RADARDEPOK.COM - Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) mengadakan workshop sosialisasi UU ITE dan penggunaan social media secara bijak serta aman kepada warga RW11 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, beberapa waktu lalu.
Materi diberikan langsung oleh Solikhah Yuliatiningtyas yang juga sebagai salah satu dosen dari SKSG Universitas Indonesia.
Selain sosialisasi tentang UU ITE, acara ini lebih banyak berdiskusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan wilayah setempat yang berkaitan ‘peace building’ dan promosi program-program desa melalui media sosial.
Baca Juga: Pebalap Honda Daya Jayadi Racing Team Persembahkan Podium Tertinggi di HDC 2023 Surabaya
Solikhah Yuliatiningtyas menjelaskan, bahwa pada tahun 2016 hingga 2020 di Indonesia sudah ada 768 kasus pelanggaran UU ITE. Kemudian, meningkat hingga 38 korban kriminalisasi pada 2021.Mayoritas korbannya adalah para aktivis pembela HAM.
“Sedangkan sebagian besar kasus adalah pelanggaran Pasal 27 ayat 3, ayat 1, dan Pasal 28 ayat 2. Adapun Pasal 27 Ayat 3,” ujar dia kepada Harian Radar Depok, Senin (11/9).
Bukti-bukti positif tersebut adalah bisa berbentuk foto, video, dokumen atau bahkan testimonia atau kesaksian. Begitu juga dengan berita hoaks atau disinformasi, sebaiknya sebelum menyebarkan sebuah informasi diperiksa dulu siapa sumber pemberi informasi tersebut.
Baca Juga: Honda Vario Club Indonesia Gelar Bareng Kumpul Nasional ke-11 di Bogor
“Kalau sumbernya dari institusi terpercaya dan akurat, maka boleh diteruskan melalui social media. Tetapi jika tidak jelas siapa sumber informasinya, sebaiknya tidak usah ikut-ikutan menyebarkan berita tersebut,” ujar dia.
Menurut dia, Lurah Mekarjaya, Nelda Purnadia masih baru, tetapi dikenal sangat mendukung program-program masyarakat tersebut. Itulah sebabnya acara workshop ini bisa berjalan dengan lancar dan produktif, bahkan sudah ada kesepakatan bersama antara Kelurahan Mekarjaya dan perwakilan SKSG UI.
“Kesepakan ini untuk melakukan pendampingan program-program jangka Panjang,” ungkap dia.
Baca Juga: 3 Tren Hijab Masa Kini dengan Kemeja Kotak, Trendi dan Stylish namun Tetap Sopan
Kelurahan Mekar Jaya sudah menjadi salah satu laboratorium BNPT untuk program ‘Gerakan Aku Tangguh’ bekerja sama dengan Yayasan Empatiku sejak tahun 2020. Salah satu programnya untuk kaum perempuan dan anak muda adalah mengkampanyekan perdamaian dan ketangguhan melawan ekstremisme kekerasan di dunia maya.
“Program ini didanai oleh South East Asian Network of Civil Society Organisations, (SEAN-CSO) dengan pemerintah Australia sebagai donator utama, dan dibimbing oleh Prof Greg Barton sebagai Direktur Alfread Deakin Institute, University of Deakin, Australia,” ucap dia.
Kelurahan ini dijadikan laboratorium penelitian dan sekaligus pengabdian masyarakat untuk membantu program pertahanan dan keamanan Masyarakat terhadap kekerasan, ujaran kebencian, dan ekstremisme di Keluarhan Mekarjaya.