metropolis

Keluarga Akseyna Protes Surat Kompolnas

Rabu, 10 Agustus 2022 | 00:41 WIB
UNGKAP : Rekan Akseyna Ahad Dori alias Ace mahasiswa Universitas Indonesia (UI) saat menggelar aksi damai demi kejelasan pengungkapan kasus meninggalnya Akseyna di Danau Kenanga, Kampus UI.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Keluarga Akseyna Ahad Dori melakukan protes ke Kompolnas. Ini Buntut dari surat Kompolnas yang disampaikan untuk keluarga Akseyna, yang isinya pihak penyidik dari kepolisian masih melakukan usaha mengungkap penyebab kematian mahasiswa UI tersebut.

Langkah ini dinilai menjadi kemunduran, bahkan tidak berkembang padahal sudah tujuh tahun penyidikan berjalan. Pernyataan protes tersebut disampaikan secara resmi Ayah Almarhum Akseyna, Marsekal Pertama TNI (Purn) Mardoto.

“Kami menyayangkan sikap Kompolnas yang tidak teliti terhadap pengiriman surat penting seperti ini,” katanya.

Dirinya enggan menaruh curiga kepada Kompolnbas atas kasus meninggal putranya yang sampai sekarang belum terungkap dalang semua ini.

Surat itu dikirim oleh Kompolnas sejak 6 Juli 2022, namun baru diterima pihaknya pada 2 Agustus 2022 karena kesalahan dalam penulisan alamat rumah Akseyna di Sleman, Karawang, Jawa Barat. Padahal seharusnya Yogyakarta.

Secara tidak langsung, keluarga protes dengan surat yang dilayangkan Kompolnas tersebut.

Sebab, dalam surat tersebut tertulis, apabila surat tidak berbalas selama 30 hari sejak dikirim, maka pihak keluarga dianggap menyetujui isi surat.

Mardoto mengatakan, inti dari surat itu pihak keluarga diminta menunggu proses yang sedang dilaksanakan pihak kepolisian, namun entah sampai dimana prosesnya.

“Setelah surat itu kami terima, langsung kami berikan balasan tertanggal 4 Agustus 2022, yang intinya keberatan dengan klarifikasi yang dilakukan Kompolnas,” jelasnya.

Dalam suratnya, Mardoto menegaskan, klarifikasi yang dilakukan oleh Kompolnas hanya mengulang pernyataan awal soal masih dicarinya penyebab kematian Akseyna.

“Seharusnya difokuskan kepada siapa pelakunya dan apa motifnya. Bukan mengulang-mengulang pada hipotesis awal yang tidak berdasar,” katanya.

Dirinya pun berharap, pihak Kompolnas sebagai pengawas Polri dapat lebih serius melakukan tugasnya dalam mendorong pihak kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan sang anak.

“Kami keluarga Akseyna berharap Kompolnas sebagai pengawas Polri untuk melakukan klarifikasi ulang pada Polda Metro Jaya dan Polres Depok secara lebih akurat, detail dan lengkap terhadap penyelidikan kasus anak kami,” tandas Mardoto. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro

Tags

Terkini