ruang-publik

Jalan Baru Menuju Perubahan Indonesia

Rabu, 20 September 2023 | 21:53 WIB
Dr Heri Solehudin Atmawidjaja

RADARDEPOK.COM - Beberapa saat yang lalu kita telah sama-sama simak live event Deklarasi Bakal Calon Presiden dan Bakal Calon Wakil Presiden kolaisi perubahan yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang berlangsung di Hotel Majapahit Surabaya. Bagi sebagaian orang bahkan para analis politik tentu ini merupakan peristiwa politik yang mengejutkan (unpredictable), akan tetapi bagi langkah Ketua Umum Partai Nasdem bang Surya Paloh yang memasangkan Anis Baswedan dengan Muhaminin Iskandar adalah langkah politik yang sangat dapat dijelaskan secara rasional.

Baca Juga: Perekaman KTP el Sasar SMA Negeri 12 Depok, Antusias Tinggi, 165 Siswa Berhasil Rekam

Insting politik ini tidak muncul secara tiba-tiba karena dalam analisis saya pada awal bulan Agustus ketika Muhaimin Iskandar masih bergandeng mesra dengan Prabowo Subianto sudah menyampaikan bahwa Cawapres Anies yang dapat melengkapi kekurangan Anies adalah Muhaimin Iskandar.

Baca Juga: Pemkot Depok Evaluasi 10 Janji Kampanye Walikota dan Wakil, Ini Hasilnya

Ada dua hal setidaknya yang menjadi alasan pokok kenapa Anies Baswedan harus menggandeng Muhaimin Iskandar, yang pertama adalah bahwa harus diakui bahwa baik Anies Baswedan maupun partai pengusung awalnya yaitu Nasdem dan PKS memiliki kelemahan pada dua Provonsi di Indonesia, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga: Dinkes dan RSUD Depok Pastikan Tak Tebang Pilih Jaminan Kesehatan

Jika dilihat setidaknya sampai hari ini maka dapat dipastikan terdapat tiga calon yang berlaga dalam kontestasi Pilpres tahun 2024 yaitu Ganjar Pranowo yang diusung oleh PDIP dan PPP, Prabowo Subiyanto yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan Anies Baswedan yang diusung koalisi perubahan (Nasdem, PKB dan PKS).

Baca Juga: Hadapi Badai El Nino, Lurah Cimpeun Ajak Masyarakat Antisipasi Kebakaran

Melihat dinamika politik yang berkembang maka Anis Baswedan wajib hukumnnya memenangkan kontestasi pada putaran pertama tanpa melalui ronde kedua, itu artinya bahwa koalisi perubahan harus mampu memenangkan Anies dengan prosentase kemenangan 56-57 % dari suara sah nasional.

Baca Juga: Lurah Mekarsari Apresisasi Sekber Okem

Angka kemenangan 57 % adalah angka yang paling realistis untuk mendapatkan kemennangan, akan tetapi 57 % bukan hal yang mudah kita dapatkan, secara matematis Lembaga Survey bahkan ada yang menyebutkan bahwa Anies tidak akan lolos di putaran kedua, tetapi politik bukanlah matematika, ada kekuatan lain yang mampu membuat orang menang dan kalah yaitu kekuatan Tuhan.

Baca Juga: Sumbangan SMKN 1 Depok Tak Langgar Aturan, Ini Penjelasan KCD Jawa Barat

Qulillāhumma mālikal-mulki tu`til-mulka man tasyā`u wa tanzi'ul-mulka mim man tasyā`u wa tu'izzu man tasyā`u wa tużillu man tasyā`, biyadikal-khaīr, innaka 'alā kulli syai`ing qadīr”. Katakanlah : Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS. Ali Imran ayat 26-27).

Jawa merupakan kunci kemenangan

Dalam strategi perang ada dua kemungkinan yang dapat kita lakukan, yaitu lumpuhkan kekuatan lawan jika kita mampu melumpuhkannya, tetapi jika tidak mampu melumpuhkan maka jadikan dia teman dalam perjuangan. Dalam sejarah pemilihan Presiden dapat dipastikan bahwa sehebat apapun suara yang diraihnya diluar Jawa, akan tetapi jika kalah pada dua Provinsi ini maka dapat dipastikan akan mengalami kekalahan secara nasional.

Halaman:

Tags

Terkini

Teman Baik Mediasi Dekat Dengan Tuhan

Minggu, 12 April 2026 | 09:56 WIB

Penghitungan Ebitda di SPT Tahunan Pph Badan

Jumat, 10 April 2026 | 18:45 WIB

Lebaran Depok dan Maknanya

Kamis, 9 April 2026 | 13:54 WIB

Serba-serbi SPT Tahunan Suatu Tinjauan

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:46 WIB

Membangun Komunikasi Inklusif Bagi Difabel

Kamis, 11 Desember 2025 | 19:43 WIB

Satu Negeri Dua Realitas

Jumat, 28 November 2025 | 08:55 WIB

Pahlawan Hari Ini

Senin, 10 November 2025 | 19:20 WIB