Senin, 30 Januari 2023

Pengedar Sabu di Depok Dituntut 4,6 Tahun

- Jumat, 26 November 2021 | 22:13 WIB

RADARDEPOK.COM, DEPOK - Pengedar narkotika jenis sabu, Dian Anggoro alias Bagong (30), dituntut penjara selama 4,6 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kota Depok, belum lama ini. Terdakwa terbukti memiliki 14 paket sabu.


JPU Selfia Atunika Nilamsari menuntut Terdakwa, karena mendapatkan keuntungan dari hasil peredaran narkotika jenis sabu tersebut. Sehingga dalam amar tuntutan Terdakwa dinyatakan telah melanggar Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan kedua.


Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dian Anggoro dengan pidana penjara selama empat tahun enam bulan penjara dan denda sebesar Rp800 juta, subsidair tiga bulan penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” katanya saat membacakan amar tuntutan.


Adapun barang bukti yang didapat dari Terdakwa berupa satu bungkus bekas rokok Djarum Super warna merah putih yang di dalamnya terdapat 12 bungkus plastik klip bening berisi sabu seberat 0,8616 gram dan satu bungkus bekas rokok Djarum Super warna coklat yang di dalamnya terdapat dua bungkus plastik klip bening berisi sabu dengan berat netto seluruhnya 0,1635 gram.


Dilanjutkan Selfia, berdasarkan hasil uji lab narkotika dengan nomor : 2941/NNF/2021, positif mengandung methamfethamina dan terdaftar dalam golongan I nomor urut 61 lampiran UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.


"Lalu, Satu unit handphone warna hitam merek Samsung J2 dirampas untuk dimusnahkan," tegasnya.


Kejadian berawal saat Selasa 15 Juni 2021 sekitar pukul 11:00 WIB, terdakwa sedang bekerja di Lapak Rongsokan di Jalan Bangka 9 Pondok Jaya, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Lalu, dihubungi saudara Abdurahman alias Biyik (DPO) yang bermaksud untuk menitipkan sebanyak 12 paket narkotika sabu kepada terdakwa. Hal tersebut pun disetujuinya.


"Beberapa jam kemudian saudara Abdurahman kembali menghubungi terdakwa untuk mengajak bertemu. Lalu, mereka bertemu di sebuah warung yang tidak jauh dari tempat terdakwa bekerja," lanjutnya dalam pembacaan tuntutan.


Dari pertemuan tersebut, saudara Abdurahman menyerahkan satu bungkus kertas tissue berisikan 12 paket narkotika sabu yang masing-masing seharga Rp200 ribu. Setelah mendapatkan sabu tersebut, lalu terdakwa pulang ke rumah kontrakannya dan memindahkan satu bungkus kertas tissue berisikan 12 paket sabu ke dalam bekas bungkus rokok warna coklat.


"Usai memindahkan barang haram itu, lalu terdakwa kembali ke tempatnya bekerja. Dimana dari 12 paket sabu yang diterima, dua paket diantaranya adalah merupakan upah bagi terdakwa untuk menjual sabu tersebut," ungkap Selfia.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Apel Akbar di Depok, 11 Ribu Warga NU Jaga Toleransi

Senin, 30 Januari 2023 | 01:54 WIB

Smartfen WOW 100% Depok Dukung Digitalisasi UMKM

Senin, 30 Januari 2023 | 01:47 WIB

Ketua PKK Kelurahan Cimpaeun Dilantik

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:29 WIB

Walikota Sebut Angklung Lebih Baik Daripada Lato-Lato

Sabtu, 28 Januari 2023 | 00:12 WIB

PresGo Camp Asah Kemampuan Siswa SD

Jumat, 27 Januari 2023 | 21:02 WIB

Sukatani Bakal Jalankan 54 Pembangunan di 2023

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:45 WIB

Kakak Beradik jadi Korban Kebakaran di Bojonggede

Jumat, 27 Januari 2023 | 02:16 WIB

Imigrasi Depok Tingkatkan Pelayanan

Jumat, 27 Januari 2023 | 01:59 WIB
X