RADARDEPOK.COM - Belakangan ini group WhatsApp dan media sosial warga Depok diramaikan oleh video-video gangster yang sedang konvoi di jalan raya. Bahkan, sampai beredar korban dari gangster.
Padahal, video dan foto tersebut ada yang merupakan kejadian lampau atau belum tentu terjadi di Kota Depok.
Karenanya, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Novi Anggriani meminta warga Depok untuk tidak langsung mengirim video atau foto yang didapat ke group WA dan kerabatnya.
"Harus dicek kebenarannya. Waktu itu saya dapat informasi ada penyerangan gangster di Arco Bojongsari Depok, tapi ternyata itu hoax dan kejadiannya di wilayah Parung," papar Novi Anggriani.
Ia mengungkapkan ,informasi tersebut sempat viral dan menimbulkan keresahan warga. Bahkan, sampai ada yang takut untuk keluar rumah di malam hari.
"Kiriman-kiriman video itu jadi bikin warga resah. Padahal, belum tentu kebenarannya dan terjadi di Depok," ungkapnya.
Novi Anggriani berharap agar masyarakat tidak panik dan menggali informasi dari sumber yang valid, seperti media-media mainstrem.
"Lihat dulu, sumbernya valid atau tidak, kalau media mainstrem pasti mereka akan melakukan croscek di lapangan," bebernya.
Selain itu, Pemerhati Perempuan dan Anak asal Depok ini menjelaskan, Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) juga harus digalakkan kembali di wilayah, guna membantu aparat keamanan memonitoring serta mendapatkan informasi yang akurat.
"Jangan sampai isu-isu hoax itu terus didengungkan, tanpa ada croscek, akan meresahkan warga, jangan sampai terus menjadi bola liar," pungkas Novi Anggriani. (cky)
Editor : Ricky Juliansyah