RADARDEPOK.COM-Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Depok Depok mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok agar tidak cuci tangan, perihal buntut viralnya pemberitaan terkait adanya cuci rapor atau skandal manipulasi data rapor, yang melibatkan salah satu sekolah yaitu SMPN 19 Depok, Rabu (24/7).
Diketahui, sekolah negeri tersebut telah melakukan cuci rapor terhadap 51 siswanya, agar bisa diterima di SMA Negeri melalui jalur prestasi rapor.
Baca Juga: Permudah Layanan Pertanahan! Kantah Kabupaten Bogor 1 Ditetapkan Jadi Kantor Pelayanan Elektronik
“Terungkapnya skandal memalukan di dunia Pendidikan ini, setelah dilakukan validasi oleh tim pengawasan PPDB Jabar dan Panitia PPDB di salah satu SMA Negeri di Depok ke SMP asal para siswa,” tutur Ketua GP Ansor Kota Depok, HM. Kahfi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/7).
Validasi tersebut, sambung HM. Kahfi, berhasil karena data yang dibandingkan antara nilai rapor yang diunggah oleh Calon Peserta Didik (CPD), dengan buku rapor serta buku nilai di sekolah tidak menunjukan perbedaan.
Selanjutnya, perbedaan baru terungkap saat verifikasi lanjutan yang dilakukan dengan pengecekan e-rapor, oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbudristek. Hasil verifikasi tersebut, menunjukan kalau nilai di e-rapor siswa dan siswi tersebut tidak sesuai dengan nilai yang diunggah, dengan yang tercantum di buku rapor serta buku nilai dari sekolah.
Setelah dilakukan penyelidikan oleh Itjen Kemendikbudristek bersama Disdik Jabar, lanjut HM. Kahfi, akhirnya terbukti adanya manipulasi data atau praktik cuci rapor.
Baca Juga: Lurah Mekarjaya Diganjar Penghargaan Kepala BNN RI
“Kasus ini menjadi bukti, bahwa demi memasukan anak-anak ke sekolah negeri harus menggadaikan moralitas dan melakukan perbuatan memalukan. Alih-alih integritas dan kejujuran mestinya diajarkan di sekolah, justru sekolah yang melakukan kebobrokan cuci rapor. Bisa jadi hal seperti ini sudah biasa dilakukan dan melibatkan banyak pihak,” tegas HM. Kahfi.
GP Ansor Kota Depok mendesak, agar Disdik Kota Depok dan Pemkot Depok memberikan sanksi berat terhadap para oknum yang terlibat pada kasus ini. Masyarakat tentu akan melihat bagaimana keseriusan Pemkot Depok dalam menjaga marwah pendidikan di Kota Depok.
“Harus ada sanksi tegas. Jangan cuci tangan dan menganggap persoalan ini hal biasa, karena ini sudah menyangkut moralitas dan masa depan anak-anak bangsa,” jelas HM. Kahfi.
Baca Juga: Dibikin Nyaman Sama Suasananya! Inilah Kafe Tersembunyi di Cimahi yang Punya Suasana Adem dan Asri
Demi memastikan nasib para 51 siswa dan siswi yang dalam hal ini menjadi korban atas peristiwa tersebut, HM. Kahfi menegaskan, GP Ansor Kota Depok dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kota Depok, siap melakukan advokasi kepada seluruh siswa dan siswi yang membutuhkan pendampingan, untuk terus melanjutkan Pendidikannya.
“Jangan sampai karena peristiwa ini, para siswa menjadi down dan tidak terpenuhi hak-haknya untuk melanjutkan jenjang pendidikannya,” ujar HM. Kahfi.
Lebih lanjut, GP Ansor Kota Depok juga mendesak agar seluruh stakeholder pendidikan di berbagai level dapat mengevaluasi kembali sistem perekrutan siswa baru di sekolah negeri.
Artikel Terkait
Bedah Ketua PAC GP Ansor Bojongsari Depok, Zulkarnain, 50 Anggota Aktif, Kepengurusan Wajah Baru : Bagian 2
Bedah Ketua PAC GP Ansor Bojongsari Depok, Zulkarnain, Poin Penting Program, Cetak Ratusan Kader : Bagian 3
GP Ansor Depok Minta Masyarakat Jangan Terlena Hasil Sementara Pileg : Bisa Timbulkan Polemik
Pimpinan GP Ansor Kota Bogor Gelar Konsolidasi Jelang Rakercab
Gelar Rakercab, GP Ansor Kota Bogor Fokus Pengembangan Kaderisasi
Tegas! GP Ansor Depok Tak Deklarasi Dukungan ke Cawalkot di Pilkada Depok