Baca Juga: Hasbullah Rahmad : Atlet Balap Depok Wajib Difasilitasi, Ada 4 Poin Penting
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan basis kekuatan merah dan hijau (PDIP dan NU). Jika dua kekuatan ini dapat bersatu maka insentif elektoral yang diraih oleh kandidat yang diusungnya akan sangat signifikan. Strategi mengejutkan Surya Paloh yang mengambil ceruk suara Nahdliyin dengan memasangkan Anies Baswedan dengan Gus Muhamin Iskandar, setidaknya dapat membuyarkan dua kekuatan lainnya, yaitu kekuatan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Demokrat Dalam Persimpangan Jalan
Ali bin Abi Thalib pernah berkata bahwa “Jangan mengambil keputusan ketika sedang marah, dan jangan membuat janji ketika sedang senang.” Kekecewaan Partai Demokrat seharusnya tidak perlu ditunjukkan secara berlebihan, apalagi sampai mencabut dukungan dan dibumbui dengan tudingan kasar dan tidak dewasa.
Baca Juga: Punya Izin Ibadah Sementara di Kapel, Walikota Depok Tepis Intoleran : Ini Sejumlah Alasannya
Penggunaan diksi "penghianat dan pembohong" bagi seseorang tentu tuduhan yang sangat serius karena diksi itu hanya layak disematkan bagi pelaku kejahatan, sementara yang dilakukan oleh Surya Paloh dan Anies Baswedan adalah pilihan politik untuk keluar dari kebuntuan politik karena ego subyektif dan tidak dapat dijelaskan secara obyektif, sebuah prasyarat yang sangat menyulitkan bagi Partai Demokrat sendiri untuk melakukan kerjasama politik dengan partai lainnya.
Baca Juga: Liga Champions : Bayern Munchen vs Manchester United, Tuan Rumah Diuntungkan Tamu Sempoyongan
Tanpa mengurangi rasa hormat pada Partai Demokrat, harusnya diakui bahwa mas AHY menjadi politisi baru seumur jagung, menjadi Ketua Partai juga karena bapaknya, prestasinya juga masih belum kelihatan, kalau mau sabar sedikit pasti enak dilihat, muda dan bijaksana, dan jika tetap istiqomah ada di barisan Koalisi Perubahan maka layak diganjar menjadi Ketua Tim Sukses dan calon Menkopolhukam, posisi yang juga sangat strategis untuk anak muda seperti AHY. Akan tetapi jika keluar jalur perubahan maka Partai Demokrat akan masuk dalam alam kegelapan politik, membangun poros baru mustahil, bersatu dengan Prabowo tidak dapat Cawapres, apalagi bersama Ganjar Pranowo, tidak akan mendapatkan insentif politik apapun. ***
Oleh : Dr Heri Solehudin Atmawidjaja
Dosen Pascasarjana Uhamka Jakarta, Wakil Ketua Forum Doktor Sospol Universitas Indonesia, Direktur Heri Solehudin Center
Artikel Terkait
Mau Wisata Murah Meriah? 2 Villa ini Harganya Satu Jutaan doang : Fasilitasnya Lengkap, Pemandangan Ajib
Wahana Murah yang ada di Lokasi Pantai, Sahabat Depok pasti Senang, Harganya Rp10 Ribuan
Perekaman KTP el Sasar SMA Negeri 12 Depok, Antusias Tinggi, 165 Siswa Berhasil Rekam
5 Tempat Wisata Curuh di Cianjur, buat yang suka Tantangan Wajib Datang ke sini!
Jadi Kandidat Cawapres Terkuat, Erick Thohir Kalau Jodoh Pasti Ketemu
Ketua Umum PSSI Erick Thohir Pastikan Derby Jatim Tetap di Stadion Gelora Bung Tomo
6 Tempat Wisata Goa di Indonesia ini hanya untuk Warga Depok yang Berani, ada Cahaya Surga, loh!
8 Tempat Wisata Glamping Terbaik Pilihan Kemenparekraf, Cocok banget buat Liburan Bareng Keluarga
Hanya 1,5 Jam dari Depok, Tempat Wisata Keren ala Disneyland ini Tawarkan Sensasi Tinggal di Negeri Dongeng
Mau Makan Enak dan Murah, ini 4 Tempat Wisata Kuliner Depok yang sangat Rekomen Banget!