Selasa, 7 Februari 2023

Lebih Dekat dengan Koalisi Pejalan Kaki (KoPK) (2) : Diancam Senjata Tajam, Ditabrak Pengendara

- Selasa, 30 November 2021 | 22:04 WIB

Minimnya pengetahuan masyarakat khususnya pengendara mengenai trotoar dan hak pejalan kaki sebagai user, membuat Koalisi Pejalan Kaki menggelar edukasi ke sekolah-sekolah maupun 'tamasya' disepanjang trotoar.


Laporan : Daffa Andarifka Syaifullah


RADARDEPOK.COM, Sebelum pandemi Covid-19 merebak, Ketua Koalisi Pejalan Kaki (KoPK), Alfred Sitorus bersama sejumlah anggota lainnya memiliki segudang agenda. Tak lain, tujuannya menyadarkan masyarakat pentingnya trotoar agar aman dan nyaman bagi pejalan kaki.


Mulai dari melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah, dari TK, SD, SMP, sampai SMA. Acapkali juga berkolaborasi bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), POLRI, dan akademisi. "Disitu, edukasi dengan pelajar pelopor dan lainnya itu kita lakukan," kata Alfred.


Kemudian, partisipatif publik kian menyoroti aksi mereka, adanya akun media sosial instagram, facebook, dan twitter serta pemberitaan dari berbagai media mainstream menjadian syiar isu hak pejalan kaki yang acapkali terokupansi mulai terangkat.


Kegiatan tamasya ke trotoar-trotoar Jabodetabek dilakukan. Caranya, pertama menyaring aspirasi masyarakat titik lokasi mana saja yang kondisi trotoarnya mengkhawatirkan dan mengancam pejalan kaki sejak Rabu sampai Kamis. Kedua, biasanya di hari Rabu, tempat tamasya sudah ditentukan mereka dan dipublikasikan ke media sosial.


"Kami biasa mengadakan tamasya seminggu sekali di hari Jumat sore, kami ambil di waktu tersebut untuk meminimalisir teman-teman lain yang mau bergabung supaya tidak terganggu pekerjaanya. Mulai jam 4 sore sampai setengah 6 sore di lokasi titik yang memang sudah ditentukan oleh publik," katanya.


Sejak 21 Juli 2018, KoPK meluncurkan aplikasi untuk melaporkan beragam isu menyangkut keselamatan, aksesibilitas, keamanan dan kenyamanan pejalan kaki. Aplikasi yang dinamai "Koalisi Pejalan Kaki" ini juga diharap dapat memberi masukkan atau inspirasi untuk meningkatkan fasilitas pejalan di perkotaan di Indonesia. "Aplikasi juga kami punya untuk menampung aduan aduan masyarakat," tuturnya.


Tamasya bisa dilakukan oleh berapapun partisipannya, tak terbatas oleh jumlah. Bahkan, di satu waktu, pernah sampai ratusan orang yang memang menjadi follower KoPK di media sosial. Selama hampir dua jam, beragam ekspresi digambarkan sembari menggenggam flayer.


"Yang melakukan 1,2 atau ratusan orang itu tidak akan mengubah substansi nya. Sering kami mendapatkan gangguan dari para pengendara yang mengokupansi trotoar. Kami tamasya ini hanya ingin menyampaikan pesan, merebut kembali ruang pejalan kaki," tuturnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Panglima TNI Pimpin Upacara Alih Kodal PPRC TNI

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:25 WIB

Dinkes Bersama PERSAGI Periksa Gizi Anak di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:45 WIB

PKK Kelurahan Cimpaeun Dorong Posyandu Lebih Kreatif

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:25 WIB

16 Pesantren di Depok Punya Produk Sendiri

Selasa, 7 Februari 2023 | 09:10 WIB

Polisi Buru Penganiaya Anak Kandung di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:30 WIB

Akulturasi Cina Sumbang Keragaman Budaya Indonesia

Senin, 6 Februari 2023 | 22:21 WIB

RW14 Bojongsari Depok Galakan PHBS

Senin, 6 Februari 2023 | 19:14 WIB

Kelurahan Mampang Depok Siap Songsong Pemilu 2024

Senin, 6 Februari 2023 | 11:00 WIB
X