Rabu, 8 Februari 2023

8.187 Warga Depok Mengidap TBC

- Minggu, 14 November 2021 | 22:21 WIB

RADARDEPOK.COM, DEPOK - Menurunnya investigasi kontak kepada penderita Tuberkulosis (TBC) di Kota Depok selama masa pandemi, menyebabkan cakupan penemuan terduga TBC masih jauh dari target. Estimasi penemuan terduga TBC di Kota Depok mencapai 32.006 kasus, dengan target 100% di tahun ini.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Depok, Umi Zakiati mengatakan, jika sesuai update pelaporan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), upaya penemuan kasus secara aktif (active case finding) yang biasa dilakukan untuk deteksi dini mengalami penurunan. Untuk itu, pihaknya melakukan evaluasi untuk meningkatkan deteksi dini TBC.


"Kami akan perkuat lagi di lintas sektor dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), kader, dan Puskesmas serta mitra kesehatan lainnya untuk meningkatkan investigasi. Jadi jangan sampai nanti terlambat untuk penanganannya," ujarnya kepada Radar Depok, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57, Jumat (12/11).


Umi merinci, penurunan penemuan kasus secara aktif tentunya berdampak pada angka penemuan terduga TBC. Sampai Oktober atau triwulan ketiga di 2021, cakupan penemuan terduga TBC baru mencapai 25,6 persen atau 8.187 kasus.


Kemudian, indikator Penemuan dan Pengobatan TBC (Treatement Coverage) di Kota Depok juga baru menyentuh angka 2.485 kasus atau 35,6 persen, dari estimasi 6.973 kasus dengan target 90 persen.


"Angka Penemuan Terduga hanya bisa dilakukan melalui Investigasi Kontak terhadap Kasus TBC. Permasalahannya, adalah Angka Penemuan Terduganya, masih jauh dari target, karena indikator ini yang membuat kita bisa menemukan kasus untuk indikator Penemuan dan Pengobatan TBC (Treatement Coverage)," bebernya.


Penyakit TBC merupakan penyakit infeksi yang menular, disebabkan oleh kuman atau bakteri Mycobacterium tuberculosis. Cara penularan melalui percik renik (droplet) yang dikeluarkan oleh penderita saat bersin, batuk, berbicara maupun tertawa, satu orang penderita TBC dapat menularkan kepada 10-15 orang di sekitarnya.


Meski begitu, penderita TBC masih punya harapan untuk sembuh, melalui kepatuhan dalam meminum Obat Anti Tuberkulosis secara rutin minimal enam bulan.


"Angka Keberhasilan Pengobatan (Treatement Success Rate) di Kota Depok dari target 90 persen, cakupannya sudah berhasil 75,8 persen. Indikator dikatakan berhasil apabila gejala klinis sudah tidak ditemukan, dan menyelesaikan pengobatan TBC secara lengkap," tuturnya.


Terkait fasilitas layanan kesehatan yang melakukan program pelayanan dan pelaporan TBC di masa pandemi Covid-19, pihaknya mengapresiasi Rumah Sakit dan Puskesmas yang telah konsisten dengan komitmen sebagai garda terdepan dalam menjalankan Gerakan Temukan, Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Delapan Petugas Haji Depok Lolos Seleksi

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:30 WIB

TP PKK Serua Jauara Lomba Vlog Tingkat Kota

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:30 WIB

TP PKK Kelurahan Kukusan Perangi Stunting

Selasa, 7 Februari 2023 | 22:46 WIB

Serunya Virtual Natu – Run Universitas Indonesia

Selasa, 7 Februari 2023 | 20:31 WIB

Ini Upaya Kader Kukusan Depok Cegah Stunting

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:22 WIB

PN Depok Janji Konsisten Jauhi Suap dan Gratifikasi

Selasa, 7 Februari 2023 | 18:56 WIB

Panglima TNI Pimpin Upacara Alih Kodal PPRC TNI

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:25 WIB

Dinkes Bersama PERSAGI Periksa Gizi Anak di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:45 WIB

PKK Kelurahan Cimpaeun Dorong Posyandu Lebih Kreatif

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:25 WIB
X