“Biokomposting ini memudahkan warga untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk yang berguna, tanpa harus membuangnya ke tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, ini mengurangi beban TPA Cipayung dan menghasilkan pupuk yang berkualitas,” tutur Teguh Santoso.
Untuk mendorong kesuksesan program tersebut, Teguh Santoso mengajak warga Cilangkap untuk ikut berpartisipasi dan belajar lebih lanjut tentang pengolahan sampah.
“Warga yang ingin belajar pengolahan sampah ini dapat mengunjungi PT Biomag di Kelurahan Jatijajar secara gratis.Warga yang ingin lebih mandiri juga dapat bekerja sama dengan pihak CSR atau membeli peralatan pengolahan sampah secara pribadi,” kata Teguh Santoso.
Dengan langkah-langkah konkret itu, Teguh Santoso, bertekad untuk mengurangi permasalahan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah berbasis maggot dan biokomposting.
“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat dapat mengelola sampah organik dengan cara yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Sampah yang selama ini menjadi masalah dapat diolah menjadi produk yang berguna,” tandas Teguh Santoso. ***
Artikel Terkait
Warga Keluhkan Bau Sampah TPA Cipayung Depok : Pengelola Sebar 250 Kilogram Pasir Zeolit Setiap Hari
DLHK Depok Antisipasi Meningkatnya Volume Sampah Nataru
Imbas Rencana Penutupan Dua TPS Liar, Warga Curug Depok Tagih Solusi Pembuangan Sampah
Malam Tahun Baru di Depok Hasilkan 50 Ton Sampah
Upaya DLHK Kota Depok Kurangi Bau Sampah TPA Cipayung : Tabur Pasir Zeolit Seberat 250 Kilogram