metropolis

Meski Sudah Dipecat, Sandi Damkar Tetap Turun Bantu Padamkan Kebakaran di Tapos Depok : Memang Pejabat Ada yang Mau Nyemprot!

Jumat, 10 Januari 2025 | 22:07 WIB
BERTUGAS : Mantan anggota Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Cimanggis, Sandi Butar Butar, tengah memadamkan api yang membakar warkop dan konter ponsel di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok. (YUSTIN/RADAR DEPOK)

RADARDEPOK.COM Meski kontrak kerja sudah tak lagi diperpanjang Pemkot Depok. Sandi Butar Butar selaku mantan anggota Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok, tetap berjibaku untuk menaklukan amukan si jago merah.

Jumat (10/1) malam, Sandi nampak hadir dan bergabung dengan rekan seperjuangannya saat tengah meredam api, yang tengah menghanguskan warkop dan konter ponsel di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Baca Juga: Virus HMPV Masuk Indonesia, Dirut RSUD ASA Depok Minta Warga Terapkan PHBS

Salah satu alasan Sandi hadir di TKP tersebut, lantaran dirinya tak diperbolehkan pergi oleh rekan-rekannya, usai masa berlaku kontrak kerjanya dipastikan berakhir pada 31 Desember 2024 dan tak diperpanjang lagi.

Saya memang sudah dipecat dari kantor dinas secara sepihak. Tapi saya tidak boleh pergi dari kantor sama teman. Kunci motor saya diambil. Kunci loker saya diambil. Saya pulang juga bingung,” kata Sandi Butar Butar kepada Radar Depok, Jumat (10/1).

Kendati demikian, Sandi mengaku hadir ke lokasi kejadian berdasarkan inisiatifnya sendiri. Selain itu, dirinya juga hadir untuk melengkapi personel Damkar Depok, dalam menghentikan amukan si jago merah.

Ya kesadaran sendiri. Dan memang kan kekurangan personel juga. Memangnya pejabat ada yang mau nyemprot? Basah-basahan ke sini? Ya seperti itu saja kurang lebihnya. Saya akui saya diberikan uang suap, tapi saya berikan semua ke panti asuhan. Saksinya semuanya ada. Makanya sepeser pun saya tidak pernah menerima uang suap dari mereka,” kata Sandi.

PERISTIWA : Kebakaran yang menghanguskan warkop dan konter ponsel yang terletak di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jumat (10/1) malam.

Kalau dibilang kenapa baru ngomong sekarang? Karena waktu awal suap mereka mengancam kalau saya enggak terima, teman-teman saya dipecat,” tambahnya.

Sebagai informasi, peristiwa kebakaran yang menghanguskan warkop dan konter ponsel itu terjadi sekitar pukul 18:40 WIB. Peristiwa itu bermula saat api membakar warkop, yang kemudian merembet ke konter ponsel di sebelahnya.

Kebakaran terjadi diduga akibat gas yang bocor. Kala itu, gas berada di bawah meja dapur dengan kondisi ruangan yang tertutup. Karena kondisi gas sudah bocor, alhasil ruangan dipenuhi oleh kandungan gas tersebut. Saat itu, kondisi kompor tengah menyala yang akhirnya memicu kebakaran.

Baca Juga: Komisi C DPRD Depok Ubek Ubek Situ Bahar, DLHK Bakal Koordinasi ke Bogor

Saksi kejadian, Bontot menerangkan, api yang muncul dari dalam warkop tersebut akhirnya disiram oleh warga setempat dengan air. Ini dilakukan agar api tidak merembet ke toko yang ada di sebelahnya.

Ya karena saking paniknya mungkin, akhirnya disiramin air karena di sebelahnya ada warung sate, biar api enggak merembet,” kata Bontot.

Api yang muncul dari dalam warkop tidak langsung membesar, bebernya, sehingga orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian berhasil menyelamatkan diri. Alhasil, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka pada peristiwa yang terjadi.

Halaman:

Tags

Terkini