RADARDEPOK.COM – Namanya Kampung Setaman. Lokasinya di RW7, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Kampung ini menjadi percontohan keberhasilan, dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Ketua RW7 Ratu Jaya, Sanusi menyampaikan, dengan luas 16,7 hektar, kampung ini menjadi saksi bisu bagaimana kekompakan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif.
Kampung ini terdiri dari 1.270 kepala keluarga, dengan 2.516 penduduk. Jadi garda terdepan dalam menjalankan program Kampung Setaman.
"Program ini tidak hanya sekadar penataan lingkungan, tetapi juga melibatkan penghijauan, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, dan energi, serta kegiatan lain yang mendukung ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim," ujar Sanusi.
Fokus utama mereka adalah pada penghijauan dan penataan lingkungan. Warga Setaman RW7 dengan semangat bersama sama merawat dan menjaga hutan hamparan yang ada di sekitar kampung.
Baca Juga: Tes Urine Saipul Jamil Negatif, Asisten Positif Narkoba Setelah Penangkapan Dramatis
"Tindakan ini bukan hanya untuk keindahan visual, tetapi juga sebagai upaya menjaga keseimbangan ekologi, ketersediaan air tanah, dan kualitas udara," kata Sanusi.
Melalui kegiatan swadaya, warga menanam tumbuhan merambat seperti tanaman markisa di beberapa titik. Buah markisa yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan tetapi juga dimanfaatkan untuk produksi minuman kemasan, memberikan nilai ekonomi tinggi bagi kampung.
Baca Juga: Kecelakaan KA Turangga: KNKT Tindaklanjuti dengan Dua Tim Investigasi di Cicalengka
Selain penghijauan, warga Setaman RW7 juga giat melakukan penataan wilayah. Mereka membuat mural edukasi, lubang biopori, penampungan dan pemanfaatan air hujan untuk keperluan sehari-hari, serta pembuatan tanggul bencana dan embung air.
"Semua ini dilakukan dengan tujuan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan," jelas Sanusi.
Tak hanya itu, warga Setaman juga mengimplementasikan konsep sampah mart, di mana mereka dapat membeli kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan sampah sebagai mata uang.
"Hal ini merupakan langkah inovatif dalam menciptakan ketahanan pangan dan energi yang mandiri," lanjut Sanusi.
Artikel Terkait
Nofel Saleh Hilabi Didukung Senior Golkar
Duh, 1.103 ODGJ di Depok Boleh Nyoblos Pemilu 2024
Tiket Masuknya Cuma Rp 35 Ribu, Tempat Camping Ini Viewnya Terbaik Langsung Gunung Salak dan Suguhkan City Light Kota Bogor yang Menawan
Ibra Azhari Ditangkap untuk Kelima Kalinya dalam Kasus Narkoba, Lukman Azhari Terkejut!
Tragedi Kecelakaan Kereta Api, 4 Meninggal dalam Tabrakan KA Turangga dan Bandung Raya
Kecelakaan KA Turangga: KNKT Tindaklanjuti dengan Dua Tim Investigasi di Cicalengka
Tes Urine Saipul Jamil Negatif, Asisten Positif Narkoba Setelah Penangkapan Dramatis
Embun Puspa Camping Ground, Tempat Berkemah yang Tepat untuk Menikmati Keindahan Alam Bogor dengan View yang Memanjakan Mata
Relokasi, Tak Ikut Aturan di SDN Pondok Cina 1 Depok Tinggalkan
Tukang Gali Septic Tank di Depok Kaget Menemukan Granat dan Belasan Peluru, Begini Kronologis Lengkapnya