Senin, 30 Januari 2023

Sidang Nenek Yosi : Banyak Diam Karena Tidak Paham

- Kamis, 2 Desember 2021 | 22:20 WIB

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Nenek Yosi Rosada (70) yang ditenggarai menjadi korban mafia tanah akan melakukan pembelaan, setelah terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun, usai menjalani sidang eksepsi di Pengadilan Negeri Depok, Kamis (2/12).


Nenek Yosi usai persidangan menjelaskan, bila selama jalannya sidang hanya bisa diam, karena tidak mengerti apapun yang dimaksud, seluruh jalannya sidang diberikan pada kuasa hukumnya.


"Ibu nggak paham kesalahanya apa, hanya dituduh palsukan surat. Ibu tidak mengerti makanya diam saja selama sidang," terangnya.


Nenek yang menjadi korban mafia tanah tidak melakukan pembelaan apapun setelah ditetapkan Polda Metro Jaya menjadi tersangka, karena memalsukan surat dengan pidana pasal 263 dan 266 KUHP.


Bahkan karena tidak ada pembelaan dan tidak mengerti, dirinya menerima ditetapkan sebagai terdakwa dan dijadikan tahanan kota oleh Kejari Kota Depok.


"Jujur, ibu tidak melakukannya. Ibu yakin hakim punya hati nurani. Ibu tidak terima tuduhan ini. Sekarang ada pengacara yang bantu ibu buat membela ibu kalau tidak salah dan dizolimi," tegas Nenek Yosi.


Sementara, Kuasa Hukum Nenek Yosi, Haris menjelaskan, kasusnya bermula dari kasus hukum perdata terkait kepemilikan sebidang tanah Sertifikat Hak Milik (SHM) di Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.


Hasilnya, gugatan cacat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum sejak 2018 dalam putusan Perkara Perdata No 287/p-dt.G/2017/CBN di PN Cibinong, Kabupaten Bogor, dan inkracht hingga Peninjaun Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA).


"Tadi yang kami bacakan pembelaan dari ibu Yosi dengan berbagai bukti yang memperkuat bila Nenek itu tidak bersalah," ungkapnya usai sidang.


Adapun pembelaan yang disampaikan dalam persidangan, yaitu bukti surat sebanyak 16 item, diantara bukti surat salinan putusan perkara Perdata di PN Cibinong, Pengadilan Tinggi (PT) Bandung dan MA, surat akta jual beli (AJB), surat keterangan ahli waris, surat keterangan Kepala Desa Cimanggis, surat keterangan BPN Kabupaten Bogor dan Buku Induk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Apel Akbar di Depok, 11 Ribu Warga NU Jaga Toleransi

Senin, 30 Januari 2023 | 01:54 WIB

Smartfen WOW 100% Depok Dukung Digitalisasi UMKM

Senin, 30 Januari 2023 | 01:47 WIB

Ketua PKK Kelurahan Cimpaeun Dilantik

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:29 WIB

Walikota Sebut Angklung Lebih Baik Daripada Lato-Lato

Sabtu, 28 Januari 2023 | 00:12 WIB

PresGo Camp Asah Kemampuan Siswa SD

Jumat, 27 Januari 2023 | 21:02 WIB

Sukatani Bakal Jalankan 54 Pembangunan di 2023

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:45 WIB

Kakak Beradik jadi Korban Kebakaran di Bojonggede

Jumat, 27 Januari 2023 | 02:16 WIB

Imigrasi Depok Tingkatkan Pelayanan

Jumat, 27 Januari 2023 | 01:59 WIB
X