RADARDEPOK.COM-Di tengah hiruk pikuk kehidupan moderen, manusia kerap dihadapkan pada kebisingan yang tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam diri. Pikiran yang penuh, hati yang hampa, serta arah hidup yang terasa kabur menjadi potret yang tidak asing bagi banyak orang hari ini.
Dalam kondisi seperti itu, berbagai nasihat, saran, hingga hiburan terkadang tak lagi mampu menenangkan. Bahkan, tidak jarang justru memperdalam rasa kosong yang dirasakan.
Pimpinan Yayasan Darul Ulum sekaligus pemerhati agama, sosial, dan budaya, Bang Boy, mengingatkan dalam kondisi seperti ini, manusia perlu kembali mengenali dirinya sebagai jalan untuk mendekat kepada Sang Pencipta.
Baca Juga: Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Kalimantan Barat Membawa 2 Kru dan 6 Penumpang
Ia mengutip sebuah maqolah yang sarat makna: “Aku (Allah) tergantung pada sangkaan hamba-Ku. Jika hamba-Ku menyangka Aku dekat, maka Aku lebih dekat. Jika ia menyangka Aku jauh, maka Aku pun menjauh.”
Menurutnya, cara pandang manusia terhadap Tuhan sangat memengaruhi kedekatan spiritual yang dirasakan.
Ketika seseorang merasa jauh, bisa jadi bukan karena Tuhan yang menjauh, melainkan karena hati yang mulai menjauh dari sumber petunjuk.
Dalam realitas saat ini, banyak orang justru mencari jawaban ke berbagai arah, padahal petunjuk yang paling dekat telah lama ada, yakni Al-Quran.
Baca Juga: Kawal Kepastian Hukum, Ubaidilah Dampingi Warga Komplek AL Pangkalanjati Depok Audiensi ke DPR RI
Namun sayangnya, tidak sedikit yang menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai rutinitas—dibaca sekilas, dipajang dengan hormat, tetapi jarang benar-benar diajak “berdialog” dari hati.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk mereka yang sudah paham. Justru orang yang sedang gelisah, hidupnya berantakan, dan jiwanya lelah adalah yang paling membutuhkan kembali kepadanya,” ujar Bang Boy.
Ia menekankan, satu ayat saja bisa menjadi wasilah perubahan besar dalam hidup seseorang. Satu ayat mampu mengingatkan bahwa Allah masih melihat, menegur tanpa mempermalukan, bahkan memeluk hati yang telah lama merasa tersesat.
Lebih lanjut, Bang Boy menilai bahwa pendekatan terhadap Al-Qur’an tidak perlu dimulai dengan target besar yang justru berpotensi membuat seseorang cepat menyerah.
Baca Juga: Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Kalimantan Barat Membawa 2 Kru dan 6 Penumpang
Prosesnya bisa dimulai dari hal sederhana satu halaman, satu ayat, atau satu tafsir pendek yang dipahami secara perlahan.
Artikel Terkait
Pemerhati Agama, Sosial dan Budaya, Bang Boy : Sungkeman sebagai Mediasi Keberkahan dan Harmoni Sosial
Kontinuitas Doa Menurut Pimpinan Yayasan Darul Ulum, Bang Boy : Jalan Sunyi Menuju Sang Khalik
Pimpinan Yayasan Darul Ulum, Bang Boy : Syukur Bukan Sekadar Ucapan, tapi Mujahadah Seorang Hamba kepada Sang Khalik
Pimpinan Yayasan Darul Ulum, Bang Boy : Guru Mediasi Mengenal Sang Kholiq