Minggu, 19 April 2026

Jalan Baru Menuju Perubahan Indonesia

Junior Williandro, Radar Depok
- Rabu, 20 September 2023 | 21:53 WIB
Dr Heri Solehudin Atmawidjaja
Dr Heri Solehudin Atmawidjaja

Baca Juga: Hasbullah Rahmad : Atlet Balap Depok Wajib Difasilitasi, Ada 4 Poin Penting

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan basis kekuatan merah dan hijau (PDIP dan NU). Jika dua kekuatan ini dapat bersatu maka insentif elektoral yang diraih oleh kandidat yang diusungnya akan sangat signifikan. Strategi mengejutkan Surya Paloh yang mengambil ceruk suara Nahdliyin dengan memasangkan Anies Baswedan dengan Gus Muhamin Iskandar, setidaknya dapat membuyarkan dua kekuatan lainnya, yaitu kekuatan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Demokrat Dalam Persimpangan Jalan

Ali bin Abi Thalib pernah berkata bahwa “Jangan mengambil keputusan ketika sedang marah, dan jangan membuat janji ketika sedang senang.” Kekecewaan Partai Demokrat seharusnya tidak perlu ditunjukkan secara berlebihan, apalagi sampai mencabut dukungan dan dibumbui dengan tudingan kasar dan tidak dewasa.

Baca Juga: Punya Izin Ibadah Sementara di Kapel, Walikota Depok Tepis Intoleran : Ini Sejumlah Alasannya

Penggunaan diksi "penghianat dan pembohong" bagi seseorang tentu tuduhan yang sangat serius karena diksi itu hanya layak disematkan bagi pelaku kejahatan, sementara yang dilakukan oleh Surya Paloh dan Anies Baswedan adalah pilihan politik untuk keluar dari kebuntuan politik karena ego subyektif dan tidak dapat dijelaskan secara obyektif, sebuah prasyarat yang sangat menyulitkan bagi Partai Demokrat sendiri untuk melakukan kerjasama politik dengan partai lainnya.

Baca Juga: Liga Champions : Bayern Munchen vs Manchester United, Tuan Rumah Diuntungkan Tamu Sempoyongan

Tanpa mengurangi rasa hormat pada Partai Demokrat, harusnya diakui bahwa mas AHY menjadi politisi baru seumur jagung, menjadi Ketua Partai juga karena bapaknya, prestasinya juga masih belum kelihatan, kalau mau sabar sedikit pasti enak dilihat, muda dan bijaksana, dan jika tetap istiqomah ada di barisan Koalisi Perubahan maka layak diganjar menjadi Ketua Tim Sukses dan calon Menkopolhukam, posisi yang juga sangat strategis untuk anak muda seperti AHY. Akan tetapi jika keluar jalur perubahan maka Partai Demokrat akan masuk dalam alam kegelapan politik, membangun poros baru mustahil, bersatu dengan Prabowo tidak dapat Cawapres, apalagi bersama Ganjar Pranowo, tidak akan mendapatkan insentif politik apapun. ***

Oleh : Dr Heri Solehudin Atmawidjaja

Dosen Pascasarjana Uhamka Jakarta, Wakil Ketua Forum Doktor Sospol Universitas Indonesia, Direktur Heri Solehudin Center

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teman Baik Mediasi Dekat Dengan Tuhan

Minggu, 12 April 2026 | 09:56 WIB

Penghitungan Ebitda di SPT Tahunan Pph Badan

Jumat, 10 April 2026 | 18:45 WIB

Lebaran Depok dan Maknanya

Kamis, 9 April 2026 | 13:54 WIB

Serba-serbi SPT Tahunan Suatu Tinjauan

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:46 WIB

Membangun Komunikasi Inklusif Bagi Difabel

Kamis, 11 Desember 2025 | 19:43 WIB

Satu Negeri Dua Realitas

Jumat, 28 November 2025 | 08:55 WIB

Pahlawan Hari Ini

Senin, 10 November 2025 | 19:20 WIB
X