RADARDEPOK.COM-Coffee shop dengan konsep rumahan memiliki kesan nyaman untuk berkumpul dalam waktu yang lama bersama teman-teman dan keluarga. Salah satunya BeMo Cafe yang berlokasi di Jalan Nusantara Raya No.284, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
Kafe dua lantai ini memberi kesan seperti dirumah, terdapat beberapa bangku lengkap dengan colokan dan wifi. Terdapat pula tempat lesehan dengan tikar berbulu dan meja kecil untuk menaruh makanan dan laptop. Adapun musala yang nyaman.
“Untuk tempatnya memang mengambil konsep homey agar para konsumen lebih nyaman dalam mengerjakan tugas maupun berkumpul bersama teman dan keluarga,” ujar barista BeMo Cafe Ahmad Fauzi saat diwawancarai Harian Radar Depok.
-
Selain mempunyai konsep yang nyaman, BeMo Cafe pun terletak di lokasi yang strategis. Lokasinya terletak di depan sekolahan, dimana anak-anak sekolah dapat dengan mudah mencari tempat yang nyaman untuk kerja kelompok.
Fauzi juga memastikan, selain tempatnya yang nyaman dan seru, harganya yang dihadirkan juga ramah dikantong pelajar sehingga menjadi nilai lebih untuk cafe ini.
“Harga yang ada mulai dari Rp 18ribu untuk coffeenya, terdapat juga yang non coffe mulai dari Rp 15ribu. Walaupun harganya terbilang murah namun kualitas kopi sangat dijaga hingga ke tangan konsumen,”ungkapnya.
-
Biji kopi yang dipakai arabika Mandiling dan House blend. Siganturenya Bemo iced Coffe dengan campuran gula aren, creamer dan susu kental manis tambahan yang membuat kopi ini berbeda dengan yang lainnya. Terdapat juga menu makanan seperti roti pizaa buatan sendiri yang lezat.
Bagi konsumen yang menyukai kopi terlalu kuat, disini dapat mengcustomnya untuk dikurangin 30 ml dari normalnya 60 ml. Untuk saat ini BeMo Cafe belum terdapat di ojek online hanya ada offline store. Buka dari jam 11.00 sampai 22.00 WIB, hari Minggu tutup.
“Harapannya semoga makin rame lagi dan berkembang lagi, karenakan covid sudah mulai menurun. Tentunya juga semoga tempat lain seperti ini bisa bertahan dan berkembang juga,” tutupnya. (mg6)
Jurnalis : Melania Andre
Editor : Arnet Kelmanutu