Minggu, 5 Februari 2023

UI Kembangkan Aplikasi Penerjemah Gerakan Bahasa Isyarat

- Sabtu, 15 Agustus 2020 | 09:54 WIB
PEREKAMAN : Proses perekaman bahasa isyarat. Universitas Indonesia mengembangkan aplikasi penerjemah gerakan bahasa isyarat ke teks Bahasa Indonesia. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seorang peneliti dan dosen senior dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI), Dr. Erdefi Rakun mengembangkan sebuah aplikasi mobile yang mampu mengenali, menerjemahkan dan mentransformasi video gerakan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) ke dalam teks Bahasa Indonesia. Saat ini, aplikasi tersebut telah dapat diakses melalui smartphone dengan platform Android. Pembuatan aplikasi didukung oleh sejumlah peneliti dari Lab Machine Learning and Computer Vision Fasilkom UI serta bekerja sama dengan para guru dan murid dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Santi Rama yang telah menguasai SIBI. Sistem penerjemah yang dibangun oleh Dr. Erdefi mampu mengenali isyarat SIBI dengan tingkat akurasi 98 persen. Untuk dapat menerjemahkan gerakan isyarat SIBI ke teks bahasa Indonesia, aplikasi perlu kemampuan untuk mengenali setiap gerakan isyarat SIBI. Dr. Erdefi menggandeng para guru dan murid Santi Rama di dalam kegiatan perekaman gerakan isyarat SIBI. Proses perekaman dapat dilihat pada kanal Youtube Fasilkom UI sebagai berikut: http://s.id/YouTubeFasilkomUI. “Kami ingin memfasilitasi pembelajaran bahasa isyarat bagi mereka yang membutuhkan, baik itu yang berkebutuhan khusus maupun tenaga pengajar, orangtua maupun masyarakat,” ungkapnya. Ia tengah mengembangkan dua aplikasi berkaitan dengan SIBI, yaitu aplikasi untuk menerjemahkan text-to-gesture dan aplikasi untuk menerjemahkan gestures-to-text. Namun, pada kesempatan awal, ia memfokuskan untuk menangani masalah tersulit terlebih dahulu, yaitu sistem penerjemahan gestures-to-text. PEREKAMAN : Proses perekaman bahasa isyarat. Universitas Indonesia mengembangkan aplikasi penerjemah gerakan bahasa isyarat ke teks Bahasa Indonesia. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK   “Sistem penerjemah yang kami kembangkan mampu mengakomodasi gerakan isyarat dalam SIBI yang mengikuti struktur tata Bahasa Indonesia, seperti penyusunan kata-kata bahasa Indonesia yang memiliki infiks, prefiks, dan sufiks,” tuturnya. Masalah pengenalan kata berimbuhan sebagai suatu unit akan memerlukan komputasional yang tinggi, dan membutuhkan basis data yang besar. Hal ini disebabkan karena ada banyak sekali kemungkinan kombinasi imbuhan dan kata dasar, dan adanya kata-kata baru yang terus ditambahkan ke Bahasa Indonesia. Salah satu keunikan dari SIBI adalah adanya isyarat kata berimbuhan yang dibentuk dengan menggabungkan gerakan isyarat imbuhan (awalan, akhiran, partikel) dengan gerakan isyarat kata dasar. Sistem penerjemah ini juga memiliki kemampuan untuk mengenali komponen-komponen yang membangun suatu isyarat kata berimbuhan. (rd/gun)   Jurnalis : M. Agung HR Editor : Pebri Mulya

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Waspadai KLB Campak Karena Tidak Imunisasi

Jumat, 3 Februari 2023 | 10:00 WIB

Manasik Haji Tingkatkan Edukasi Agama Anak Sejak Dini

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:00 WIB

Pokja Kelurahan Sehat Cisalak Dikukuhkan

Selasa, 31 Januari 2023 | 23:07 WIB

Smart Parenting di Milad Ke-30 MIT Nurul Iman

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:26 WIB

Sambut HUT ke-39 Lewat Jalan Sehat

Senin, 30 Januari 2023 | 21:53 WIB

Market Day SMPIT Al-Hikmah Meriah

Senin, 30 Januari 2023 | 18:46 WIB

PresGo Camp Asah Kemampuan Siswa SD

Jumat, 27 Januari 2023 | 21:02 WIB

Olahraga Renang Sumbang Banyak Prestasi

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:27 WIB
X