RADARDEPOK.COM, DEPOK - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok tahun 2021 sampai dengan 30 November 2021 baru terserap 61,01 persen. Padahal, idealnya untuk November, serapan anggaran sudah menyentuh angka 85-90 persen.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Wahid Suryono mengatakan, serapan anggaran belanja tahun 2021 masih tergolong rendah. Per 30 November realisasi atas belanja daerah masih diangka 61,01 persen atau Rp2.279 Triliun, dari jumlah APBD Kota Depok di tahun 2021 mencapai Rp 3,7 Triliun.
"Banyak kendala terutama tentu 2021 kita belum bisa sepenuhnya hilang dari Covid-19, masih ada pembatasan kegiatan juga, mobilitas dibatasi sehingga tidak maksimal juga, kemudian yang kedua tentu terkait dengan kendala teknis lapangan, terkait dengan pekerjaan fisik," ujarnya kepada Radar Depok, Senin (6/12).
Wahid menuturkan, sementara masih Rp1.494 Triliun atau 39,99 persen lagi dana yang masih belum terserap. Dia menduga, minimnya serapan APBD Kota Depok disebabkan adanya sejumlah kegiatan yang terget pelaksanaannya diundur, dan kemungkinan ada yang dijadwal ulang.
"Kemudian juga ada penundaan kegiatan di 2021 yang digeser. Menurut saya, penundaan kegiataan di akhir tahun. Posisi kita kan tahun lalu teralisasi 87 persen. Minimal tahun ini sama," tuturnya.
Wahid optimis, pada tahun ini, pihaknya dapat mencapai target 85-90 persen, salah satu upayanya adalah melayani konsultasi untuk perangkat daerah yang sulit melakukan pencairan anggaran.
Sebab, anggaran tidak bisa cair apabila perangkat daerah tidak mengusulkan anggaran yang dibutuhkan. Maka dari itu, pencairan anggaran harus tetap dimulai dari perangkat daerahnya.
"Tidak bisa kita cairkan sendiri kalau gak diusulin dari daerah. Kita siaga sejak akhir November itu kita sudah kerjanya bukan lagi jam kerja, pulang jam 4. Pokoknya bisa selesai sampai jam 12 malam, tiap hari itu. Bagian dari layanan ke perangkat daerah untuk prosesnya cepat kita selesaikan di hari yang sama. Tinggal bagaimana teman-teman perangkat daerah bisa mempercepat permohonannya," terangnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengimbau bagi perangkat daerah (PD) yang belum melakukan penyerapan anggaran, agar segera mengusulkan pencairannya. Hal tersebut juga lantaran telah memasuki bulan Desember dan masa-masa penyelesaian pelaporan.
"Karena memang ini akan segera di bulan Desember akan berakhir penyerapannya dan pelaporan yang harus diselesaikan sehingga segera saja dilakukan agar dalam pelaporan dalam penyerapan anggaran kita bisa lebih baik lagi," Imbuhnya.
Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah menerangkan, realisasi anggaran November 2021 seharusnya sudah di atas 85 persen dari total anggaran sebesar Rp3,7 triliun. "Bahkan idealnya setiap tahun kalau Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kan 98 persen. Dan November 2021 harusnya sudah 85-90 persen," tukasnya. (rd/daf)
Jurnalis : Daffa Syaifullah
Editor : Junior Williandro