Kamis, 9 Februari 2023

Bareskrim Polri Sambangi Tanah di Cilangkap Depok, Ada Apa

- Minggu, 23 Oktober 2022 | 19:14 WIB
SAMBANGI : Jajaran LAKRI dan Satgas Mafia Tanah Bareskrim Mabes Polri ketika melakukan pengecekan terhadap lokasi lahan di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos Kota Depok, Sabtu (23/10). DOKUMENTASI LAKRI
SAMBANGI : Jajaran LAKRI dan Satgas Mafia Tanah Bareskrim Mabes Polri ketika melakukan pengecekan terhadap lokasi lahan di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos Kota Depok, Sabtu (23/10). DOKUMENTASI LAKRI

RADARDEPOK.COM - Dugaan penyerobotan tanah yang dilaporkan Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), mendapatkan respon dari Satgas Mafia Tanah Bareskrim Mabes Polri.

Sekjen LAKRI, Bejo Sumantoro mengatakan, kedatangan Satgas Mafia Tanah itu untuk mengecek lokasi dugaan penyerobotan lahan milik kliennya, Tjoa Goan Pie yang diduga dilakukan sejumlah oknum.

"Adapun terkaitnya Tim Satgas Anti Mafia Tanah turun ke lokasi adalah untuk melihat langsung obyek tanah yang sedang dalam proses hukum Satgas Anti Mafia Tanah Mabes Polri," ungkapnya kepada Radar Depok, Minggu (23/10).

Dalam kesempatan itu, kata Bejo, Satgas Mafia Tanah Mabes Polri berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang dibuat pihaknya tersebut. Terdekat, Satgas Mafia Tanah akan memeriksa saksi dan dokumen.

"Intinya respon Satgas Anti Mafia Tanah positif dan segera akan diproses selanjutnya sesuai dengan aturan hukum, dimulai dari penelitian semua dokumen-dokumen baik dokumen yang ada pada LAKRI maupun dokumen yang ada pada BPN Kota Depok, dan hasilnya siapapun yang bersalah akan mendapatkan sanksi yang tegas," tegasnya.

Dia meyakini, lahan seluas 45.000 meter persegi yang berlokasi didekat Rusanawa Cilangkap, Kecamatan Tapos itu adalah tanah adat yang terdaftar di buku Induk letter C Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos.

"Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pun untuk membangun Rusunawa, tanahnya beli dari Tjoa Goan Pie, yang aneh tiba-tiba di atas obyek tanah tersebut di terbitkan sertifikat hak milik oleh BPN Kota Depok atas nama beberapa orang yang Asalnya dari tanah eigendom vervonding sisa," tandas Bejo.

Sementara itu, perwakilan dari Satgas Mafia Tanah Bareskrim Mabes Polri, NN mengatakan, kehadirannya di lokasi tersebut untuk merespon adanya dugaan penyerobotan tanah yang dilaporkan LAKRI.

"Kami hadir kesini untuk menindaklanjuti laporan LSM LAKRI terkait dugaan mafia tanah terhadap lahan seluas seluas 5 hektar di wilayah Cilangkap, Tapos, Kota Depok, tim SatgasMafia Tanah Bareskrim Mabes Polri langsung turun ke lokasi," tuturnya.

Dia menegaskan, kedatangannya dan tim hanya untuk mengecek lokasi tanah yang dilaporkan. Menurutnya, pihaknya tak memiliki kewenangan untuk menentukan pemilik tanah yang sah.

"Perlu dipertegas lagi kepada teman-teman media dan LSM Lakri bahwa kedatangan kami hanya untuk mengecek lokasi tanah yang dipermasalahkan, kami tidak punya otoritas untuk menentukan siapa pemilik tanah yang sah, kami hanya menindaklanjuti laporan dari Lakri saja," tutupnya. (ger/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar 

Editor: Fahmi Akbar

Tags

Terkini

Depok Targetkan Penghargaan Kota Sehat Tertinggi

Rabu, 8 Februari 2023 | 19:09 WIB

Delapan Petugas Haji Depok Lolos Seleksi

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:30 WIB

TP PKK Serua Jauara Lomba Vlog Tingkat Kota

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:30 WIB

TP PKK Kelurahan Kukusan Perangi Stunting

Selasa, 7 Februari 2023 | 22:46 WIB

Serunya Virtual Natu – Run Universitas Indonesia

Selasa, 7 Februari 2023 | 20:31 WIB

Ini Upaya Kader Kukusan Depok Cegah Stunting

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:22 WIB

PN Depok Janji Konsisten Jauhi Suap dan Gratifikasi

Selasa, 7 Februari 2023 | 18:56 WIB
X