Minggu, 19 April 2026

Menyambut Idul Fitri dengan Ceria: Tradisi Sambut Idul Fitri di Berbagai Daerah di Indonesia

Denis Akbar, Radar Depok
- Rabu, 19 April 2023 | 14:00 WIB
Ilustrasi Grebeg Syawal-Yogyakarta, Salah Satu Tradisi Menyambut Lebaran di Indonesia (Dok.yoratours)
Ilustrasi Grebeg Syawal-Yogyakarta, Salah Satu Tradisi Menyambut Lebaran di Indonesia (Dok.yoratours)

Dalam ritual ini, warga melemparkan api dari kelapa yang dibalut dengan daun kelapa kering ke arah kerumunan orang.

Meskipun terdengar berbahaya, namun Perang Api di Bali selalu diadakan dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan.

Tradisi ini dianggap sebagai simbol pemurnian diri dan membuang segala dosa di masa lalu.

5. Betawi: Takbiran Keliling dan Kue Putu
Di Jakarta, tradisi menyambut Idul Fitri dilakukan dengan cara yang berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia.

Namun, tak berarti tidak meriah atau tidak memiliki tradisi unik. Salah satu tradisi yang menjadi ciri khas Betawi saat Idul Fitri adalah Takbiran Keliling.

Baca Juga: IJTI Depok Bersama Alfamart Berbagi Paket Idul Fitri Buat ‘Pejuang Rupiah’

Takbiran Keliling di Betawi dimulai pada malam takbiran, dan berlangsung selama tiga malam. Warga Betawi membentuk rombongan dengan membawa bedug, rebana, dan alat musik lainnya.

Mereka berjalan dari satu kampung ke kampung lain, sambil membaca takbir dan mengucapkan salam kepada warga yang mereka temui di sepanjang jalan.

Selain Takbiran Keliling, masyarakat Betawi juga menyambut Idul Fitri dengan membagikan kue Putu kepada tetangga dan kerabat.

Kue Putu adalah kue tradisional Betawi yang terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula merah. Kue ini dibuat dengan cara diukus dalam bambu dan memiliki rasa yang manis dan legit.

6. Makassar: Tabuik dan Baju Bodo
Di Makassar, tradisi menyambut Idul Fitri sangat kental dengan nuansa budaya Bugis-Makassar.

Salah satu tradisi unik yang ada di Makassar adalah Tabuik, di mana warga membangun patung dari rotan dan bambu yang dihiasi dengan bunga-bunga dan kain-kain yang berwarna-warni.

Baca Juga: Puncak Mudik di Bekasi 18-20 April 2023, Urai Kepadatan Ini yang Disiapkan

Pada malam takbiran, patung tersebut dibawa dalam sebuah pawai yang diiringi oleh ribuan orang.

Pawai Tabuik dimulai dari Masjid Agung dan berakhir di Pantai Losari. Di pantai, patung tersebut diarak di atas perahu dan kemudian dilemparkan ke laut sebagai simbol pemurnian diri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

6 Tips Liburan Seru Bersama Anak Tanpa Gadget

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:50 WIB
X