bogor-raya

Puncak : Dulu Lestari Kini Ngeri

Selasa, 4 Maret 2025 | 10:00 WIB
RM Liwet Astro disegel Pemkab Bogor karena belum berizin.

"Banjir bandang yang terjadi saat ini misalnya, penyebab utamanya memang belum teridentifikasi. Tapi tentunya kondisi lahan di kawasan Puncak perlu dijaga," ucapnya.
Berdasarkan data, Dedi Mulyadi menjelaskan, lebih dari 1.000 hektar lahan kebun teh di Puncak telah beralih fungsi.

Baca Juga: Gak Pake Lama! DPR RI Desak Percepatan Penyelesaian Bendungan Cibeet dan Cijurey

Untuk itu dia meminta PTPN Gunung Mas menghentikan berbagai aktivitas ahli fungsi lahan di kawasan Puncak.

"Jangan hanya cari keuntungan ekonomi jangka pendek saja. Dulu Belanda menanam teh di kawasan itu bukan hanya untuk produksi tapi juga upaya konservasi,” tegasnya.

"Sekali lagi kami mohon untuk menghentikan berbagai alih fungsi lahan yang ada di Puncak," imbuhnya menekankan.

Sebagaimana diketahui, 119 unit rumah di Kampung Pensiunan Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, terdampak.banjir bandang luapan Sungai Ciliwung. Sebanyak 423 warga yang tersebar di RT 01, 02 dan 03 terdampak.

Baca Juga: Siap-siap! Bupati Bogor Rudy Susmanto Rombak Besar-besaran Kabinet, Kepala OPD Basah Digeser

Banjir bandang juga menyebabkan beberapa jembatan terputus. Salah satunya yang berada di Jalan Hankam, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua.

Banjir bandang juga mengakibatkan seorang warga bernama Asep Mulyana, warga Desa Citeko, meninggal dunia karena terbawa hanyut. ***

JURNALIS : ACHMAD KURNIAWAN

Halaman:

Tags

Terkini

Ketua Komisi III DPRD Tinjau Banjir Cigudeg Bogor

Minggu, 19 April 2026 | 07:54 WIB

Pemkab Bogor dan BPS Validasi Peserta  PBI JK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55 WIB

Fix! Lokasi Pembangunan PSEL di Area TPA Galuga

Sabtu, 18 April 2026 | 07:15 WIB

Gubernur KDM Resmikan SMAN 3 Jonggol

Jumat, 17 April 2026 | 06:30 WIB