Dengan mengacu pada hasil penilaian awal manajemen lapangan, FIFA mencatat bahwa saat ini, permukaan lapangan JIS menggunakan sistem tipe karpet dengan pengisi 60 mm di bagian atas. Bagian tersebut biasanya terbuat dari bahan jenis organik.
Baca Juga: Pertamax Green Perdana Sapa Masyarakat, Segini Harganya Perliter
FIFA mengemukakan kesulitan yang akan timbul jika mempertahankan sistem seperti itu.
Kesulitannya adalah efektivitas akar yang sulit mencapai bagian alas karpet karena terhalang jarak 5 cm, antara zona akar atas dan zona akar bawah yang membuat pertumbuhan akar menjadi tidak efektif.
Lapangan dengan jenis karpet seperti ini juga akan mempersulit proses perawatan dengan mekanisme tertentu. Hal ini telah menjadi masalah yang umum dengan beberapa jenis karpet yang tersedia di pasaran.
Baca Juga: Sang Pisang Buka di Sawangan Depok, Kaesang : Bukan Lagi Kampanye
“Saya mengusulkan perubahan ini harus dilakukan secepat mungkin untuk mendapatkan pertumbuhan rumput yang maksimal menjelang turnamen diselenggarakan,” tegas Alan.
Dalam hal pemełiharaan rutin, FIFA merencanakan serangkaian pelatihan manajemen lapangan untuk alih pengetahuan dari para ahli FIFA ke tim manajemen lapangan lokal serta petugas lapangan.
Sementara, Wakil Ketua PSSI Ratu Tisha menyampaikan bahwa Erick selaku Ketum PSSI mengajukan delapan stadion dan proses ini sudah dirapatkan pada saat Indonesia dipilih FIFA jadi tuan rumah.
Baca Juga: Berawal Demam SCBD, Pemkot Realisasikan Depok Open Space
"Nah, salah satu yang baru adalah JIS," kata Ratu Tisha di Jakarta.
Tisha menyampaikan bahwa Jakarta bakal jadi lokasi penting lantaran turut jadi tempat tinggal wasit selama Piala Dunia U17 2023.
Keberadaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan JIS yang memiliki fasilitas penunjang untuk latihan juga jadi alasan ibukota sebagai pusat kegiatan meski partai semifinal dan final digelar di Stadion Manahan Solo.
Baca Juga: Dorong Produktivitas Masyarakat, Jaringan 4G XL Axiata Kini Layani 935 Desa di Bengkulu
"Karena itu JIS mau diajukan sebagai salah satu venue utama karena Jakarta sebagai ibukota," katanya menambahkan.
FIFA bakal ke Indonesia untuk melakukan inspeksi pada 28 Juli hingga 2 Agustus mendatang.
JIS jadi salah satu stadion yang bakal direnovasi dengan signifikan karena harus memperbaiki rumput dan akses stadion.