Senin, 30 Januari 2023

Kejaksaan Bekerja Berdasar Hukum, Bukan Hasil Survei

- Minggu, 22 Agustus 2021 | 21:53 WIB

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Praktisi hukum mengingatkan agar penegakan hukum yang sedang gencar dilakukan oleh Kejaksaan Agung tidak dipengaruhi dan digiring ke isu politik, apalagi membangun opini publik melalui survei.

Survei itu sah-sah saja di negara demokrasi, tetapi jangan sampai ada agenda politik para surveyor atau pendananya sehingga merusak iklim penegakan hukum yang sudah berjalan on the track,” kata Ketua Harian Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Dwiyanto Prihartono, Minggu (22/8).

Dilihat dari sisi politik, tutur dia, survei yang menyebut kinerja Kejaksaan Agung buruk ketika gencar memproses kasus-kasus besar, seperti kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero), bisa saja dimaknai sebagai penggiringan opini publik atau memiliki agenda terselubung untuk menggoyang posisi Jaksa Agung.

Namun sekali lagi, penegakan hukum tidak boleh terpengaruh dengan isu politik apalagi survei. Penegakan hukum harus sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku,” tegas Dwiyanto.

Sebagai lembaga penegak hukum, tuturnya, Kejaksaan harus bekerja berdasarkan hukum dan alat bukti sehingga dalam upaya penegakan hukum tersebut memang membutuhkan proses dan prosedur sehingga dapat mendudukkan persoalan sesuai hukum.

Dalam negara demokrasi, lembaga survei sah-sah saja melakukan dan merilis hasil survei, tetapi hal itu tidak dapat dijadikan ukuran untuk menyimpulkan kinerja Kejaksaan karena Kejaksaan bekerja berdasarkan prosedur dan undang-undang, alat bukti dan fakta yang tidak bisa semua orang atau umum tahu termasuk responden,” ujarnya.

Menurut Dwiyanto, survei sulit mendapatkan akurasi untuk bisa menggambarkan opini masyarakat secara umum dalam suatu perkara hukum, mengukur kinerja Kejaksaan bukan dengan survei namun ukurannya pada apakah bekerja telah sesuai dengan prosedur dan undang-undang.

Jadi saya kira tidak tepat mengukur kinerja Kejagung dengan hasil survei, Kejaksaan tidak bisa diukur seperti halnya mengukur lembaga politik. Kita maknai saja hasil survei sebagai pemicu agar kinerja Kejaksaan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Senada , Direktur Eksekutif Forum Hukum (Forkum) BUMN, Verrie Hendry, meminta masyarakat cermat sehingga tidak tergiring oleh opini pihak-pihak tertentu untuk membantu koruptor.

Menurut dia, Kejaksaan Agung di bawah komando Jaksa Agung ST Burhanuddin justru telah menunjukkan kinerja yang sangat baik karena berani mengungkap kasus-kasus korupsi besar yang merugikan negara puluhan triliun rupiah, seperti kasus Jiwasraya dan Asabri.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ketua PKK Kelurahan Cimpaeun Dilantik

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:29 WIB

Sukatani Bakal Jalankan 54 Pembangunan di 2023

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:45 WIB

Lapangan PSP Sawangan Resmi Bersoperasi

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:47 WIB

Upaya BKM dan LKM Sukseskan Program Pemerintah

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:40 WIB

Pokja Kelurahan Sehat Kecamatan Tapos Dikukuhkan

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:32 WIB

108 Warga Sawangan Terima Sertifikat PTSL

Rabu, 25 Januari 2023 | 22:42 WIB

Pelebaran Jalan Raya Cinere Depok Dikaji Bappeda

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:10 WIB

Turnamen Mini Futsal RW14 Kemirimuka Meriah

Senin, 23 Januari 2023 | 21:32 WIB

Katar Pondok Petir Bebersih Lingkungan

Senin, 23 Januari 2023 | 21:29 WIB

Pemuda Depok Lama Galakan Toleransi

Senin, 23 Januari 2023 | 21:26 WIB

Katar Pontir Depok Bebersih Lingkungan

Senin, 23 Januari 2023 | 17:40 WIB

Pomade Hadir Mewarnai Kota Depok

Jumat, 20 Januari 2023 | 20:40 WIB
X