ruang-publik

Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023 : Mengukuhkan Persatuan dalam Kebhinekaan

Minggu, 29 Oktober 2023 | 20:41 WIB
Dr Heri Solehidin Atmawidjaja

RADARDEPOK.COM - Sebagai generasi muda kita tentu tidak ingin menjadi generasi yang jumud, stagnan dan statis, tetapi kita harus menjadi generasi yang progresif dan visioner.

Karena itu dengan semangat persatuan Ukhuwah Islamiyah dan Ulhuwah Wathoniyah, pemuda Indonesia harus menjadi Lokomotif Gerakan Perubahan, sehingga Pemilu 2024 menjadi pintu gerbang  kesejahteraan Bangsa Indonesia.

Baca Juga: Mengintip Keseruan The Girl Fest Roadshow Bandung hari Kedua, ada Nagita Slavina hingga Dwi Sasono

Sumpah Pemuda merupakan ikrar putra-putri bangsa dalam mengikatkan dirinya menjadi satu kesatuan dalam  wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928.

Pada tanggal tersebut, pemuda-pemuda dari berbagai organisasi dan suku bangsa di Indonesia berkumpul di Jakarta (saat itu masih dikenal sebagai Batavia) untuk menyatakan tekad mereka dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Hari Santri, Hari Sumpah Pemuda dan Kebangkitan Indonesia

Mereka bersumpah untuk bersatu, berjuang, dan berbakti kepada Tanah Air Indonesia, serta menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan awal dari gerakan menuju tercapainya kemerdekaan bangsa Indonesia.

Meskipun Indonesia telah merdeka selama puluhan tahun, makna ini tetap relevan dalam konteks menjaga kedaulatan negara dan menjauhkan diri dari tekanan asing.

Baca Juga: Forum Anak Kelurahan Mekarjaya Gelar Pemilihan Ketua

Dalam konteks bangsa Indonesia saat ini kita harus terus memelihara semangat persatuan, menghormati keberagaman, dan bekerja sama untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada.

Dengan merujuk pada nilai-nilai Sumpah Pemuda, generasi terbaru dapat berperan aktif dalam membangun Indonesia yang lebih kuat dan harmonis.

Hal ini wajib kita lakukan karena dalam kurun beberapa tahun terakhir ini bangsa kita berada pada titik yang sangat memperihatinkan.

Baca Juga: Wakil Walikota Depok Hadiri Maulid Nabi Muhammad SMPN 29 Depok

Persatuan dan kesatuan bangsa dibelah, ada kelompok yang diklaim sebagai paling NKRI sementara kelompok lainnya disebut makar dan anti NKRI.

Umat juga dibelah dan dipecah-pecah ada yang disebut Islam Pancasilais dan ada yang disebut anti Pancasila dan akan mengganti Pancasila, tuduhan dan kalim sepihak yang justru sangat membahayakan persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa seringkali disampaikan justru oleh pihak-pihak yang mewakili kelompok istana.

Halaman:

Tags

Terkini

Teman Baik Mediasi Dekat Dengan Tuhan

Minggu, 12 April 2026 | 09:56 WIB

Penghitungan Ebitda di SPT Tahunan Pph Badan

Jumat, 10 April 2026 | 18:45 WIB

Lebaran Depok dan Maknanya

Kamis, 9 April 2026 | 13:54 WIB

Serba-serbi SPT Tahunan Suatu Tinjauan

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:46 WIB

Membangun Komunikasi Inklusif Bagi Difabel

Kamis, 11 Desember 2025 | 19:43 WIB

Satu Negeri Dua Realitas

Jumat, 28 November 2025 | 08:55 WIB

Pahlawan Hari Ini

Senin, 10 November 2025 | 19:20 WIB