RADARDEPOK.COM - Salah satu tradisi jelang lebaran yang lekat dengan Masyarakat Indonesia yaitu belanja baju baru.
Melansir dari Historia.id jejak tradisi membeli pakaian baru jelang lebaran dan memakainya sewaktu lebaran ini sudah cukup lama ada di Indonesia.
Penasihat Urusan Pribumi Untuk Pemerintah Kolonial abad ke-20 menuliskan perayaan tentang lebaran pada masa itu dalam suratnya kepada Direktur Pemerintahan dalam Negeri 20 April 1904.
Surat tersebut dimuat dalam nasihat-nasihat Snouck Nurgronje semasa kepada pegawaiannya kepada Pemerintah Hindia Belanda tahun 1989-136 dalam jilid ke-4.
Baca Juga: PT KAI Prediksi Puncak Arus Mudik Pada Jumat 21 April 2023
Selain itu dalam buku Islam di Hindia Belanda Snouck juga menuliskan
"Kebiasaan saling bertamu pada hari pertama bulan ke-10 dengan menggunakan pakaian serba baru, mengingatkan kita pada perayaan tahun baru Eropa.
Bulan ke-10 dalam kalender Islam adalah bulan Syawal dimana pada tanggal 1 Syawal umat Islam merayakan Idul Fitri.
Sumber lain menyebutkan tradisi saat baju baru Idul Fitri tertulis dalam buku sejarah nasional Indonesia karya Marwati Djoened Pusponegoro Nugroho Notosusanto.
Dalam buku tersebut dijelaskan tradisi beli baju baru saat Idul Fitri sudah dimulai ada tahun 1596 dimasa kesultanan Banten.
Baca Juga: Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal pada Kamis 20 April 2023
Menjelang Idul Fitri mayoritas penduduk muslim dibawah kerajaan Banten sibuk menyiapkan baju baru, namun saat itu hanya Kalangan Kerajaan yang bisa membeli baju baru untuk Idul Fitri. Sedangkan mayoritas warga masih menjahit baju sendiri.
Karena itu berbeda dengan hari-hari biasa mayoritas warga yang bekerja sebagai petani berubah propesi menjadi tukang jahit dadakan menjelang Idul Fitri.
Tradisi serupa juga ditemukan di Kerajaan Mataram Baru Yogyakarta, warga yang mayoritas muslim juga melakukan tradisi tersebut semua orang siap menyambut datangnya Idul Fitri dengan baju baru.
Masyarakat di Yogyakarta juga berbondong-bondong untuk mencari baju baru baik membeli maupun menjahit sendiri. Hingga kini membeli baju pun masih dilakukan banyak masyarakat di Indonesia menjelang lebaran bahkan di setiap pusat pembelanjaan baju semakin padat penduduk yang membeli baju lebaran.***