini, koleksi buku di SDN Mekarjaya 21 ada ribuan, tetapi yang baru terdata dalam sistem komputerisas ratusan, karena membutuhkan proses memasukannya sebagai data komputer. “Kami memiliki program One Month One Book. Jadi, tiap sebulan sekali siswa membuat sinopsis dari buku yang mereka baca. Dengan begitu, siswa tidak hanya sekedar membaca saja, tetapi juga memahami isi dari materi yang disampaikan buku tersebut,” katanya. Nana menuturkan, dalam kegiatan peresmian program dari Diskarpus Kota Depok, ada juga kegiatan sosial yang dilangsungkan di SDN Mekarjaya 21, yakni santunan untuk siswa yatim dan piatu, yang jumlahnya ada 23 siswa. Siswa yatim dan piatu yang berasl dari kelas I - VI tersebut, diberikan uang dan paket makanan. “Kami ingin menciptakan siswa yang tidak hanya sekedar pintar dalam sisi akademik saja, tetapi juga siswa yang pintar dalam berkehidupan sosial. Jadi, mereka peduli dengan orang-orang disekitarnya, terutama dengan yang membutuhkan bantuan,” katanya. (san)

Tags

Terkini