RADARDEPOK.COM – Pengelolaan sampah organik dengan metode maggot, mulai jadi idola di lingkungan RW4, Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.
Maggot yang dibudidaya mencapai 60 kilogram, untuk mengurai 120 kilogram sampah organik. Selain di RW4, nantinya program tersebut juga akan diterapkan di seluruh RW secara bertahap.
“Sosialisasi pengelolaan sampah dengan budidaya maggot ini sudah kami mulai di lingkungan RW4,” tutur Lurah Bojongsari Baru, Syarifudin kepada Radar Depok, Jumat (23/5).
Syarifudin mengatakan, pihaknya juga turut mengundang warga sekitar, guna mengetahui bagaimana meikanisme pengelolaan sampah organik dengan maggot, yang nantinya akan diterapkan di lingkungan tersebut.
“Pengelolaan sampah dengan maggot ini merupakan kegiatan yang pertama kalinya dilaksanakan di Bojongsari Baru,” ungkap Syarifudin.
Adapun skala maggot yang dibudidaya untuk mengelola sampah organik tersebut mencapai 60 kilogram, beber Syarifudin, yang nantinya dapat mengurai sampah organik hingga 120 kilogram.
“Di Bojongsari Baru terdapat sembilan RW. Nah untuk launching pengelolaan sampah dengan maggot ini baru diterapkan di RW4 lebih dulu,” kata Syarifudin.
Nantinya, sambung Syarifudin, metode pengelolaan sampah dengan maggot itu juga akan diterapkan di tiap RW secara bertahap. Karena dalam metode ini memerlukan wadah yang memadai, minimal dengan lahan kurang lebih 50 meter persegi.
“Untuk skema penerapannya, kami akan memberdayakan warga di lingkungan RW4. Nantinya sampah-sampah organik itu akan diambil oleh dua pekerja khusus, secara door to door atau dari rumah ke rumah dan dikumpulkan di suatu tempat. Kemudian, sampah-sampah itu nantinya akan dibawa ke rumah maggot untuk dikelola,” beber Syarifudin.
Adanya pengelolaan sampah dengan maggot tersebut, Syarifudin berharap, apa yang diterapkan di Bojongsari Baru ini menjadi salah satu langkah yang dapat mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
“Karena ini merupakan arahan dari Pak Walikota Depok, Supian Suri yang sangat konsen dengan pengelolaan sampah dengan maggot. Saya berharap ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah di TPA Cipayung,” tandas Syarifudin. ***