RADARDEPOK.COM - Kondisi bangunan sekolah yang terbengkalai selama bertahun-tahun kembali menjadi sorotan.
Kali ini, keluhan datang dari siswa SMKN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, yang menyampaikan langsung kondisi sekolah mereka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam sebuah video yang beredar, para siswa mengungkapkan bahwa pembangunan gedung sekolah tersebut telah mangkrak selama kurang lebih 11 tahun.
Baca Juga: Tim Sar Gabungan Berhasil Menemukan Helikopter PK-CFX yang Hilang Kontak di Kalimantan Barat
Kondisinya kini memprihatinkan, bahkan disebut telah menjadi sarang ular dan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Tak hanya itu, keterbatasan ruang kelas juga menjadi masalah utama. Para siswa mengaku kerap harus belajar di perpustakaan atau bahkan di masjid karena jumlah ruang kelas yang tidak mencukupi.
Keluhan tersebut kemudian mendapat respons dari Dedi Mulyadi melalui akun media sosial pribadinya di @dedimulyadi71 pada Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: DLH Tutup TPS Liar di Desa Dayeh Kecamatan Cileungsi
Ia menjelaskan bahwa pembangunan sekolah tersebut awalnya merupakan proyek pemerintah daerah sebelum kewenangan pengelolaan pendidikan dialihkan ke pemerintah provinsi.
Menurutnya, proyek tersebut sejak awal memang tidak diselesaikan secara tuntas, sehingga berdampak pada kondisi bangunan yang terbengkalai hingga saat ini.
Menanggapi hal tersebut, Dedi memastikan bahwa pemerintah provinsi akan segera mengambil langkah konkret. Ia telah meminta Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk memasukkan perbaikan sekolah tersebut dalam rencana program pembangunan.
Baca Juga: Pilah Sampah, Tata Taman, hingga Olah Limbah, Ini Rangkaian Kokurikuler SMPN 22 Depok
Perbaikan direncanakan akan diupayakan melalui perubahan anggaran, agar fasilitas pendidikan di sekolah tersebut bisa segera diperbaiki dan kembali layak digunakan.
“Saya sudah sampaikan ke Kepala Dinas Pendidikan untuk segera diprogramkan, mudah-mudahan kita di perubahan anggaran nanti bisa memasukkannya sehingga Adik punya sekolah yang luas dan punya kelas yang nyaman,” tegas Dedi.***