RADARDEPOK.COM-Regenerasi remaja kreatif dan bermanfaat, Sangkar Semut mengutamakan adab dan kegiatan sosial. Dengan rasa kepedulian yang tinggi, maka terlahir keinginan membantu seseorang dengan keterampilan, ilmu yang sudah diajarkan.
Laporan : Wilda Apriyani
Lambat laun waktu terus berjalan, teknologi semakin canggih dan banyak inovasi baru. Generasi Millenial, yang terkenal dengan asiknya berkumpul, tanpa adanya kegiatan yang bermanfaat, menggugah hati Imron Riadi untuk meningkatkan kreativitas anak remaja dengan membuat sanggar.
Dengan bermodalkan adab dan melakukan banyak kegiatan sosial, merupakan tahap dasar setiap anak yang belajar di Sangkar Semut.
Sebagai wadah yang mampu menampung 120 anak, dengan mengedukasi dan menerapkan ilmu yang telah diberikan, mampu menghasilkan kerajinan unik dan mempunyai nilai jual yang tinggi.
Berawal dari program bebersih sungai, mengumpulkan dan memilah sampah di derasnya air sungai, mampu menjadi daya kreativitas yang menghasilkan sebuah karya.
"Karna anak-anak suka, kami kembangkan. Kebetulan ada pembinanya, tidak dibayar dan tidak mau dibayar. Murni untuk mengamalkan ilmunya untuk anak-anak," ucap Cang Boim sapaan akrabnya, Selasa (15/11).
Hal ini yang mengawali kreasi mereka untuk semakin berinovasi menciptakan sesuatu yang baru. Seperti memproduksi lampu hias dan pot yang materialnya dari barang bekas.
"Lampu lidi, cup-cup lampu dari galon ataupun dari botol aqua dan juga bahan bahan bekas yang kami jadikan pot," jelasnya.
Melalui tangan terampil mereka, satu per satu sampah anorganik diubah menjadi karya seni yang nilai jualnya tinggi. Hasil karya tersebut dipasarkan dan telah masuk ke gerai Uniqlo.
"Hasil dari karya tersebut 50% untuk pembangunan dan perawatan sanggar,"bebernya.
Selain itu, Sangkar semut mengikuti event pameran di kota Casablanca dan di Bandung.
Perbedaan sebelumnya, saat covid masih tinggi, aktivitas di sanggar sementara tutup. Hingga tiba waktunya, sudah kembali seperti semula dan memulai menyusun kegiatan. Seperti kegiatan literasi, hadroh, tari, seni lukis mural dan sudah memulai agenda untuk menggambar proyek.
Harapannya, seluruh masyarakat bisa menularkan kebaikan, mengamalkan ilmu dan mengembangkan ke generasi berikutnya. "Sesuai dengan prinsipnya, Berdikari mandiri, gotong royong dalam pembangunan," tandasnya. (*)
Jurnalis : Wilda Apriyani
Editor : Arnet Kelmanutu