Selasa, 7 Februari 2023

265 Ribu Kendaraan di Depok Tunggak Pajak

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 00:31 WIB
SAMSAT : Kantor Samsat Kota Depok I, ramai pengunjung untuk membayar pajak kendaraan. ANDIKA EKA/RADAR DEPOK
SAMSAT : Kantor Samsat Kota Depok I, ramai pengunjung untuk membayar pajak kendaraan. ANDIKA EKA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK Wacana penghapusan data Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bagi tidak membayar pajak selama dua tahun, nyatanya ditanggapi adem ayem bagi pemilik kendaraan di Depok. masih banyak kendaraan yang menunggal pajak.

Kasi Pendapatan dan Penetapan Samsat Depok, Fredy Hermanto mengatakan, kabar tersebut (penghapusan data) masih dalam tahap wacana. Jadi informasi itu belum clear, dan banyak masyrakat yang masih banyak salah penafsiran.

“Itu harus dibahas teknisnya terlebih dahulu,” ujarnya kepada Radar Depok, Senin (1/8).

Menurutnya, dengan cara itu membuat masyarakat taat pajak, tetapi informasi yang di dapat membuat kaget masyarakat. Jika pajak mati dua tahun tetapi masa berlaku sampai lima tahun, itu masih dianggap sah kendaraanya.

“Informasi ini membuat kaget masyrakat, kalau pajak mti dua tahun tetapi masa berlaku STNK lima tahun kasihan juga,” ucapnya.

Fredy mengatakan untuk wacana ini untuk pelaksanaan teknisnya belum ada dari berbagai elemen Samsat. “Samsat itu terdiri dari Polisi, Jasa Raharja, dan Bappeda,” tuturnya.

Lebih lanjut, untuk masyarakat yang tidak mendaftarkan ulang kendaraanya atau tidak melakukan pembayaran lebih dari satu tahun, masih cukup banyak.

“Banyak, kalau dalam hitungan presentasi sekitar 35 persen kendaraan yang menunggak,” ungkapnya.

Fredy menyebut, data riil total kendaraan di Depok mencapai 750 ribu unit. Yang tidak mendaftarkan ulang sebanyak 35 persen atau sekitar 265.000 kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

“Di dominasi kendaraan roda dua yang menunggak dan kalau dinilai uang saya belum bisa informasikan, karena belum mendapatkan infonya,” katanya.

Dalam menanggapi hal ini, Bappeda sudah mengimbau masyarakat dalam program pemutihan yang di adakan pemerintah dengan sasaranya mereka yang tidak mendaftarkan ulang kendaraanya

“Bisa segera manfaatkan program ini karena berakhir hanya sampai 31 Agustus 2022,” tuturnya.

Menurut Fredy, program ini sangat bisa membantu masyarakat yang belum membayar pajak kendaraan dan lainnya karena bebas denda untuk yang menunggak di bawah 5 tahun, Bebas biaya balik nama tetapi pajaknya tetap harus di bayar.

“Dan ada diskon juga untuk yang taat membayar pajak maksimal diskon itu sebesar 10 persen,” ungkapnya.

Fredy mengaku untuk sosialisasi hal ini sudah melalui media cetak, iklan di Radar Depok, sosialisasi di radio. “Dan pemasangan oleh spanduk-spanduk di banyak tempat termsuk di setiap kelurhan yang ada di Kota Depok,” tutupnya.(rd/ana)

Jurnalis : Andika Eka

Editor : Junior Williandro

Editor: Febrina

Tags

Terkini

Panglima TNI Pimpin Upacara Alih Kodal PPRC TNI

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:25 WIB

Dinkes Bersama PERSAGI Periksa Gizi Anak di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:45 WIB

PKK Kelurahan Cimpaeun Dorong Posyandu Lebih Kreatif

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:25 WIB

16 Pesantren di Depok Punya Produk Sendiri

Selasa, 7 Februari 2023 | 09:10 WIB

Polisi Buru Penganiaya Anak Kandung di Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:30 WIB

Akulturasi Cina Sumbang Keragaman Budaya Indonesia

Senin, 6 Februari 2023 | 22:21 WIB

RW14 Bojongsari Depok Galakan PHBS

Senin, 6 Februari 2023 | 19:14 WIB

Kelurahan Mampang Depok Siap Songsong Pemilu 2024

Senin, 6 Februari 2023 | 11:00 WIB
X